Bintu Ismail
•
80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka[321].
[321] Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.
•
89. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka Telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling[330], tawan dan Bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,
[330] diriwayatkan bahwa beberapa orang Arab datang kepada Rasulullah s.a.w. di Madinah. lalu mereka masuk islam, Kemudian mereka ditimpa demam Madinah, Karena itu mereka kembali kafir lalu mereka keluar dari Madinah. Kemudian mereka berjumpa dengan sahabat nabi, lalu sahabat menanyakan sebab-sebab mereka meninggalkan Madinah. mereka menerangkan bahwa mereka ditimpa demam Madinah. sahabat-sahabat berkata: Mengapa kamu tidak mengambil teladan yang baik dari Rasulullah? sahabat-sahabat terbagi kepada dua golongan dalam hal ini. yang sebahagian berpendapat bahwa mereka Telah menjadi munafik, sedang yang sebahagian lagi berpendapat bahwa mereka masih Islam. lalu turunlah ayat Ini yang mencela kaum muslimin Karena menjadi dua golongan itu, dan memerintahkan supaya orang-orang Arab itu ditawan dan dibunuh, jika mereka tidak berhijrah ke Madinah, Karena mereka disamakan dengan kaum musyrikin yang lain.
26. Dan dia menurunkan orang-orang ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan[1210].
[1210] sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, Maka Allah memerintahkan nabi untuk menghancurkan Bani Quraizhah (ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka. Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan.
• •
40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
[1223] Maksudnya: nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, Karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w.
Negara dlm kepimpinan Islam
•• • •• •
25. Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Prinsip asas
Menegak kebenaran
28. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Syura
38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.
•
159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
[246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.
Adil
• •• • •
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
• •
8. Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tanggungjawab pemimpin
Menjaga ad din dari dicemari
•
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
[189] maksudnya ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.
Melaksanakan hukum Allah
60. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut[312], padahal mereka Telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
61. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah Telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
[312] yang selalu memusuhi nabi dan kaum muslimin dan ada yang mengatakan abu Barzah seorang tukang tenung di masa nabi. termasuk thaghut juga: 1. orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu. 2. berhala-berhala.
Menentukan peruntukan dari b.mal
•
27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya
Melantik org yg cekap dan beramanah
• •• • •
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
Menyampaikan dakwah
• •
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
[845] Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
Memastikan perpaduan ummah terlaksana
•
103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Menjadi role model
al ahzab
21. Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Melindungi rakyat dan negara
• sabak
15. Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun".
Tuesday, May 20, 2008
Sumber ilmu dalam amalan kepimpinan Islam
Sumber ilmu dalam amalan kepimpinan Islam
Oleh Bintu Ismail
1.0 PENGENALAN
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Qur’an al-Nisa4:59)
Ilmu dan kepimpinan Islam merupakan suatu keperluan kepada umat seluruhnya. Maka apabila timbulnya sesuatu masalah, al-Quran sebagai rujukan utama. Islam menetapkan beberapa sumber Islam yang perlu menjadi rujukan umat Islam sejak kedatangan Islam hingga kini. Ia menjadi dalil syarciyyah iaitu Al-Qur’an, al-Sunnah, ijma’,Qias, istihsan, masolih al-mursalah,uruf dan sebagainya . Dalam kertas kerja ini, penulis akan membahaskan empat sumber pokok yang penting sahaja iaitu Al-Qur’an, al-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas, rukun-rukunnya, kehujjahannya dan yang berkaitan dengannya agar ia dapat memberi gambaran kepada semua.
2.0 AL-QUR’AN
2.1 DEFINASI AL-QUR’AN
Pada bahasa arab masdarnya ialah qara’a qara’atun qur’anan. Secara harfiyyah bermaksud ‘bacaan’ atau ‘hafalan’
• •
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.
Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an.
• •
17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.
Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan oleh ruh al-amin kepada Nabi Muhammad SAW bin Abdullah dengan lafaz bahasa arab dan maknanya yang benar , menjadi dalil tentang kerasulan Nabi Muhammad SAW, al-quran sebagai perlembagaan utama kepada manusia, memberi hidayah dan pedoman yang penting bagi umat Islam.
Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir di mana membacanya termasuk ibadah”.
Adapun Muhammad 'Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"
Para ulama bersepakat mengatakan ia merupakan suatu yang amat penting, semua sumber lain hanyalah bersifat menjelaskan al-Quran. Ayat pertama yang telah diturunkan adalah surah al- Alaq(96:1)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
Ayat terakhir diturunkan ialah ayat surah al-Maidah(5:3)
• • •
3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini, orang-orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa, Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..
Pengetahuan adalah tema wahyu al-quran yang pertama dan terakhir adalah rahmat keseluruh manusia. Al-Quran mempunyai 114 surah dan 6235 ayat, dimulakan dengan surah al-Fatihah dan di akhiri dengan surah al-Nas. Ia sampai kepada manusia dengan cara mutawatir, bermusyafahah dari generasi ke generasi dengan penuh penelitian tanpa ada perubahan atau penukaran bahawa ianya memang benar daripada Allah SWT(Abdul Wahab Khallaf 1942:23, Muhammad Hashim Kemali 1991:17) Nabi menghafal al-quran dan diikuti oleh para sahabatnya. Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur lebih dari 23 tahun agar manusia tidak terlupa dengan ajaran yang dibawa, memudahkan hubungan yang terus menerus dengan Allah, menguatkan spiritual umat Islam, menghindarkan kesukaran bagi orang yang beriman dari meninggalkan sesuatu perkara yang sudah menjadi adat tardisi mereka seperti ayat berkaitan dengan pengharaman arak.Ayat pertama diturunkan berkaitan bahaya arak(al-Qur’an al-baqarah 2:219)
••
219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
Setelah itu Allah SWT telah menurunkan ayat melarang solat ketika mabuk(al-Nisa 4:43)
• • •
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu Telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.
Akhirnya ,Allah SWT mengharamkan arak secara total melalui
Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadis Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.( http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an)
2.2 HUKUM YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN
Al-Quran mempunyai tiga hukum penting iaitu:
2.2.1. Ahkam Ictiqadiyyah(hukum-hukum akidah) ia berkait dengan masalah yang harus dipercayai oleh setiap mukallaf berkenaan para malaikat, kitab-kitab, para rasul dan hari akhirat.
2.2.2. Ahkam khuluqiyah(hukum-hukum akhlak) yang dikaitkan dengan perkara yang harus dihiasi dalam hidup bagi setiap mukallaf.iaitu mencari keutamaan dan menghindar dari kehinaan.
2.2.3. Ahkam camaliyyah (hukum-hukum berkaitan amalan).Hukum ini pula dibahagikan kepada dua iaitu ahkam al-cibadah dan ahkam mucamalat. Hukum yang bukan berkaitan dengan ibadah dinamakan dengan hukum mucamalah.Oleh yang demikian, hukum kenegaraan, kepimpinan seperti hubungan antara negara Islam, negara non-muslim, aturan pergaulan antara non-muslim di dalam negara muslim, bagaimana kriteria seorang pemimpin yang baik, apakah tanggungjawab seorang pemimpin dan sebagainya termasuk dalam hukum mucamalah. (Abdul Wahab Khallaf 1942:24)
2.3 AL-QUR’AN SEBAGAI HUJJAH
Umat Islam mempercayai bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, ia adalah petunjuk yang menjadi hujjah kepada manusia. Hukumnya adalah kanun yang tidak boleh dipertikaikan kesohihannya lagi dan wajib mematuhinya. Allah SWT telah memindahkan secara dengan cara qatice yang tidak dapat diragui.Al-Quran adalah mukjizat yang tidak dapat ditandingi, manusia tidak mampu yuntuk menirunya.(Abdul Wahab Khallaf 1942:24)
Tiga bukti kebenarannya iaitu:
2.3.1. Keindahan, keserasian dan keseimbangan kata-katanya. Kata yaum yang berarti "hari", dalam bentuk tunggalnya terulang sebanyak 365 kali ( ini sama dengan satu tahun), dalam bentuk jamak diulangi sebanyak 30 kali (ini sama dengan satu bulan). Sementara itu , kata yaum yang berarti “bulan” hanya terdapat 12 kali. Kata panas dan dingin masing-masing diulangi sebanyak empat kali, sementara dunia dan akhirat, hidup dan mati, syaitan dan malaikat, dan masih banyak lainnya, semuanya seimbang dalam jumlah yang serasi dengan tujuannya dan indah kedengarannya.
2.3.2. Pemberitaan ghaib yang diungkapkannya. Awal surah Al-Rum menegaskan kekalahan Romawi oleh Parsi pada tahun 614; setelah kekalahan mereka dalam masa sembilan tahun di saat mana kaum mukminin akan bergembira. Dan itu benar adanya, tepat pada saat kegembiraan kaum Muslim memenangkan Perang Badar pada 622, bangsa Romawi memperoleh kemenangan melawan Parsi. Pemberitaannya tentang keselamatan badan Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah 3.200 tahun yang lalu, baru terbukti setelah muminya (badannya yang diawetkan) ditemukan oleh Loret di Wadi Al- Muluk Thaba, Mesir pada 1896 dan dibuka pembalutnya oleh Eliot Smith 8 Julai 1907. Mahabenar Allah yang menyatakan kepada Fir’aun pada saat kematiannya: Hari ini Kuselamatkan badanmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi sesudahmu (QS 10: 92).
2.3.3. Isyarat-isyarat ilmiahnya sungguh mengagumkan ilmuwan masa kini, apalagi yang menyampaikannya adalah seorang ummi yang tidak pandai membaca dan menulis serta hidup di lingkungan masyarakat terbelakang. Bukti kebenaran (mukzijat) rasul-rasul Allah bersifat suprarasional. Hanya Nabi Muhammad SAW datang membawa bukti selainnya, Tuhan berpesan agar mereka mempelajari Al-Qur'an (lihat QS 29:50). Umat Islam bukan sahaja tidak mengamalkannya bahkan tidak pandai membaca, Ayat al-Quran hanya dijadikan sebagai penangkal bahaya dan pembawa manfaat dengan cara-cara yang rasional.Tahap pertama untuk mengatasi kekurangan dan kesalahan di atas adalah meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an . Janganlah anak-anak disalahkan di kemudian hari, mereka pun mengadu kepada Allah, sebagaimana sebuah riwayat ada mangatakan : "Wahai Tuhanku, aku menuntut keadilan-Mu terhadap perlakuan orangtuaku yang aniaya ini". (http://www.bakis5.com/qur'an.htm)
3.0 AL-SUNNAH
3.1 DEFINASI AL- SUNNAH
Hadis (bahasa arab: الحديث) secara literal bererti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah sehingga bererti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an.(http//wikipedia/org)Menurut Muhammad Hashim Kamali, hadis adalah riwayat, pesan, atau berita yang mengandungi sesuatu fakta tentang kejadian.(1996)
Al- sunnah secara harfiyyah bermaksud jalan yang terang atau jalan yang ditempuhi.(Muhammad Hashim Kamali 1996:55)Menurut istilah syarak al sunnah ialah hal-hal yang dating dari Allah samada perbuatan, ucapan, atau taqrir (persetujuan)Rasulullah SAW. Pada pandangan ulama hadis, sunnah adalah semua yang diriwayatkan daripada nabi iaitu perbuatan, perkataan, apa sahaja yang diakui oleh nabi secara diam.Oleh itu, hadis dan sunnah mempunyai makna yang sinonim.
3.2 PEMBAHAGIAN SUNNAH MENGIKUT SANAD
Al-Sunnah mempunyai tiga bahagian iaitu:
3.2.1. Sunnah Mutawatirah
Sunnah Mutawatirah adalah sunnah yang diriwayatkan oleh sekelompok perawi yang ramai, tidak mungkin berlakunya pembohongan. Mereka meriwayatkan hadis tersebut kepada sejumlah kelompok yang lain sehingga mustahil mereka yang ramai tersebut bersekongkol untuk melakukan penipuan. Pada tahap ini kebanyakannya daripada sunnah camaliyyah seperti azan, solat, bergaul sesama manusia, berjihad, amanah, menyampaikan dakwah dan sebagainya merupakan syiar Islam yang diterima dari Rasul secara musyahadah atau simaci .
3.2.2. Sunnah Masyhurah
Sunnah Masyhurah ialah yang diriwayatkan oleh seorang atau dua atau kelompok sahabat yang tidak sampai ke darjat tawatur, kemudian kelompok dari kumpulan tawatur itu meriwayatkan dari seorang atau beberapa rawi tersebut .Kelompok ini tidak mencapai ke darjat mutawatir .Antara hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang terkemuka seperti Saidina Abu Bakar, Umar al-Khattab, Ibnu Masud(Abdul Wahab Khallaf 1984:62)dan kemudiannya diriwayatkan oleh sekelompok besar perawi yang mencapai jumlah yang ramai dan mustahil mereka bersepakat melakukan pembohongan. Menurut Abu Hanifah dan pengikutnya, hadis ini memberi pengetahuan yang meyakinkan tetap kebanyakan ulama tidak menerima hadis tersebut .
3.2.3. Sunnah Ahad
Sunnah ini diriwayatkan oleh seseorang tanpa ada orang lain atau individu yang tidak di kenali. Mereka ini adalah kelompok yang tidak sampai ke darjat tawatur, (Muhammad Hashim Kamali 1996:88)Ia seimbang dari seorang perawi ke seorang perawi dan sampai kepada kita dengan tingkatan hadis ahad yang tidak tergolong sebagai tawatur. (Abdul Wahab Khallaf 1984:62)Hadis ini dapat dijadikan dasar hukum sekiranya memenuhi syarat-syaratnya.
3.3 JENIS SUNNAH
Sunnah terbahagi kepada dua jenis: sunnah syarciyah (legal) dan sunnah ghairu syarciyah (non-legal). Sunnah ghairu syarciyah (non-legal) berkaitan kegiatan seharian nabi seperti cara makan minum, tidur, berpakaian tidak terlalu penting untuk menjadikan sebahagian syariat, manakala sunnah syarciyah merupakan keteladanan daripada rasul merangkumi perbuatan, perkataan, persetujuan dalam ketentuan-ketentuan dan prinsip syaricah patiut ditekankan daripada sunnah ghairu syarciyah .Ia dapat diklasfikasikan kepada tiga jenis iaitu rasul sebagai nabi, ketua negara, imam atau hakim.
3.3.1. Nabi sebagai rasul.Dalam kapasiti ini ketentuan rasul sebagai nabi bersifat lengkap melengkapi sesuatu yang tidak dicetus dalam Al-Qur’an. Apa yang telah diperintahkan dalam prinsip agama khsusnya berkaitan ibadah dan halal haram adalah tidak terbatas dengan sesuatu waktu. Semua perintah dan larangan ditegaskan dalam sunnah kepada semua umat Islam tanpa mengira status atau individu tertentu.
3.3.2. Nabi sebagai ketua negara. Ketentuan sunnah yang berasal dari nabi sebagai ketua negara seperti pengurusan , perbelanjaan dana kepada masyarakat, keputusan berkaitan struktur peperangan, menandatangani perjanjian, berkaitan pentadbiran negara dan memimpin masyarakat dalam kehidupan yang aman harmoni dan sebagainya. Sunnah ini tidak boleh dilakukan sewenang-wenangnya oleh seseorang individu tanpa kebenaran, persetujuan dengan cara yang sah.
3.3.3. Nabi sebagai hakim. Rasul dalam perkara ini pula menyelesaikan pertelingkahan yang berlaku, samada berkaitan pertimbangan hukum, bukti-bukti yang faktual dan berkaitan keputusan akhir.Segala ketentuan tersebut perlu diterapkan oleh hakim.Oleh itu,ketentuan ini perlu dititik beratkan dalam penghayatn hidup setiap masyarakat Islam. (Muhammad Hashim Kamali. 1996: 66-69)
Al-Quran dan al-sunnah saling berhubung kait kerana al-Sunnah menerangkan hal-hal yang mujmal (global)mutlak, umum yang ada dalam al-Qur’an memerlukan kepada perincian , menyebutkan perkara-perkara yang tidak disebut dalam al-Qur’an.Ia juga sebagai turutan yang di atur oleh Al-Quran, rujukan para mujtahid dalam menentukan hukum yang tidak wujud dalam al-Qur’an , penguat hukum yang sedia ada.
3.4 Al-SUNNAH SEBAGAI HUJJAH
Al- Sunnah adalah sumber kedua selepas al- Quran. Umat Islam bersepakat bahawa apa yang didatangkan oleh nabi SAW merupakan suatu kebenaran yang menjadi hujjah dalam kehidupan seharian, ini terbukti melalui:
1.Nas al-Quran yang memerintahkan manusia agar mentaati, Allah SWT dan Rasul-Nya.Rasul sebagai utusan Allah SWT sebagai pemimpin buat umat manusia, membawa manusia ke jalan yang benar.Allah juga memerintahkan manusia sekiranya mereka berselisih faham dalam sesuatu masalah perlulah kembali kepada Allah dan Rasulya. Ini membuktikan bahawa pembentukkan hukum, kepimpinan ideal oleh Rasul perlu diikuti dan dipatuhi, ia terbukti melalui firman Allah SWT sepert di bawah
• •
80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.(Al-nisa 4:80)
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(al-nisa 4:59)
4.0 AL- IJMAK
4.1 DEFINASI AL- IJMA’
Ijma’adalah masdar dari kata ajma’a yang bermaksud dua makna iaitu memutuskan dan menyepakati sesuatu. Ia didefinasikan sebagai persepakatan bulat mujtahid Muslim dari sesuatu masa setelah kewafatan Rasulullah tentang sesuatu masalah. Ijma’ diterapkan dalam semua masalah syari’, intelektual, adat, linguistic dan lain-lain. Ijma' juga ertinya kesepakatan yakni kesepakatan para ulama mujtahidin dari umat Muhammad SAW dalam menetapkan suatu hukum-hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dalam suatu perkara yang berlaku.Kewajipan kepada seluruh umat Islam melaksanakan apa yang disepakati oleh mereka.(Mustafa al-khin 1987:16)
Pada pandangan ahli usul, ijma’ ialah kesepakatan para imam mujtahidin di antara umat Islam pada zaman selepas kewafatan Rasulullah terhadap hukum syara’ berkaitan sesuatu masalah atau kejadian terhadap hukum syara’(al-Jaburi 2005:56).Sekiranya berlaku permasalahan , umat Islam perlu dihadapkan masalah tersebut kepada seluruh imam mujtahid kemudian mereka berbincang dan bersepakat dalam sesuatu hukum yang dinamakan ijma’.Oleh yang demikian, hukum yang telah diputuskan tersebut patut dipatuhi. (Abdul Wahab Khallaf 1984:62)Ijma merupakan sumber hukum yang ketiga selepas al-Quran dan al-Sunnah dan mesti diikuti oleh umat Islam.
4.2 JENIS IJMA’
Dari segi melakukan ijtihad, Ijma’ dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu:
4.2.1. Ijma’ sorih ialah persepakatan setiap mujtahidin terhadap hukum sesuatu masalah dengan mengemukakan pendapat yang jelas dengan memberi fatwa atau keputusan secara lisan atau perbuatan.
4.2.2. Ijma’ sukuti ialah beberapa mujtahidin telah memberi pendapat mereka secara jelas terhadap sesuatu masalah dengan memberi fatwa dan keputusan manakala yang lain hanya diam dan tidak mengingkarinya iaitu kesepakatan pendapat dinyatakan dalam diam.( Al-Jaburi,.2005:58-59, Abdur Rahman I.Doi. 1993:102 , Muhammad Hashim Kamali. 1996:239)
Menurut jumhur ulama, ijma’ sorih bersifat definitif, mengikat. Ia merupakan ijma’ yang hakiki dan dijadikan hujjah syaricyyah, sementara ijma’ sukuti bersifat dugaan yang hanya menciptakan kemungkinan(zanni) tetapi tidak menutup kemungkinan dilakukan ijtihad yang baru berkaitan masalah yang sama, ia merupakan ijma’ ictibary, mujtahid yang tidak memberikan tanggapan tersebut belum tentu mengatakan setuju .Jadi ia tidak menjamin kesepakatan dan menyebabkan berlaku pertentangan dan tidak boleh dijadikan hujjah. Apabila terjadinya permasalahan ini ulama berbeza pendapat untuk menjadikan ianya sebagai dalil. Imam Syafie berpendapat bahawa ijma’ sukuti tidak boleh dijadikan hujjah dan sekadar pendapat daripada beberapa mujtahid sahaja.Manakala ulama Hanafi menjadikan ijma’ sukuti sebagai dalil asalkan mujtahid yang tidak memberi komentar tersebut diyakini menyetujui pendapat mujtahid lain, mempunyai waktu yang cukup untuk mengkajinya dan mengungkapkan sesuatu pendapat, tetapi tetap memilih jalan diam .( cAbdul Wahab Khallaf. 1984:71-72, Muhammad Hashim Kamali. 1996:239).Jadi pada pandangan penulis, pendapat jumhur ulama adalah yang tepat mengatakan ijma’ sukuti tidak boleh dijadikan hujjah kerana tidak mungkin dengan diam seorang mujtahid itu sebagai tanda persetujuan tetapi mungkin tidak mampu memberi analisa terhadap pendapat yang ada.( cAbdul Wahab Khallaf. 1984: 72)
Jumhur ulama juga mengajukan bahawa ijma’ dapat wujud melalui kebiasaan, beberapa contoh yang ditetapkan berdasarkan ijma’ seperti masalah kekhalifahan Saidina Abu Bakar, haramnya lemak babi, bahagian warisan bagi nenek perempuan sebanyak 1/6, terhalangnya ibnu ibni dalam pewarisan disebabkan wujudnya ibni dan sebagainya. Menurut cAbdul Wahab Khallaf, (1984) ijma’ boleh terlaksana dengan dipimpin oleh pemerintahan Islam masing-masing kerana pemerintah Islam dapat boleh mengajukan syarat-syarat sehingga seseorang tersebut dapat sampai ke tingkat ijtihad di samping memberi izin kepada kepada seseorang yang memenuhi syarat. Oleh yang demikian, pemerintah boleh mengetahui para mujtahidnya tentang pelbagai masalah, kemudian sekiranya sudah melihat kesepakatan para mujtahid terhadap sesuatu masalah tersebut, maka itulah yang dikatakan ijma’.
4.3 IJMA’ SEBAGAI HUJJAH
Ijma’ merupakan dalil yang kuat, pasti, berlaku secara luas pada semua bidang. Apa yang telah disepakati oleh generasi terdahulu walaupun tidak mengemukakan dalil dari al-Quran dan al-Sunnah ia tetap menjadi hujah dan kedudukan tempat yang ketiga selepas sumber utama sebelum ini. Dibuktikan dengan firman Allah SWT(al-nisa 4:115)
• • •
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang Telah dikuasainya itu[348] dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Ayat ini menjelaskan ancaman terhadap mereka yang tidak mengikut jalan orang mukmin dan jemaah orang mukmin. Menurut Imam al-Syafie orang yang tidak mengikut ijma’ ,maka dia mengikut jalan lain iaitu jalan bukan orang yang mukmin. Maka layaklah dia mendapat balasan Allah SWT. Ini menjadi hujjah bahawa ijma’ wajib diikuti (Lamuddin Nasution 2001:87-89)
Al-Quran telah memerintahkan supaya taat kepada ulil amr seperti mentaati kepada Allah SWT dan rasulNya.
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Lafaz tersebut adalah umum termasuklah masalah agama dan dunia. Urusan dunia apabila dikaitkan dengan ulil amr ialah raja, pemimpin, dan penguasa manakala urusan agama ialah mujtahid dan ahli fatwa. Ibnu Abas menafsirkan ulama adalah ulil amr. Rasul pernah bersabda :Umatku tidak pernah bermuafakat mengenai kesesatan.Imam al-Syafie membenarkan ijma’ berdasarkan hadis yang membawa kaum muslimin menyesuaikan diri dengan masyarakat. Beliau menjelaskan bahawa seseorang yang tersisih dari orang lain boleh menjadi sesat tapi asyrakat mukmin lebih kuat dalam satu penyatuan. (Aghnides, Nicolas P. 1968,al-Jaburi 2005:56)
Syura yang baik diikuti dengan ijtihad adalah langkah untuk mencapai persepakatan pendapat. Para khulafa al-rasyidin selalu melakukan perundingan sesama mereka dalam sesuatu masalah. Contohnya kebijaksanaan Saidina Abu Bakar, biasa dijalankan dan didasarkan pada proses ijma’, penjualan barang yang belum ada hukumnya tidak sah kerana ia belum pasti. Kesepakatan ulama membolehkannya untuk memudahkan jalan keluar.Kesepakatan mereka harus berdasarkan kitab Allah, perintah, perbuatan, dan contoh-contoh daripada Rasulullah. ( Abdur Rahman I.Doi. 1993:102)
5.0 AL-QIYAS
5.1 DEFINASI AL-QIYAS
Qiyas pada bahasa ialah mengukur atau memastikan panjang, berat atau kualiti sesuatu, perbandingan dalam rangka memberi kesan dan kesamaan antara dua hal. (Muhammad Hashim Kamali. 1996:255). Qiyas bermaksud menggabungkan atau menyamakan dengan menetapkan suatu hukum kepada perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan sebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama.( http://id.wikipedia.org)
Menurut ulama’ usul , ia bermaksud menyamakan suatu kejadian yang tiada nas kepada kejadian yang lain yang mempunyai nasnya pada hukum tersebut kerana kesamaan kedua perkara tersebut pada illah. .( cAbdul Wahab Khallaf. 1984: 73)Ia merupakan prinsip hukum yang diperkenalkan untuk memperolehi sesuatu kesimpulan bagi masalah yang baru untuk kemaslahatan ummah.Walaubagaimanapun ia perlulah bersandarkan kepada al-Qur’an, sunnah,ijma’.Ia bukan suatu perkara baru keran telah dikenalkan dan digunakan sejak awal oleh para sahabat .Penggunaan racyu semakin meluas sehingga mewarnai aliran fekah yang dikenali sebagai ahlu al-racyi yang berkembang pesat (Lahmuddin Nasution. 2001.96-97) di bawah pimpinan Imam Abu Hanifah sebagai alat untuk mengendalikan sesuatu kebebasan berfikiran (Abdur Rahman I.Doi. 1993:108-109)
5.2 RUKUN QIYAS
Terdapat empat rukun Qiyas iaitu: (asal) pokok , cabang (furuc), hukum asal dan alasan (cillah) yang menyamakan antara asal dengan furuc (Mustafa al-khin 1987:17)
5.2.1 Pokok (asal) ialah sesuatu yang hukumnya terdapat dalam nas, ia dikenali sebagai maqis calaih (yang dipakai sebagai ukuran) mahmul calaih (yang dipakai sebagai tanggungan ) atau musyabbah bih (yang dipakai sebagai penyerupaan)
5.2.2. Cabang (furuc) iaitu sesuatu hukumnya tiada dalam nas, hukumnya adalah sama dengan asal, ia disebutkan sebagai al-maqis (yang diukur) , mahmul(yang dibawa), musyabbah(yang disamakan)
5.2.3. Hukum asal ialah hukum syara’ yang terdapat dalam nas berdasarkan asal dan dipakai hukum tersebut pada furuc
5.2.4. cIllah adalah keadaan tertentu yang dipakai sebagai dasar kepada hukum asal kemudian cabangnya disamakan dengan yang asal pada hukum permasalahan tersebut.(cAbdul Wahab Khallaf. 1984)
Antara misal qiyas berkaitan meminum arak dari buah anggur adalah asal kerana hukumnya telah disebut dalam nas yakni dengan kata-kata ‘maka jauhilah’.Larangan tersebut menunjukkan haram minum arak kerana illahnya memabukkan, kemudian jika arak tersebut dibuat dari kurma ia adalah furuc kerana ia tiada nas tetapi mempunyai persamaan ilah iaitu memabukkan.Oleh itu kurma dan anggur yang dijadikan arak disamakan pada hukum haram. Masalah kepimpinan khilafah Islam berlaku setelah kewafatan Rasulullah SAW. Sebelum mencapai kesepakatan ijma’ untuk memilih Saidina Abu Bakar, Nabi pernah memilih Saidina Abu Bakar sebagai kepimpinan rohani untuk bertindak sebagai imam solat jemaah. Ini merupakan landasan pembandingan bagi pemilihan Abu Bakar sebagai pemimpin. .(cAbdul Wahab Khallaf. 1984)
5.3 QIAS SEBAGAI HUJJAH
Jumhur ulama mengatakan bahawa qiyas adalah hujjah syarciyyah kepada hukum syara’ berkaitan manusia .Ia menjadi sumber yang keempat selepas al-Qur’an, al-Sunnah dan ijma’. Jika tidak dijumpai dalam nas-nas sebelum ini tetapi mempunyai illah yang sama maka ia dihukum mengikut nas yang asal. Jumhur ulama tersebut dinamakan sebagai mutsbit al-Qias(yang menetap qias).Ayat Qur’an yang digunakan sebagai dalil jumhur yang menetap qiyas tersebut ialah surah al-hasyr 59:2
• •
2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
Tempat pengambilan dalil tersebut ‘Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran’ adalah kiaskan kamu dengan mereka kerana kamu manusia seperti mereka, maka kalian akan dimpa siksaan seperti mereka.( cAbdul Wahab Khallaf. 1984:79)
6.0 PENUTUP
Sumber-sumber Islam sewajarnya menjadi rujukan yang penting dalam setiap aspek kehidupan umat Islam samada dalam bidang kepimpinan, hukum syara’, kesenian ,ekonomi dan sebagainya. Apabila seseorang menjadikan sumber Islam sebagai perlembagaannya, pasti segala yang dilakukan sentiasa pada jalan yang di redhoi ,mendapat rahmat dan perlindungan Allah SWT, Islam mempunyai sumbernya tersendiri. Oleh yang demikian, semua umat Islam mesti akur dengan ketetapan syara’ bukannya mengambil perundangan, kepimpinan mengikut kuffar kerana Islam itu sudah syumul merangkumi bidang keilmuan, kepimpinan, sosial ,politik dan sebagainya. Sumber hukum Islam adalah yang terbaik sebagai panduan umat Islam sepanjang zaman. Oleh itu, jumhur ulama merumuskan keempat-empat sumber tersebut disepakati menjadi dalil. Ia perlu mengikut susunan yang disebutkan iaitu sumber rujukan primier adalah al-Qur’an, jika tiada dalil daripada barulah menggunakan al-Sunnah kemudiannya diikuti dengan Ijma’dan diikuti pula dengan Qiyas.
7.0 RUJUKAN
Al-Qur’an
Abdur Rahman I.Doi. 1993. Shairicah kodifikasi hukum Islam. Jakarta: PT Rineka Cipta
Aghnides, Nicolas P. 1968. Pengantar Ilmu hukum Islam (terj). Solo:Ab Sitti Sjamsijah
Al-Jaburi, cAbdullah Muhammad al-Jaburi .2005. Al-Fiqh al-Islami baina al-isolah wa
al-tajdid. Jordan: Dar al-Nafais
al-khin, Mustafa, et al, 1992, Fiqh al-manhaji, (terj)Ansory Umar Sitanggal, Fiqih Syafi’i
sistamatis, Kuala Lumpur: Asy- Syifa Darul Fikir
Khallaf, cAbdul Wahab Khallaf, 1942, cIlmu Usul fiqh, Kaherah: Maktabah al-Dakwah
al-Islamiyyah.
Khallaf, cAbdul Wahab Khallaf. 1984. Kaidah-kaidah hukum Islam.(Terj) Bandung:
Risalah.
Lahmuddin Nasution. 2001. Pembaharuan hukum Islam. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Latief Muchtar. 1996. Hadis sebagai sumber ajaran Islam.Dlm Pengembangan pemikiran
terhadap hadis.Yogyakarta:Lembaga pengkajian dan Penamalan (LPPI)
Muhammad Hashim Kamali. 1996. Prinsip dan Teori hukum Islam.Yogyakarta:Pustaka
Fajar
Oleh Bintu Ismail
1.0 PENGENALAN
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Qur’an al-Nisa4:59)
Ilmu dan kepimpinan Islam merupakan suatu keperluan kepada umat seluruhnya. Maka apabila timbulnya sesuatu masalah, al-Quran sebagai rujukan utama. Islam menetapkan beberapa sumber Islam yang perlu menjadi rujukan umat Islam sejak kedatangan Islam hingga kini. Ia menjadi dalil syarciyyah iaitu Al-Qur’an, al-Sunnah, ijma’,Qias, istihsan, masolih al-mursalah,uruf dan sebagainya . Dalam kertas kerja ini, penulis akan membahaskan empat sumber pokok yang penting sahaja iaitu Al-Qur’an, al-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas, rukun-rukunnya, kehujjahannya dan yang berkaitan dengannya agar ia dapat memberi gambaran kepada semua.
2.0 AL-QUR’AN
2.1 DEFINASI AL-QUR’AN
Pada bahasa arab masdarnya ialah qara’a qara’atun qur’anan. Secara harfiyyah bermaksud ‘bacaan’ atau ‘hafalan’
• •
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.
Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an.
• •
17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.
Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan oleh ruh al-amin kepada Nabi Muhammad SAW bin Abdullah dengan lafaz bahasa arab dan maknanya yang benar , menjadi dalil tentang kerasulan Nabi Muhammad SAW, al-quran sebagai perlembagaan utama kepada manusia, memberi hidayah dan pedoman yang penting bagi umat Islam.
Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir di mana membacanya termasuk ibadah”.
Adapun Muhammad 'Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"
Para ulama bersepakat mengatakan ia merupakan suatu yang amat penting, semua sumber lain hanyalah bersifat menjelaskan al-Quran. Ayat pertama yang telah diturunkan adalah surah al- Alaq(96:1)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
Ayat terakhir diturunkan ialah ayat surah al-Maidah(5:3)
• • •
3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini, orang-orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa, Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..
Pengetahuan adalah tema wahyu al-quran yang pertama dan terakhir adalah rahmat keseluruh manusia. Al-Quran mempunyai 114 surah dan 6235 ayat, dimulakan dengan surah al-Fatihah dan di akhiri dengan surah al-Nas. Ia sampai kepada manusia dengan cara mutawatir, bermusyafahah dari generasi ke generasi dengan penuh penelitian tanpa ada perubahan atau penukaran bahawa ianya memang benar daripada Allah SWT(Abdul Wahab Khallaf 1942:23, Muhammad Hashim Kemali 1991:17) Nabi menghafal al-quran dan diikuti oleh para sahabatnya. Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur lebih dari 23 tahun agar manusia tidak terlupa dengan ajaran yang dibawa, memudahkan hubungan yang terus menerus dengan Allah, menguatkan spiritual umat Islam, menghindarkan kesukaran bagi orang yang beriman dari meninggalkan sesuatu perkara yang sudah menjadi adat tardisi mereka seperti ayat berkaitan dengan pengharaman arak.Ayat pertama diturunkan berkaitan bahaya arak(al-Qur’an al-baqarah 2:219)
••
219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
Setelah itu Allah SWT telah menurunkan ayat melarang solat ketika mabuk(al-Nisa 4:43)
• • •
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu Telah menyentuh perempuan, Kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.
Akhirnya ,Allah SWT mengharamkan arak secara total melalui
Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadis Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.( http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an)
2.2 HUKUM YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN
Al-Quran mempunyai tiga hukum penting iaitu:
2.2.1. Ahkam Ictiqadiyyah(hukum-hukum akidah) ia berkait dengan masalah yang harus dipercayai oleh setiap mukallaf berkenaan para malaikat, kitab-kitab, para rasul dan hari akhirat.
2.2.2. Ahkam khuluqiyah(hukum-hukum akhlak) yang dikaitkan dengan perkara yang harus dihiasi dalam hidup bagi setiap mukallaf.iaitu mencari keutamaan dan menghindar dari kehinaan.
2.2.3. Ahkam camaliyyah (hukum-hukum berkaitan amalan).Hukum ini pula dibahagikan kepada dua iaitu ahkam al-cibadah dan ahkam mucamalat. Hukum yang bukan berkaitan dengan ibadah dinamakan dengan hukum mucamalah.Oleh yang demikian, hukum kenegaraan, kepimpinan seperti hubungan antara negara Islam, negara non-muslim, aturan pergaulan antara non-muslim di dalam negara muslim, bagaimana kriteria seorang pemimpin yang baik, apakah tanggungjawab seorang pemimpin dan sebagainya termasuk dalam hukum mucamalah. (Abdul Wahab Khallaf 1942:24)
2.3 AL-QUR’AN SEBAGAI HUJJAH
Umat Islam mempercayai bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, ia adalah petunjuk yang menjadi hujjah kepada manusia. Hukumnya adalah kanun yang tidak boleh dipertikaikan kesohihannya lagi dan wajib mematuhinya. Allah SWT telah memindahkan secara dengan cara qatice yang tidak dapat diragui.Al-Quran adalah mukjizat yang tidak dapat ditandingi, manusia tidak mampu yuntuk menirunya.(Abdul Wahab Khallaf 1942:24)
Tiga bukti kebenarannya iaitu:
2.3.1. Keindahan, keserasian dan keseimbangan kata-katanya. Kata yaum yang berarti "hari", dalam bentuk tunggalnya terulang sebanyak 365 kali ( ini sama dengan satu tahun), dalam bentuk jamak diulangi sebanyak 30 kali (ini sama dengan satu bulan). Sementara itu , kata yaum yang berarti “bulan” hanya terdapat 12 kali. Kata panas dan dingin masing-masing diulangi sebanyak empat kali, sementara dunia dan akhirat, hidup dan mati, syaitan dan malaikat, dan masih banyak lainnya, semuanya seimbang dalam jumlah yang serasi dengan tujuannya dan indah kedengarannya.
2.3.2. Pemberitaan ghaib yang diungkapkannya. Awal surah Al-Rum menegaskan kekalahan Romawi oleh Parsi pada tahun 614; setelah kekalahan mereka dalam masa sembilan tahun di saat mana kaum mukminin akan bergembira. Dan itu benar adanya, tepat pada saat kegembiraan kaum Muslim memenangkan Perang Badar pada 622, bangsa Romawi memperoleh kemenangan melawan Parsi. Pemberitaannya tentang keselamatan badan Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah 3.200 tahun yang lalu, baru terbukti setelah muminya (badannya yang diawetkan) ditemukan oleh Loret di Wadi Al- Muluk Thaba, Mesir pada 1896 dan dibuka pembalutnya oleh Eliot Smith 8 Julai 1907. Mahabenar Allah yang menyatakan kepada Fir’aun pada saat kematiannya: Hari ini Kuselamatkan badanmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi sesudahmu (QS 10: 92).
2.3.3. Isyarat-isyarat ilmiahnya sungguh mengagumkan ilmuwan masa kini, apalagi yang menyampaikannya adalah seorang ummi yang tidak pandai membaca dan menulis serta hidup di lingkungan masyarakat terbelakang. Bukti kebenaran (mukzijat) rasul-rasul Allah bersifat suprarasional. Hanya Nabi Muhammad SAW datang membawa bukti selainnya, Tuhan berpesan agar mereka mempelajari Al-Qur'an (lihat QS 29:50). Umat Islam bukan sahaja tidak mengamalkannya bahkan tidak pandai membaca, Ayat al-Quran hanya dijadikan sebagai penangkal bahaya dan pembawa manfaat dengan cara-cara yang rasional.Tahap pertama untuk mengatasi kekurangan dan kesalahan di atas adalah meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an . Janganlah anak-anak disalahkan di kemudian hari, mereka pun mengadu kepada Allah, sebagaimana sebuah riwayat ada mangatakan : "Wahai Tuhanku, aku menuntut keadilan-Mu terhadap perlakuan orangtuaku yang aniaya ini". (http://www.bakis5.com/qur'an.htm)
3.0 AL-SUNNAH
3.1 DEFINASI AL- SUNNAH
Hadis (bahasa arab: الحديث) secara literal bererti perkataan atau percakapan. Dalam terminologi Islam perkataan dimaksud adalah perkataan dari Nabi Muhammad SAW. Namun sering kali kata ini mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan sunnah sehingga bererti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama. Hadits sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum dibawah Al Qur'an.(http//wikipedia/org)Menurut Muhammad Hashim Kamali, hadis adalah riwayat, pesan, atau berita yang mengandungi sesuatu fakta tentang kejadian.(1996)
Al- sunnah secara harfiyyah bermaksud jalan yang terang atau jalan yang ditempuhi.(Muhammad Hashim Kamali 1996:55)Menurut istilah syarak al sunnah ialah hal-hal yang dating dari Allah samada perbuatan, ucapan, atau taqrir (persetujuan)Rasulullah SAW. Pada pandangan ulama hadis, sunnah adalah semua yang diriwayatkan daripada nabi iaitu perbuatan, perkataan, apa sahaja yang diakui oleh nabi secara diam.Oleh itu, hadis dan sunnah mempunyai makna yang sinonim.
3.2 PEMBAHAGIAN SUNNAH MENGIKUT SANAD
Al-Sunnah mempunyai tiga bahagian iaitu:
3.2.1. Sunnah Mutawatirah
Sunnah Mutawatirah adalah sunnah yang diriwayatkan oleh sekelompok perawi yang ramai, tidak mungkin berlakunya pembohongan. Mereka meriwayatkan hadis tersebut kepada sejumlah kelompok yang lain sehingga mustahil mereka yang ramai tersebut bersekongkol untuk melakukan penipuan. Pada tahap ini kebanyakannya daripada sunnah camaliyyah seperti azan, solat, bergaul sesama manusia, berjihad, amanah, menyampaikan dakwah dan sebagainya merupakan syiar Islam yang diterima dari Rasul secara musyahadah atau simaci .
3.2.2. Sunnah Masyhurah
Sunnah Masyhurah ialah yang diriwayatkan oleh seorang atau dua atau kelompok sahabat yang tidak sampai ke darjat tawatur, kemudian kelompok dari kumpulan tawatur itu meriwayatkan dari seorang atau beberapa rawi tersebut .Kelompok ini tidak mencapai ke darjat mutawatir .Antara hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang terkemuka seperti Saidina Abu Bakar, Umar al-Khattab, Ibnu Masud(Abdul Wahab Khallaf 1984:62)dan kemudiannya diriwayatkan oleh sekelompok besar perawi yang mencapai jumlah yang ramai dan mustahil mereka bersepakat melakukan pembohongan. Menurut Abu Hanifah dan pengikutnya, hadis ini memberi pengetahuan yang meyakinkan tetap kebanyakan ulama tidak menerima hadis tersebut .
3.2.3. Sunnah Ahad
Sunnah ini diriwayatkan oleh seseorang tanpa ada orang lain atau individu yang tidak di kenali. Mereka ini adalah kelompok yang tidak sampai ke darjat tawatur, (Muhammad Hashim Kamali 1996:88)Ia seimbang dari seorang perawi ke seorang perawi dan sampai kepada kita dengan tingkatan hadis ahad yang tidak tergolong sebagai tawatur. (Abdul Wahab Khallaf 1984:62)Hadis ini dapat dijadikan dasar hukum sekiranya memenuhi syarat-syaratnya.
3.3 JENIS SUNNAH
Sunnah terbahagi kepada dua jenis: sunnah syarciyah (legal) dan sunnah ghairu syarciyah (non-legal). Sunnah ghairu syarciyah (non-legal) berkaitan kegiatan seharian nabi seperti cara makan minum, tidur, berpakaian tidak terlalu penting untuk menjadikan sebahagian syariat, manakala sunnah syarciyah merupakan keteladanan daripada rasul merangkumi perbuatan, perkataan, persetujuan dalam ketentuan-ketentuan dan prinsip syaricah patiut ditekankan daripada sunnah ghairu syarciyah .Ia dapat diklasfikasikan kepada tiga jenis iaitu rasul sebagai nabi, ketua negara, imam atau hakim.
3.3.1. Nabi sebagai rasul.Dalam kapasiti ini ketentuan rasul sebagai nabi bersifat lengkap melengkapi sesuatu yang tidak dicetus dalam Al-Qur’an. Apa yang telah diperintahkan dalam prinsip agama khsusnya berkaitan ibadah dan halal haram adalah tidak terbatas dengan sesuatu waktu. Semua perintah dan larangan ditegaskan dalam sunnah kepada semua umat Islam tanpa mengira status atau individu tertentu.
3.3.2. Nabi sebagai ketua negara. Ketentuan sunnah yang berasal dari nabi sebagai ketua negara seperti pengurusan , perbelanjaan dana kepada masyarakat, keputusan berkaitan struktur peperangan, menandatangani perjanjian, berkaitan pentadbiran negara dan memimpin masyarakat dalam kehidupan yang aman harmoni dan sebagainya. Sunnah ini tidak boleh dilakukan sewenang-wenangnya oleh seseorang individu tanpa kebenaran, persetujuan dengan cara yang sah.
3.3.3. Nabi sebagai hakim. Rasul dalam perkara ini pula menyelesaikan pertelingkahan yang berlaku, samada berkaitan pertimbangan hukum, bukti-bukti yang faktual dan berkaitan keputusan akhir.Segala ketentuan tersebut perlu diterapkan oleh hakim.Oleh itu,ketentuan ini perlu dititik beratkan dalam penghayatn hidup setiap masyarakat Islam. (Muhammad Hashim Kamali. 1996: 66-69)
Al-Quran dan al-sunnah saling berhubung kait kerana al-Sunnah menerangkan hal-hal yang mujmal (global)mutlak, umum yang ada dalam al-Qur’an memerlukan kepada perincian , menyebutkan perkara-perkara yang tidak disebut dalam al-Qur’an.Ia juga sebagai turutan yang di atur oleh Al-Quran, rujukan para mujtahid dalam menentukan hukum yang tidak wujud dalam al-Qur’an , penguat hukum yang sedia ada.
3.4 Al-SUNNAH SEBAGAI HUJJAH
Al- Sunnah adalah sumber kedua selepas al- Quran. Umat Islam bersepakat bahawa apa yang didatangkan oleh nabi SAW merupakan suatu kebenaran yang menjadi hujjah dalam kehidupan seharian, ini terbukti melalui:
1.Nas al-Quran yang memerintahkan manusia agar mentaati, Allah SWT dan Rasul-Nya.Rasul sebagai utusan Allah SWT sebagai pemimpin buat umat manusia, membawa manusia ke jalan yang benar.Allah juga memerintahkan manusia sekiranya mereka berselisih faham dalam sesuatu masalah perlulah kembali kepada Allah dan Rasulya. Ini membuktikan bahawa pembentukkan hukum, kepimpinan ideal oleh Rasul perlu diikuti dan dipatuhi, ia terbukti melalui firman Allah SWT sepert di bawah
• •
80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.(Al-nisa 4:80)
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(al-nisa 4:59)
4.0 AL- IJMAK
4.1 DEFINASI AL- IJMA’
Ijma’adalah masdar dari kata ajma’a yang bermaksud dua makna iaitu memutuskan dan menyepakati sesuatu. Ia didefinasikan sebagai persepakatan bulat mujtahid Muslim dari sesuatu masa setelah kewafatan Rasulullah tentang sesuatu masalah. Ijma’ diterapkan dalam semua masalah syari’, intelektual, adat, linguistic dan lain-lain. Ijma' juga ertinya kesepakatan yakni kesepakatan para ulama mujtahidin dari umat Muhammad SAW dalam menetapkan suatu hukum-hukum dalam agama berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits dalam suatu perkara yang berlaku.Kewajipan kepada seluruh umat Islam melaksanakan apa yang disepakati oleh mereka.(Mustafa al-khin 1987:16)
Pada pandangan ahli usul, ijma’ ialah kesepakatan para imam mujtahidin di antara umat Islam pada zaman selepas kewafatan Rasulullah terhadap hukum syara’ berkaitan sesuatu masalah atau kejadian terhadap hukum syara’(al-Jaburi 2005:56).Sekiranya berlaku permasalahan , umat Islam perlu dihadapkan masalah tersebut kepada seluruh imam mujtahid kemudian mereka berbincang dan bersepakat dalam sesuatu hukum yang dinamakan ijma’.Oleh yang demikian, hukum yang telah diputuskan tersebut patut dipatuhi. (Abdul Wahab Khallaf 1984:62)Ijma merupakan sumber hukum yang ketiga selepas al-Quran dan al-Sunnah dan mesti diikuti oleh umat Islam.
4.2 JENIS IJMA’
Dari segi melakukan ijtihad, Ijma’ dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu:
4.2.1. Ijma’ sorih ialah persepakatan setiap mujtahidin terhadap hukum sesuatu masalah dengan mengemukakan pendapat yang jelas dengan memberi fatwa atau keputusan secara lisan atau perbuatan.
4.2.2. Ijma’ sukuti ialah beberapa mujtahidin telah memberi pendapat mereka secara jelas terhadap sesuatu masalah dengan memberi fatwa dan keputusan manakala yang lain hanya diam dan tidak mengingkarinya iaitu kesepakatan pendapat dinyatakan dalam diam.( Al-Jaburi,.2005:58-59, Abdur Rahman I.Doi. 1993:102 , Muhammad Hashim Kamali. 1996:239)
Menurut jumhur ulama, ijma’ sorih bersifat definitif, mengikat. Ia merupakan ijma’ yang hakiki dan dijadikan hujjah syaricyyah, sementara ijma’ sukuti bersifat dugaan yang hanya menciptakan kemungkinan(zanni) tetapi tidak menutup kemungkinan dilakukan ijtihad yang baru berkaitan masalah yang sama, ia merupakan ijma’ ictibary, mujtahid yang tidak memberikan tanggapan tersebut belum tentu mengatakan setuju .Jadi ia tidak menjamin kesepakatan dan menyebabkan berlaku pertentangan dan tidak boleh dijadikan hujjah. Apabila terjadinya permasalahan ini ulama berbeza pendapat untuk menjadikan ianya sebagai dalil. Imam Syafie berpendapat bahawa ijma’ sukuti tidak boleh dijadikan hujjah dan sekadar pendapat daripada beberapa mujtahid sahaja.Manakala ulama Hanafi menjadikan ijma’ sukuti sebagai dalil asalkan mujtahid yang tidak memberi komentar tersebut diyakini menyetujui pendapat mujtahid lain, mempunyai waktu yang cukup untuk mengkajinya dan mengungkapkan sesuatu pendapat, tetapi tetap memilih jalan diam .( cAbdul Wahab Khallaf. 1984:71-72, Muhammad Hashim Kamali. 1996:239).Jadi pada pandangan penulis, pendapat jumhur ulama adalah yang tepat mengatakan ijma’ sukuti tidak boleh dijadikan hujjah kerana tidak mungkin dengan diam seorang mujtahid itu sebagai tanda persetujuan tetapi mungkin tidak mampu memberi analisa terhadap pendapat yang ada.( cAbdul Wahab Khallaf. 1984: 72)
Jumhur ulama juga mengajukan bahawa ijma’ dapat wujud melalui kebiasaan, beberapa contoh yang ditetapkan berdasarkan ijma’ seperti masalah kekhalifahan Saidina Abu Bakar, haramnya lemak babi, bahagian warisan bagi nenek perempuan sebanyak 1/6, terhalangnya ibnu ibni dalam pewarisan disebabkan wujudnya ibni dan sebagainya. Menurut cAbdul Wahab Khallaf, (1984) ijma’ boleh terlaksana dengan dipimpin oleh pemerintahan Islam masing-masing kerana pemerintah Islam dapat boleh mengajukan syarat-syarat sehingga seseorang tersebut dapat sampai ke tingkat ijtihad di samping memberi izin kepada kepada seseorang yang memenuhi syarat. Oleh yang demikian, pemerintah boleh mengetahui para mujtahidnya tentang pelbagai masalah, kemudian sekiranya sudah melihat kesepakatan para mujtahid terhadap sesuatu masalah tersebut, maka itulah yang dikatakan ijma’.
4.3 IJMA’ SEBAGAI HUJJAH
Ijma’ merupakan dalil yang kuat, pasti, berlaku secara luas pada semua bidang. Apa yang telah disepakati oleh generasi terdahulu walaupun tidak mengemukakan dalil dari al-Quran dan al-Sunnah ia tetap menjadi hujah dan kedudukan tempat yang ketiga selepas sumber utama sebelum ini. Dibuktikan dengan firman Allah SWT(al-nisa 4:115)
• • •
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang Telah dikuasainya itu[348] dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Ayat ini menjelaskan ancaman terhadap mereka yang tidak mengikut jalan orang mukmin dan jemaah orang mukmin. Menurut Imam al-Syafie orang yang tidak mengikut ijma’ ,maka dia mengikut jalan lain iaitu jalan bukan orang yang mukmin. Maka layaklah dia mendapat balasan Allah SWT. Ini menjadi hujjah bahawa ijma’ wajib diikuti (Lamuddin Nasution 2001:87-89)
Al-Quran telah memerintahkan supaya taat kepada ulil amr seperti mentaati kepada Allah SWT dan rasulNya.
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Lafaz tersebut adalah umum termasuklah masalah agama dan dunia. Urusan dunia apabila dikaitkan dengan ulil amr ialah raja, pemimpin, dan penguasa manakala urusan agama ialah mujtahid dan ahli fatwa. Ibnu Abas menafsirkan ulama adalah ulil amr. Rasul pernah bersabda :Umatku tidak pernah bermuafakat mengenai kesesatan.Imam al-Syafie membenarkan ijma’ berdasarkan hadis yang membawa kaum muslimin menyesuaikan diri dengan masyarakat. Beliau menjelaskan bahawa seseorang yang tersisih dari orang lain boleh menjadi sesat tapi asyrakat mukmin lebih kuat dalam satu penyatuan. (Aghnides, Nicolas P. 1968,al-Jaburi 2005:56)
Syura yang baik diikuti dengan ijtihad adalah langkah untuk mencapai persepakatan pendapat. Para khulafa al-rasyidin selalu melakukan perundingan sesama mereka dalam sesuatu masalah. Contohnya kebijaksanaan Saidina Abu Bakar, biasa dijalankan dan didasarkan pada proses ijma’, penjualan barang yang belum ada hukumnya tidak sah kerana ia belum pasti. Kesepakatan ulama membolehkannya untuk memudahkan jalan keluar.Kesepakatan mereka harus berdasarkan kitab Allah, perintah, perbuatan, dan contoh-contoh daripada Rasulullah. ( Abdur Rahman I.Doi. 1993:102)
5.0 AL-QIYAS
5.1 DEFINASI AL-QIYAS
Qiyas pada bahasa ialah mengukur atau memastikan panjang, berat atau kualiti sesuatu, perbandingan dalam rangka memberi kesan dan kesamaan antara dua hal. (Muhammad Hashim Kamali. 1996:255). Qiyas bermaksud menggabungkan atau menyamakan dengan menetapkan suatu hukum kepada perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan sebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama.( http://id.wikipedia.org)
Menurut ulama’ usul , ia bermaksud menyamakan suatu kejadian yang tiada nas kepada kejadian yang lain yang mempunyai nasnya pada hukum tersebut kerana kesamaan kedua perkara tersebut pada illah. .( cAbdul Wahab Khallaf. 1984: 73)Ia merupakan prinsip hukum yang diperkenalkan untuk memperolehi sesuatu kesimpulan bagi masalah yang baru untuk kemaslahatan ummah.Walaubagaimanapun ia perlulah bersandarkan kepada al-Qur’an, sunnah,ijma’.Ia bukan suatu perkara baru keran telah dikenalkan dan digunakan sejak awal oleh para sahabat .Penggunaan racyu semakin meluas sehingga mewarnai aliran fekah yang dikenali sebagai ahlu al-racyi yang berkembang pesat (Lahmuddin Nasution. 2001.96-97) di bawah pimpinan Imam Abu Hanifah sebagai alat untuk mengendalikan sesuatu kebebasan berfikiran (Abdur Rahman I.Doi. 1993:108-109)
5.2 RUKUN QIYAS
Terdapat empat rukun Qiyas iaitu: (asal) pokok , cabang (furuc), hukum asal dan alasan (cillah) yang menyamakan antara asal dengan furuc (Mustafa al-khin 1987:17)
5.2.1 Pokok (asal) ialah sesuatu yang hukumnya terdapat dalam nas, ia dikenali sebagai maqis calaih (yang dipakai sebagai ukuran) mahmul calaih (yang dipakai sebagai tanggungan ) atau musyabbah bih (yang dipakai sebagai penyerupaan)
5.2.2. Cabang (furuc) iaitu sesuatu hukumnya tiada dalam nas, hukumnya adalah sama dengan asal, ia disebutkan sebagai al-maqis (yang diukur) , mahmul(yang dibawa), musyabbah(yang disamakan)
5.2.3. Hukum asal ialah hukum syara’ yang terdapat dalam nas berdasarkan asal dan dipakai hukum tersebut pada furuc
5.2.4. cIllah adalah keadaan tertentu yang dipakai sebagai dasar kepada hukum asal kemudian cabangnya disamakan dengan yang asal pada hukum permasalahan tersebut.(cAbdul Wahab Khallaf. 1984)
Antara misal qiyas berkaitan meminum arak dari buah anggur adalah asal kerana hukumnya telah disebut dalam nas yakni dengan kata-kata ‘maka jauhilah’.Larangan tersebut menunjukkan haram minum arak kerana illahnya memabukkan, kemudian jika arak tersebut dibuat dari kurma ia adalah furuc kerana ia tiada nas tetapi mempunyai persamaan ilah iaitu memabukkan.Oleh itu kurma dan anggur yang dijadikan arak disamakan pada hukum haram. Masalah kepimpinan khilafah Islam berlaku setelah kewafatan Rasulullah SAW. Sebelum mencapai kesepakatan ijma’ untuk memilih Saidina Abu Bakar, Nabi pernah memilih Saidina Abu Bakar sebagai kepimpinan rohani untuk bertindak sebagai imam solat jemaah. Ini merupakan landasan pembandingan bagi pemilihan Abu Bakar sebagai pemimpin. .(cAbdul Wahab Khallaf. 1984)
5.3 QIAS SEBAGAI HUJJAH
Jumhur ulama mengatakan bahawa qiyas adalah hujjah syarciyyah kepada hukum syara’ berkaitan manusia .Ia menjadi sumber yang keempat selepas al-Qur’an, al-Sunnah dan ijma’. Jika tidak dijumpai dalam nas-nas sebelum ini tetapi mempunyai illah yang sama maka ia dihukum mengikut nas yang asal. Jumhur ulama tersebut dinamakan sebagai mutsbit al-Qias(yang menetap qias).Ayat Qur’an yang digunakan sebagai dalil jumhur yang menetap qiyas tersebut ialah surah al-hasyr 59:2
• •
2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
Tempat pengambilan dalil tersebut ‘Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran’ adalah kiaskan kamu dengan mereka kerana kamu manusia seperti mereka, maka kalian akan dimpa siksaan seperti mereka.( cAbdul Wahab Khallaf. 1984:79)
6.0 PENUTUP
Sumber-sumber Islam sewajarnya menjadi rujukan yang penting dalam setiap aspek kehidupan umat Islam samada dalam bidang kepimpinan, hukum syara’, kesenian ,ekonomi dan sebagainya. Apabila seseorang menjadikan sumber Islam sebagai perlembagaannya, pasti segala yang dilakukan sentiasa pada jalan yang di redhoi ,mendapat rahmat dan perlindungan Allah SWT, Islam mempunyai sumbernya tersendiri. Oleh yang demikian, semua umat Islam mesti akur dengan ketetapan syara’ bukannya mengambil perundangan, kepimpinan mengikut kuffar kerana Islam itu sudah syumul merangkumi bidang keilmuan, kepimpinan, sosial ,politik dan sebagainya. Sumber hukum Islam adalah yang terbaik sebagai panduan umat Islam sepanjang zaman. Oleh itu, jumhur ulama merumuskan keempat-empat sumber tersebut disepakati menjadi dalil. Ia perlu mengikut susunan yang disebutkan iaitu sumber rujukan primier adalah al-Qur’an, jika tiada dalil daripada barulah menggunakan al-Sunnah kemudiannya diikuti dengan Ijma’dan diikuti pula dengan Qiyas.
7.0 RUJUKAN
Al-Qur’an
Abdur Rahman I.Doi. 1993. Shairicah kodifikasi hukum Islam. Jakarta: PT Rineka Cipta
Aghnides, Nicolas P. 1968. Pengantar Ilmu hukum Islam (terj). Solo:Ab Sitti Sjamsijah
Al-Jaburi, cAbdullah Muhammad al-Jaburi .2005. Al-Fiqh al-Islami baina al-isolah wa
al-tajdid. Jordan: Dar al-Nafais
al-khin, Mustafa, et al, 1992, Fiqh al-manhaji, (terj)Ansory Umar Sitanggal, Fiqih Syafi’i
sistamatis, Kuala Lumpur: Asy- Syifa Darul Fikir
Khallaf, cAbdul Wahab Khallaf, 1942, cIlmu Usul fiqh, Kaherah: Maktabah al-Dakwah
al-Islamiyyah.
Khallaf, cAbdul Wahab Khallaf. 1984. Kaidah-kaidah hukum Islam.(Terj) Bandung:
Risalah.
Lahmuddin Nasution. 2001. Pembaharuan hukum Islam. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Latief Muchtar. 1996. Hadis sebagai sumber ajaran Islam.Dlm Pengembangan pemikiran
terhadap hadis.Yogyakarta:Lembaga pengkajian dan Penamalan (LPPI)
Muhammad Hashim Kamali. 1996. Prinsip dan Teori hukum Islam.Yogyakarta:Pustaka
Fajar
Pengharaman Khinzir
Oleh Bintu Ismail
PENDAHULUAN
Islam adalah agama yang syumul. Ia telah menetapkan kepada umatnya apa yang dibolehkan dan apa yang diharamkan dalam kehidupan sesorang muslim.Apa yang ditetapkan itu adalah bagi menjaga kesihatan, kesejahteraan dan kesempurnaan hidup. Khinzir adalah binatang yang diharamkan kepada umat Islam memakan atau mengunakannya ia merupakan dosa besar dan perbuatan yang tidak beriman.(Ahmad H. Sakr 2005:1) Kini makanan dan barangan yang dijual di supermarket, pasar-pasar dan digunakan seharian tanpa disedari adalah daripada bahan yang diharamkan iaitu mengandungi daging khinzir atau produk sampingannya semakin meluas di pasaran. Ini amat membahayakan kepada umat Islam.
Al-Quran sebagai perlembagaan yang mesti diyakini pada setiap insan dan menjadi panduan umat Islam telah menerangkan kepada manusia pengharaman khinzir dengan dalil yang jelas. Di dalam kertas kerja ini secara ringkas, penulis akan membincangkan beberapa perkara mengenai latar belakang khinzir, permasalahannya, isu-isu, perbahasan ulama mengenainya dan hikmah pengharaman agar masyarakat lebih faham dan peka dengan keadaan yang melanda masyarakat muslim kini.
BAB 1
PENGENALAN KHINZIR
1.1 Takrif khinzir
Khinzir adalah daripada perkataan arab yang bermaksud babi. Jamaknya khanazir (Abdul Rauf Dato’ Haji Hasan et al 2005:15) tetapi perkataan ini telah dimelayukan dan digunakan oleh masyarakat di Malaysia.Ia adalah sejenis binatang mamalia yang tergolong dalam famili Suidae. (Ensiklopedia Global 2001:59) Istilah – istilahnya yang digunakan seperti khinzir jantan ialah khinzir jantan pada semua peringkat umur. Khinzir kembiri pula khinzir jantan yang dibuang melalui pembedahan. Khinzir muda ialah anak khinzir yang berumur kira-kira 8 minggu yang telah bercerai susu. Gerompok adalah kumpulan khinzir. Seperanak adalah kumpulan anak khinzir yang dilahirkan serentak oleh ibunya. (Ensiklopedia Dunia. 2005:5)Lemaknyanya di sebut dengan perkataan shortening atau animalfat iaitu minyak yang diperolehi dari khinzir. Manakala dagingnya pula kebiasaannya ditulis dengan perkataan pork atau porc atau ham atau baeon. (al Kailani 1996:246)
1.2 Latar belakang khinzir
Khinzir terdiri daripada khinzir jinak dan hutan (Ensiklopedia Global. 2001:5). Ia mempunyai banyak jenis yang jinak dan diternak di seluruh dunia iaitu baka utama ia mempunyai 8 baka khinzir yang biasanya diternak termasuk landrace, Amerika, berkhire, putih chester, duroc, hampshire, cina poland, swine bertompok dan yorkshire. Khinzir liar pula, ia adalah haiwan yang garang dan yang kuat tinggal di hutan. Ia termasuk khinzir hutan (razor-back), khinzir kutil (phacochoerus aethiopicus), khinzir rusa (babyrousa). (Ensiklopedia Dunia. 2005:3-9) Khinzir hutan ini seakan-akan khinzir jinak namun muncungnya lebih tajam dan bulunya lebih panjang, ekornya berbulu dan bertaring. Khinzir yang dipercayai dipelihara oleh manusia dipercayai dari keturunan khinzir hutan eropah. Di Malaysia terdapat khinzir hutan yang berjanggut dinamakan Sus barbatus dan Sus scrofa ia selalunya di jumpai di kampung-kampung (Ensiklopedia Global. 2001:59).
Secara umumnya khinzir mempunyai badan yang tegap, gempal, bulat dan berat. Ia diliputi bulu yang kasar dan keras. Berkulit tebal penuh kelenjar yang tiada pada mamalia lain, berkaki pendek.( Kamus Dewan 1997: 81)Kepala dan lehernya pendek dan tebal. Seekor khinzir tidak boleh disembelih pada lehernya kerana ia sendiri sebenarnya tidak mempunyai leher jika dilihat dari anatomi semulajadinya. Bagi orang Muslim sekiranya khinzir itu boleh disembelih dan sesuai untuk keperluan manusia, maka Tuhan tentunya akan menjadikan khinzir itu mempunyai leher. Ia gemar berkubang di dalam lumpur untuk membantunya menyejukkan badan. Ia mempunyai penglihatan yang lemah disebabkan matanya yang kecil. Ekornya pendek dan bergelung, berdengus dan meringking apabila sakit. Berat khinzir jantan dewasa sekitar 160-230 kg, manakala khinzir betina pula antara 140-200 kg. Muncungnya amat peka pada sentuhan dan kebiasaannya digunakan untuk menggali dan mendapatkan akar-akar tumbuhan. Ia mempunyai 34 atau 44 batang gigi. (Ensiklopedia Dunia. 2005:3-9).
Khinzir mempunyai kitaran pembiakan yang cepat dan boleh mengawan pada umur 8 bulan. Khinzir mempunyai anak yang banyak kebiasaannya ia melahirkan anak dari 8 hingga 12 ekor dalam satu masa (al Kailani 1996:246) dan ia mampu melahirkan sehingga 27 atau lebih setelah bunting 4 bulan. Pertumbuhan sepenuhnya pada umur setahun setengah hingga 2 tahun. Jangka umurnya sekitar 9-15 tahun. Khinzir adalah ¼ daripada daging yang di makan oleh penduduk dunia. Terdapat 840 juta di ladang seluruh dunia. China mempunyai 40% daripada jumlah khinzir yang terbanyak didunia kemudian diikuti oleh Amerika. Khinzir adalah sumber utama pendapatan bagi kebanyakan negara. Khinzir boleh diternak di tanah yang kecil. Penternak menumpukan usaha untuk mengeluarkan baka pembiakan. Pembiakan yang terpilih memakan makanan yang berkhasiat, kandang yang lebih baik menghasilkan kinzir yang lebih baik. (Ensiklopedia Dunia. 2005:4). Penternakan khinzir adalah bahagian penting daripada ekonomi negara China. Khinzir kini lebih cepat membesar daripada khinzir dahulu. Makanannya ialah bijirin, jagung, sampah-sarap, cacing, tikus, serangga dan haiwan-haiwan kecil . Di ladang-ladang sekarang ia diberi makan samapah sarap yang dimasak dan sisa makanan manusia. (Ensiklopedia Global. 2005:5)
Ia adalah haiwan yang mudah diserang penyakit dan penyakit tersebut akan menjangkiti pemakannya antara penyakitnya ialah ‘penyakit taun’ ia mempunyai virus taun dalam darah dan najisnya, ‘penyakit khinzir ersipelas’ menjangkiti manusia dan membunuh haiwan lain terutamanya ayam belanda dan ‘penyakit bang’ iaitu penyakit yang menyebabkan keguguran anak, luka-luka pada sendi, tulang belakang dan zakar (Ensiklopedia Global. 2005:5).
1.3 Kegunaan khinzir
Kebanyakan penduduk dunia menjadikan khinzir sebagai makanan iaitu potongan daging, tulang rusuk, daging betis dan sebagainya. Lemaknya dibuat masakan, daging betis dan daging kaki dibuat jeruk. Setengah agama di dunia ini mengharamkan memakan haiwan ini terutamanya agama Islam melarang keras pengunaannya.Ia akan diterangkan selepas ini.
Kulitnya diproses di kilang dan dijadikan pelbagai kegunaan harian manusia seperti tali pinggang, sarung tangan, kasut, bulu berus, bahan penebat dan sebagainya. Firma farmaseutikal membuat insulin dan ubat lain yang dinuat daripada kelenjar khinzir. Darahnya dijadikan baja, makanan haiwan dan ubat. Lemaknya dibuat sabun, lilin, minyak pelincir, krim pencukur, bahan letupan dan tulangnya pula apabila dikisar dijadikan minyak tulang, glu, baja, bahan makanan haiwan dan lain-lain. (Ensiklopedia Dunia 2005:6)
BAB 2
PENGHARAMAN KHINZIR
Allah SWT menjelaskan pengharaman memakan khinzir kepada umat Islam berdasarkan dalil-dalil tersebut. Dalil pengharaman termaktub dalam al-quran dan al – Sunnah.
2.1 Dalil dari al-Quran
Terdapat empat tempat di dalam al-Quran yang berbicara mengenai pengharamannya iaitu sepertimana firman Allah SWT:
• •
Maksudnya: Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging khinzir dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah (haram juga menurut ayat Ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah) tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(al-Qur’an al-Baqarah 2: 173)
• • •
Maksudnya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,daging babi, (daging haiwan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu menyembelihnya (binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati) dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah (Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu setelah ditulis masing-masing iaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam ka'abah. Apabila mereka hendak melakukan sesuatu. Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi) (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan pada hari ini, (masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh nabi Muhammad s.a.w.) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksadibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa (kerana kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa) sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Qur’an al-Maidah 5: 3)
• •• • •
Maksudnya: Katakanlah:"Tiadalah Aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - kerana Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha penyayang.
(al-Qur’an al-An’am 6:145)
•
Ertinya:Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(al-Qur’an al-Nahl 16:115)
2.2 Dalil ini disokong oleh hadis Nabi SAW antaranya ialah:
Daripada Abu Hurairah r. a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Demi Allah! Sesungguhnya telah hampir masanya Nabi Isa bin Mariam turun kepada kamu untuk menjadi hakim secara adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi serta tidak menerima cukai dan harta akan melimpah sehinggalah tidak ada seorangpun yang ingin menerimanya.(riwayat daripada Bukhari. Muslim, Termizi, Ibn Majah, Ahmad Ibn Hambal) Hadis ini adalah sohih.
Daripada Jabir bin Abdullah bahawanya Rasululullah SAW telah berkhutbah pada hari pembukaan Mekah: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya telah mengharamkan penjualan arak , khinzir, berhala untuk sembahan. Seorang sahabat telah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah pendapatmu mengenai lemak bangkai kerana ia dapat digunakan untuk mengecat perahu dan meminyak kulit serta digunakan untuk menyalakan lampu? Jawab Rasulullah SAW: Tidak, ia tetap haram, kemudian Rasulullah SAW telah bersabda Allah SWT telah memerangi orang-orang yahudi kerana ketika Allah SWT mengharamkan lemak ke atas mereka, mereka tetap mengambil lemak tersebut kemudian menjualnya lalu memakan hasil penjualan itu.(Hadis hasan ) (Riwayat Termizi dan Ibn Majah)
Daripada Abu Hurairah R.A bahawanya Rasulullah SAW telah bersabda: Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan arak dan harganya (wang hasil jualannya) mengharamkan bangkai dan harganya serta mengharamkan khinzir dan harganya. ( Riwayat Darulqutni)
2.3 Perbahasan ulama mengenai pengharaman khinzir
Terdapat sepuluh makanan yang diharamkan kepada umat Islam iaitu bangkai, khinzir, haiwan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, haiwan yang tercekik, dipukul, terjatuh dari tempat yang tinggi, ditanduk dan diterkam oleh binatang lain serta yang disembelih untuk berhala. Ini meninterperetasikan bahawa khinzir adalah salah satu yang diharamkan oleh Islam kepada umatnya. Penjelasan ulama berkaitan khinzir seperti berikut:
Menurut al Tabarī dalam tafsirnya (1992) bahawa Allah SWT mengharamkan kepada kamu memakan makanan yang sudah menjadi bangkai, darah dan daging khinzir. Selain itu tidak diharamkan kepada umat Islam. Ibnu Kathīr (2004: 324) menjelaskan pengharaman ini adalah kepada daging yang disembelih atau mati sendiri .al-Marāghī (2001: 331)menyebut dalam tafsirnya berkaitan pengharaman khinzir kerana khinzir membahayakan manusia terutama negeri-negeri tropika sebagaimana yang dibuktikan dari pengalaman hasil kajian. Menurut ahli tafsir al-Qurthubi pula menyebut ijma’ ulama bahawa semuanya diharamkan kecuali bulunya kerana ia tidak dimakan oleh manusia. ( Profesor Dr. Hj Abdul Malik Abdul Karim. 1999: 385)
al-Māwardi (t.th) pula menafsirkan daging khinzir kepada dua pendapat iaitu pengharaman ke atas dagingnya sahaja kerana ringkasan daripada nas tersebut. Pendapat itu adalah pendapat daripada Dāud bin Ăli manakala pendapat kedua, mengatakan pengharamannya adalah umum kepada keseluruhan khinzir, nas yang menerangkan daging tersebut adalah kepada keseluruhan khinzir kerana dagingnya adalah kebanyakan daripada anggota khinzir tersebut, pendapat ini adalah pendapat daripada jumhūr culama. Menurut Profesor Haji Bustam A. Ghani dalam al-Quran dan tafsirnya menyebut bahawa pengharaman khinzir termasuklah semua anggotanya kerana ia mengandungi kuman yang berbahaya dan suka memakan bangkai tikus dan zat-zat yang kotor dan sukar dicernakan.
Syiekh Atiyah Saqr dalam Ahsān al-Kalām fi al-Fatāwā wa al-ahkām (t.th. 236 – 237) pula menjelaskan pengharaman memakan daging termasuklah semua bahagian dari lemak, hati, limpa,atau tulang yang di dicincang bersama daging samada khinzir yang liar, khinzir jinak ( Profesor Dr. Hj Abdul Malik Abdul Karim. 1999: 385) dan lain-lain . Sesungguhnya gantinama (damīr) di dalam firman Allah "sesungguhnya ia adalah kotor" merujuk kembali kepada perkataan khinzir dan bukan kepada perkataan daging kerana pengharaman dagingnya di ketahui pada teks ayat tersebut, maka jika kembali kepada damīr, ia memerlukan kebebasan perkataan lebih dari faedah pembentukannya, maka menjadi wajib kalimat 'khinzir' memberi faedah kepada perkataan yang mengharamkan keseluruhan bahagiannya dan dengan pengharaman mana-mana bahagiannya menunjukkan ia adalah najis kerana sesungguhnya Allah telah mensifatkannya sebagai kotor dan kotor adalah najis, Jumhūr fuqaha' menyatakan kenajisan yang hidup dan yang mati berdasarkan dalil ayat-ayat ini dan jika dalil ini dibincangkan, maka najis itu dikelaskan sebagai najis hukum iaitu haram di makan, dan bukan najis cain (najis material) sebagaimana kenajisan kaum Musyrikin sebagaimana firman Allah swt : "Sesungguhnya orang Musyrikin itu najis", maka ia adalah kenajisan ictiqad dan bukan najis material, maka tidaklah dikatakan setiap seorang Musyrikin itu najis contoh lagi di dalam firman Allah swt :"Bahawa sesungguhnya arak dan judi dan pemujaan berhala dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan", maka kenajisan penyembah berhala dan meramal nasib adalah dari segi hukum dan ianya haram, dan bukanlah najis cain (material).
Justeru, apabila dilihat daripada pelbagai pandangan ulama maka penulis menyimpulkan bahawa pendapat jumhūr yang menyatakan pengharaman khinzir adalah secara umum iaitu apa-apa sahaja yang berkaitan dengan khinzir samada dagingnya, kulitnya, lemaknya, bulu atau sebagainya yang jinak mahupun yang liar ada manfaat atau sebaliknya. Ia digunakan untuk perubatan atau keperluan harian ia tetap diharamkan kepada umat Islam kerana pengharamannya sudah jelas oleh Allah SWT kepada penganutNya.
BAB 3
ISU-ISU KHINZIR
3.1 Sosej usus dan enzim khinzir
Isu sosej keluaran sebuah syarikat yang digembar gembur bahawa syarikat tersebut telah mengeluarkan sosej bersalutkan usus khinzir dengan cop halal JAKIM. Ini menunjukkan JAKIM telah memberikan pengiktirafan HALAL pada usus khinzir yang menyaluti sosej. Kaum Muslimin di Malaysia kurang perihatin terhadap isu tersebut. Bukan sekadar tiada tindakan undang-undang dari pihak rakyat Malaysia beragama Islam yang ditipu oleh pihak-pihak Kapitalis yang tidak bertanggung jawab, mereka sibuk dengan satu ritual yang tidak pernah diajar oleh Rasulullah S.A.W. malah tidak pernah dilakukan oleh umat Islam semenjak Rasulullah S.A.W. menerima wahyu di gua Hira sehinggalah apa yang berlaku di Malaysia ini. Sudahlah hak mereka di sisi undang-undang tidak mereka perjuangkan, mereka muncul di kaca televisyen dengan aktiviti yang hanya akan menjauhkan bukan Islam dari agama Islam yang mulia (Maszlee Malik 2005) dan di Indonesia pada 10 Januari 2001 pula di kejutkan dengan berita mengenai penghasilan serbuk perisa Ajinomoto daripada enzim berasaskan sumber khinzir dengan menggunakan Bactosoytone iaitu zat makanan yang dijadikan ibu dalam proses penapaian. Ia terhasil daripada protein kacang soya yang dipecahkan dengan menggunakan enzim yang diekstrak daripada penkreas khnizir. ( PANDUAN.2006:158)
3.2 Virus selsema burung
Virus ini bukan sahaja pada burung, itik dan ayam tetapi ia juga dikesan di dalam ternakan khinzir di Lembah Gelders, Belanda. Berasaskan pengetahuan semasa, tidak terdapat kes jangkitan virus H5N1 kepada manusia melalui ayam mentah, dibekukan atau makanan beku berasaskan ayam. Oleh kerana virus H5N1 mudah musnah apabila dipanaskan, jangkitan selsema burung tidak merebak melalui daging ayam yang dimasak dengan sempurna.
Kerisauan terhadap jangkitan selsema burung. Terdapat beberapa sebab kekhuwatiran terhadap jangkitan selsema burung.
1. Jangkitan selsema burung mengakibatkan banyak kes kematian.
2. Influenza A yang menyebabkan selsema burung mempunyai keupayaan dan kecenderungan untuk berubah dan bergabung dengan virus sub-jenis influenza dalam manusia, menghasilkan sub-jenis Influenza A yang baru. Sub-jenis baru ini mampu mempunyai ciri-ciri virus selsema manusia yang mudah menjangkiti sesama manusia. Ketiadaan daya ketahanan kepada virus jenis baru ini disebabkan tiadanya jangkitan lepas dan ketiadaan vaksin kepada virus ini untuk mengawal wabak selsema burung, mampu menyebabkan kes jangkitan dan kematian yang tinggi di kalangan penduduk dunia.(Mohamed Yosri Mohamed Yong. 2007.)
3.3 Tiga pengusaha ternakan khinzir dikesan bermasalah
Jawatankuasa penyiasat telah mengesan tiga ladang ternakan khinzir iaitu sebuah di Tapah Road, sebuah di Bidor dan sebuah lagi di kawasan Air Kuning yang menimbulkan masalah pencemaran bau busuk. Faktor yang dikesan berlakunya masalah pencemaran ini adalah kerana kedudukan ladang-ladang terbabit yang jaraknya hampir dengan kawasan kediaman, jalan raya dan tidak menguruskan ladang penternakan mereka dengan baik. Sementara itu, Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Ayer Kuning, Dato’ Samsudin Hasan telah mengadakan dialog tujuh pengusaha penternakan khinzir dalam DUN Ayer Kuning bagi mencari jalan dan menangani masalah pencemaran bau busuk najis khinzir yang melibatkan kawasan berhampiran perkampungan Melayu. Beliau juga telah meninjau kawasan pembuangan sisa khinzir di Kampung Pulau Tiga untuk melihat secara dekat bagaimana air kolam yang mengandungi sisa najis khinzir mengalir keluar ke dalam parit sebelum menyusuri ke Sungai Batang Padang (http://berita.perak.gov.my/mei05/muka5.htm)
Penerokaan hutan bakau dan sisa ternakan khinzir juga adalah antara punca kepupusan sumber perikanan yang kritikal. Kepupusan ikan di Pulau Mutiara itu dikaitkan dengan pemusnahan atau pembangunan hutan bakau seperti di kuala Sungai Pinang dan Sungai Chenaam di Seberang Prai. Difahamkan kira-kira 140 hektar kawasan bakau di Kuala Sungai Pinang sudah dimajukan menjadi kolam ternakan udang manakala bakinya hanya kira-kira 200 hektar. Rantaian ekosistem marin musnah apabila paya bakau musnah.Turut membimbangkan ialah pelepasan sisa industri dan ternakan khinzir termasuk ternakan secara komersil di Gertak Sanggul. Pihak berkuasa mengesan kewujudan antibiotik dalam perairan di situ daripada najis khinzir yang dibuang. Keadaan ini turut mengancam kesihatan orang ramai. Penemuan bahan itu dibuat hasil kajian makmal baru-baru ini.(Kamal Ahmad, 1999)
3.4 Kasut kulit khinzir
Kasut kulit yang dibuat daripada kulit khinzir banyak terdapat di pasaran. Harganya juga murah. Kebiasaannya peniaga-peniaga tidak mempamerkan tanda amaran kulit khinzir untuk mengelakkan kerugian kerana orang Islam secara khususnya tidak berminat untuk masuk ke premis-premis yang terdapat barangan daripada kulit khinzir. Kulit khinzir biasanya digunakan untuk membuat kasut, tali pinggang dan beg.(akmanizam online)
3.5 Kapsul gelatin
Pada 1991 CAP mendapati 3 buah syarikat farmaseutikal telah membekalkan ubat-ubatan dan suplimen vitamin yang berada di pasaran Malaysia adalah diperolehi daripada kulit khinzir dari Amerika. Kira-kira 60% daripada gelatin digunakan oleh Syarikat Parke-Davis di Kanada setiap tahun ialah daripada kulit khinzir. Ia didedahkan dalam buku yang berjudul Gelatine: An Overview of the World Market with Special Referance to the potiential for developing countries( PANDUAN.2006:104)
3.6 Wabak JE (Japanese Encephalitis)
Wabak JE yang merebak pada 1998 beberapa negeri di Malaysia telah meragut banyak nyawa. Kerajaan telah memperuntukkan sebanyak jutaan ringgit untuk kos vaksin iaitu RM 25juta untuk penduduk dan RM 7.5 juta pula untuk 500 000 khinzir.Virus ini merebak dalam ternakan khususnya khinzir. Penyakit ini dikesan di Jepun ada tahun 1935 dan di Malaysia pertama berlaku terhadap tahanan British ada tahun 1951. Virus ini menyebabkan demam-demam, kejang otot, dan boleh membawa maut. Badan Kesihatan sedunia (WHO) menganggarkan lebih kurang 50 000 kes berlaku di seluruh dunia setiap tahun dan 10 000 daripadanya telah maut. Wabak ini memberi amaran agar manusia mematuhi perintah Allah SWT. (Hussain Mat Din 1999: 60-61)
BAB 4
PERMASALAHAN KHINZIR DAN FATWA
4.1 Memelihara khinzir dan berniaga khinzir di negara Islam
Menurut fatwa yang dikeluarkan oleh Mufti Brunei menyatakan bahawa perkara ini tiada kena mengena dengan ekonomi orang Islam tetapi ada juga yang mengambil kesempatan untuk mengaut keuntungan walaupun melanggar aturan agama, adat dan kesihatan. Islam membenarkan non-muslim memelihara khinzir, meminum arak dan merayakan perayaan asalkan tidak menzahirkan perkara tersebut kepada umat Islam. Ini telah disebut dalam al-Minhāj karangan Imam Nawawi. Islam melarang meyakiti umatnya dengan khinzir dan kandang-kandangnya kerana ia adalah haiwan yang kotor dan najis. Ini dapat dilihat bahawa Islam amat memelihara kebersihan dan kesihatan penganutnya dan tidak menggalakkan memelihara dan membiakkan khinzir.(Awang Hj Ismail .2001.244)
4.2 Penjualan daging khinzir secara terasing
Apabila penjual menjual secara terasing dan tidak dilihat oleh orang-orang Islam serta tidak mengganggu mereka, maka adalah harus bagi kerajaan Islam memberi kemudahan tapak tanah khas untuk orang-orang bukan Islam menjual daging khinzir itu. Ini supaya daging khinzir itu tidaklah terdedah sehingga dapat dilihat oleh orang-orang Islam, pada masa yang sama ia merupakan satu cara mengawal kesihatan dan juga mengelakkan fitnah (kekacauan) yang berpunca daripada kegelisahan orang ramai sekiranya daging-daging khinzir itu mudah dilihat dan dijumpai di kalangan orang ramai itu.
Jikalau berbangkit perkara fitnah yang boleh menimbulkan dua mudarat di dalam sesuatu masalah seperti masalah tiada kemudahan bagi orang-orang bukan Islam menjalankan urusan mucamalahnya, maka kerajaan Islam bolehlah mengambil mudarat yang lebih ringan, tambahan lagi tindakan ketua negara Islam itu ialah berdasarkan maslahah, sebagaimana kaedah menyebutkan:
تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة.
Ertinya: "Tindakan ketua negara ke atas rakyat terikat dengan maslahah. "
Dalam pada itu, apabila kerajaan memberi kemudahan yang dimaksudkan, ia perlu diingat bahawa apa yanag dilakukan hanyalah untuk memenuhi hajat atau keperluan semata-mata tanpa menjejaskan orang Islam sendiri seperti terjejas aqidah atau lain-lain kepentingan mereka, hatta sekadar kepentingan duniawi sekalipun. Maka kerana itulah pemilihan tapak tanah contohnya, jenisnya bukanlah yang bermutu (prime land) sehingga boleh merugikan umat Islam samada dalam jangka pendek mahu pun jangka panjang. Kerajaan harus mengambil sewa yang munasabah sepertimana sewa kepada kemudahan yang lain iaitu sekiranya ia disediakan oleh kerajaan. (Awang Hj Ismail 1998:102-114)
4.3 Menyentuh tin yang mengandungi khinzir
Apabila seseorang hanya menyentuh tin yang tiada terdapat zat khinzir tersebut sekiranya sama-sama kering, tidak perlu samak cukup sekadar membasuh anggota yang terkena najis dengan sabun. Apabila merasa ragu-ragu yang salah satu daripadanya basah maka hendaklah disamak.Tersentuh barangan tin yang di dalamnya mengandungi daging khinzir tidak perlu disamak. (http://www.muftiselangor.gov.my)
BAB 5
HIKMAH DAN BUKTI PENGHARAMANNYA.
Sebab musabab pengharaman sebenarnya hanyalah diketahui oleh al-Khalik sahaja, namun umat Islam perlulah yakin bahawa setiap sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT pasti ada hikmah yang tersirat disebaliknya, kadang-kala manusia tidak mengerti hikmah tersebut lalu mereka melanggar perintah Allah SWT. Sejak mutakhir ini, banyak kajian saintifik dilakukan dan manusia yang diberi akal yang baik oleh Allah SWT ini mampu menerokai hikmah tersebut. Oleh itu, kajian tersebut dapat menguatkan lagi keimanan umat Islam tentang pengharaman khinzir.
Antara hikmah diperolehi ialah seseorang yang tidak memakan khinzir dapat menjaga kesihatan fizikal, pendidikan moral, agar mereka dapat membangunkan kehidupan yang sejahtera dan mangajar umatnya hidup dalam keadaan persekitaran yang bersih. (PANDUAN. 2006: 78) Justeru Allah SWT telah menggariskan kepada umatNya agar meninggalkan dari memakan dan menggunakan apa-apa yang berkaitan dengan khinzir. Islam menggalakkan supaya umat IslamNya berfikir, mengingati, mengkaji dalam setiap aspek kehidupan. Pengharaman ini juga untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana seseorang memajukan dirinya dengan cara yang benar ke arah menjadikan satu unit yang sihat dalam struktur keluarga, masyarakat dan ummah seluruhnya.(PANDUAN. 2006: 79). Ini terbukti membawa kemudhoratan kepada manusia melalui beberapa aspek antaranya ialah:
5.1 Bukti dari aspek agama
Pengharaman memakan khinzir bukan sahaja kepada umat Islam namun ia juga diharamkan kepada agama yahudi dan agama kristian. Ia telah di jelaskan sejak zaman Nabi Musa.
( Profesor Dr. Hj Abdul Malik Abdul Karim. 1999: 385). Memang tidak dinafikan bahawa penganut kristian, mereka menganggap memakan daging khinzir tidak salah dari segi undang-undang kerana Bible tidak menghalang pengambilannya tetapi apabila diamati dari kandungan hasil sastera menunjukkan Nabi Isa tidak memakan daging khinzir sepanjang hidupnya. Perkara ini dibuktikan oleh Bible sendiri dalam Perjanjian Lama Kitab Imamat Leviticus fasal 11, ayat 7-8 berkaitan dengan daging khinzir ini, kata Bible: Dan khinzir sesungguhnya mempunyai kuku tapaknya terbahagi, mempunyai dua belahan tetapi tidak memamah , khinzir bagimua itu adalah tidak bersih, janganlah kamu makan, dan bangkainya janganlah kamu sentuh , ia adalah tidak bersih untuk kamu.
H.L Hasting pula menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Will The Old Book Stand” halaman 92:“Khinzir telah dijadikan untuk pemakan bangkai untuk memakan benda-benda yang kotor dan menjijikkan tetapi apabila ia telah makan tidak diperuntukkan kepada manusia untuk memakan mereka.”
Rev C.L Vories menyatakan dalam “The Hog” halaman 26”:
Kitab Bible telah pasti dan terang melarang memakan daging khinzir kepada semua yang menyayangi kata-kata tuhan mereka dan akan mentaati ajaranNya tidak akan langsung bertanya soalan kenapa dan patutkah mereka manahan diri dari mamakan makhluk yang kotor itu.
Apabila dilihat pada pandangan Islam sendiri, kedatangan Nabi Muhammad SAW untuk menyucikan agama kristian dan yahudi dan melengkapi ajaran – ajaran agama sebelumnya. Oleh itu jelaslah kepada seluruh manusia bahawa Islam datang mangkukuhkan lagi larangan keras memakan khinzir seperti yang telah dijelaskan pada bab 2.
5.2 Bukti dari aspek perubatan
Memakan daging khinzir menyebabkan pelbagai penyakit kerana khinzir memakan benda-benda yang menjijikkan(al-Kailani 1996: 246).Orang bukan Islam yang lain dan ateis akan hanya bersetuju jika mereka dapat diyakinkan melalui sebab, logik dan sains. Allah SWT membuka rahsia pengharamannya, ulama telah mengemukakan terdapat pelbagai penyakit yang tidak diketahui oleh manusia sebelum ini(al -Shacrāwi. T.th) bahwa boleh menyebabkan tidak kurang daripada tujuh puluh jenis penyakit yang pelbagai. Terdapat beberapa parasit-parasit dan bakteria yang mengerumuni khinzir dan hidup dalam dagingnya yang akan memindah kepada seseorang yang memakannya dengan pelbagai penyakit kepada manusia seperti cacing pipih/pita, cacing gelang, cacing kerawit, faciolopis buski, paragonimus, clinorchis senesis dan ersyipelothorix rhnsiphayhiae.(Ahmad H.Sakr 2005:13)
Antara yang berbahaya adalah Taenia Solium, iaitu menurut istilah umum, cacing pita. Ia tersimpan di dalam usus dan sangat panjang. Ovumnya, iaitu telur memasuki aliran darah dan mampu mencapai hampir ke semua organ tubuh. Bagi menyempurnakan kitaran hidupnya, ia akan membentuk risa kista/pundi (lihat lampiran A) , jika ia memasuki otak, boleh mengakibatkan hilang ingatan, kekejangan urat, hesteria, kegilaan. Jika memasuki jantung, boleh menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.(Ahmad H.Sakr 2005:14) jika memasuki mata akan menyebabkan buta, jika memasuki hati akan mengakibatkan kerosakan hati. Ia boleh merosakkan hampir ke semua organ tubuh. (http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat) Setelah risa kista memasuki badan manusia, suatu yang mustahil untuk menghancurkannya dengan ubat.
Dr Muhammad Jaffer menulis dalam rencananya Januari 1967 menyenaraikan 16 jenis kuman berbahaya yang ditemui dalam daging kinzir. Jumlah pesakit yang menghidapi penyakit cacing pita yang tertinggi di dunia adalah penduduk yang memakan daging khinzir. (PANDUAN 2006:80)Tanggapan salah paling umum mengenai daging babi ialah jika ianya dimasak dengan betul, ovum-ovum tersebut akan mati. Dalam satu projek penyelidikan yang dijalankan di Amerika, didapati daripada 24 orang yang menghidap Trichura Tichurasis, 22 telah memasak daging babi tersebut dengan betul. Ini menunjukkan bahawa ovum yang terkandung di dalam daging khinzir tidak mati pada suhu masakan yang normal. (http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat)
Menurut Rizvi dalam bukunya ‘Pork’ halaman 30 menyebut berkaitan dengan khinzir, ianya pembawa banyak penyakit yang serius dan boleh membawa maut seperti disenteri, trikinosis ( lihat lampiran B ), penyakit kuning, kelemasan, sekatan usus, demam kuat, demam kepialu, ketempangan, keguguran, mandul, cirit birit, kematian secara mengejut dan lain-lain. (Ahmad H.Sakr 2005:14)
Dr Ebrahim Kazim telah menukilkan dalam rencananya yang berjudul ‘Medical aspect of forbidden food in Islam’ telah menerangkan bahawa khinzir ialah binatang yang memakan apa sahaja yang mendatangkan pelbagai penyakit kepada manusia, penyelidikan tertumpu kepada penyakit nyanyuk. Usia yang meningkat mempunyai pengerasan lapisan saluran darah ke jantung dan otak dalam proses yang dinamakan aterosklerosis. Apabila berlakunya pembekuan darah ia mengakibatkan trombosis koronari (serangan jantung) dan trombosis serebrum (strok) (PANDUAN 2006:80)
5.3 Bukti dari aspek kajian kimia
Khinzir mempunyai bahan pembina lemak. Daging babi mempunyai sangat sedikit bahan membina otot dan mengandungi lemak berlebihan. Suatu yang mustahil untuk memisahkannya lemak-lemak tersebut daripada dagingnya. Tahap lemak yang tinggi mengakibatkan hipertensi (tekanan darah yang terlalu tinggi) dan serangan jantung, cirit birit jika iklimnya panas, seriwan (sprue) di daerah-daerah lain (Ahmad H. Sakr 2005: 22)
Tidak menghairankan bahawa lebih 50% rakyat Amerika menghidap hipertensi. (http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat)Pakar khasiat makanan menasihati pesakit agar mangurangkan penggunaan daging khinzir kerana ia mengandungi 67% asid-asid lemak polyun saturated fatty asid (PUFA), 1/3 daripada jumlah asid lemak adalah asid tepu yang tidak boleh dihidrolisiskan. Keadaan ini menyebabkan tahap trigliseraid (TG) dalam plasma dan kolestrol yang tinggi (Ahmad H.Sakr 2005:14). Mengikut hasil penyelidikan menyatakan lemak khinzir melebihi kandungan lemak daging-daging lain seperti daging lembu, kambing, dan lain-lain dan mengambil masa yang sama untuk dihadamkan. (PANDUAN 2006:80) Ia diakui oleh Profesor HAMKA bahawa makan kotor yang dimakan oleh khinzir tersebut menggemukkan badan dan tidak sepatutnya badan manusia dipergemukkan oleh perkara tersebut.
5.4 Bukti dari segi tingkahlaku
Segala karekter dan tindakannya seseorang insan akan dipengaruhi oleh makanan yang dimakannya contohnya eksperimen yang dijalankan kepada kanak-kanak untuk melihat kekurangan zat makanan mengikut pencapaian intelektual dan integrasi deria rasa dan didapati mekanisme memberi pengaruh secara langsung dan tidak langsung kepada kanak-kanak tersebut. Ini menunjukkan jenis makan memberi kesan kepada tubuh dan mempengaruhi seseorang. Contoh eksperimen yang lain pula pernah dilakukan di Maryland, Amerika Syarikat telah mendapati kanak-kanak yang tidak memakan daging , mereka tidak mempunyai protein haiwan. Ini menyebabkan kanak-kanak tersebut tidak boleh bertoleransi, tidak bersosial, tidak agresif dan hyperaktif selepas itu mereka diberi diet yang mempunyai protein haiwan keadaan sikap dan kelakuan mereka dapat kembali normal.
Khinzir adalah satu-satunya haiwan yang merelakan pasangannya mengawan dengan khinzir yang lain di hadapannnya . Khinzir betina mendapat kebenaran dan tiada malu untuk mengawan dengan mana-mana khinzir jantan sekalipun, sedangkan pasangannya tidak cemburu terhadap apa yang dilakukan. Keadaan ini seolah-olah khinzir betina itu sebagai pelacur yang paling teruk manakala khinzir jantan pula tidak mempunyai moral yang baik dengan membiarkan pasangannya mengawan dengan khinzir jantan mana yang diingini. Justeru, seseorang yang memakan daging khinzir akan mempengaruhi personalitinya termasuklah melakukan zina dan homoseksual (Ahmad H.Sakr 2005:19-20)
Di Amerika, kebanyakan orang memakan daging babi sering kali selepas majlis tari menari, mereka akan bertukar-tukar isteri, dan berkata"Anda tidur bersama isteri saya dan saya tidur bersama isteri anda." Mungkin budaya memakan daging babi menggalakkan budaya babi. Rakyat India menganggap Amerika sebagai sebuah negara yang paling maju dan canggih. Apa sahaja yang mereka lakukan, akan menjadi ikutan beberapa tahun kemudian. Menurut rencana di dalam majalah Island, amalan bertukar-tukar isteri telah menjadi kebiasaan di kawasan mewah(http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat)
Ia merupakan pembangkai ciptaan Allah (S.W.T.) terbaik misalnya di perkampungan India, kebiasaan penduduknya tidak mempunyai tandas moden dan penduduk kampung membuang najis di tempat terbuka. Selalunya najis tersebut dimakan oleh khinzir. Mungkin ada yang berhujah bahawa di negara-negara maju seperti Australia, babi diternak ditempat yang bersih. Walaupunpun kawasan tersebut bersih, realitinya ia tetap haiwan yang kotor kerana khinzir itu ditempatkan bersama di dalam kandang. Khinzir memakan dan menikmati najis mereka sendiri serta najis khinzir lain.
Di dalam buku yang ditulis oleh Profesor Biokimia dan pakar pemakanan Ahmad H.Sakr, beliau ada mengatakan bahawa khinzir juga mengikuti lembu di ladang untuk memakan najis haiwan tersebut kemudian khinzir ini diambil dagingnya lalu dipasarkan di pasar-pasar awam. Rev.Vories menyebut dalam bukunya The Hog “Lihatlah khinzir itu apabila ia berkubang dalam lumpur. Lihatlah di setiap kemuncak kemegahannya di atas baja dengan kepalanya dimasukkan ke dalam longgokan najis dan menunjukkan keseronokan dan kepuasan yang dinikmatinya dengan bunyi rengus yang berturut-turut (Ahmad H.Sakr 2005:21-22)
5.5 Bukti dari segi sejarah
Apabila diimbau sejarah terdahulu, bangsa Israel yang dimaklumi sebagai bangsa yang sentiasa melanggar perintah Allah SWT dan dilaknat oleh Allah SWT dengan sikap tersebut.Ada di kalangan mereka yang dungu dan penyembah berhala dan ada juga yang hilang matlamat hidup dan bertukar pemikiran mereka menjadi seperti kera dan cimpanzi. Mereka menjadi kotor , gelojoh dan mengikut cara hidup khinzir. Perkara ini telah disebutkan dalam Bible iaitu iblis dihantar menjadi khinzir:
“Apabila Nabi Isa telah sampai ke suatu tempat (Gergesenes) beliau telah berjumpa dengan dua manusia yang dirasuk syaitan, keluar dari kubur dalam keadaan sangat garang supaya tiada manusia dapat melalui kawasan tersebut tiba-tiba mereka berkata: “Apa yang harus kami lakukan dengan kamu Isa, adakah kamu datang untuk menyiksa kamu sebelum waktunya?” tidak jauh dari tempat tersebut terdapat sekumpulan khinzir sedang makan.Maka syaitan itu merayu kepada Isa lalu berkata: “Jika kamu menghalau kami, benarlah kami mengikut kumpulan khinzir itu” dan berkata Nabi Isa kepada mereka “pergilah”. Apabila mereka telah keluar dari tempat itu mereka menyertai kumpulan khinzir tersebut dan tiba-tiba seluruh kumpulan khinzir itu berlari dengan ganas ke arah tempat yang curam menghala ke laut dan binasakan di dalam air laut tersebut.” (Matthew. Bab 8:28-32)
Dalam surah al Maīdah pula Allah SWT telah berfirman:
•
Katakanlah: "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, iaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan khinzir dan (orang yang) menyembah thaghut?". mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus (al-maidah 5:60)
Abdullah Yusuf Ali telah menyatakan terdapat kemungkinan kedua-duanya kera dan khinzir telah diqiaskan mereka telah memalsukan kenyataan yang telah disebutkan oleh Allah SWT akan menjadi penderhaka seperti kera dan telah kehidupan yang gelojoh dan berubah menjadi khinzir. Seseorang manusia boleh memikirkan tentang hikmah pengharaman khnizir kerana manusia akan turun kedudukannnya ke peringkat binatang disebabkan perbuatan tersebut.Oleh yang demikian tidak wajarlah kepada umat manusia memakan khnizir.
(Ahmad H.Sakr 2005:8-9)
PENUTUP
Dalam pembahasan secara ringkas di atas, penulis dapat menyimpulkan bahawa kejadian khinzir yang diharamkan oleh Allah SWT kepada umat menunjukkan bahawa Islamlah agama yang terbaik, syumul lagi benar di sisi Allah SWT . Ia amat menitik beratkan penganutnya agar sentiasa mendapat kesihatan yang baik, tidak memakan haiwan yang buruk perangainya yang dapat mempengaruhi seseorang yang memakannya. Allah SWT mengangkat martabat manusia ke peringkat yang terpuji bukannya hamba yang rendah martabatnya sepertmana Firman Allah dalam surah al-Tīn ayat 4 yang bermaksud: Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Masalah yang berlaku dapat diselesaikan dengan fatwa yang dikeluarkan dan isu-isu yang timbul perlulah di selesaikan segera agar ia tidak menjadi barah kepada masyarakat muslim. Banyak hikmah yang diperolehi apabila kajian-kajian yang dilakukan mutaakhir ini menambahkan keimanan kepada umat Islam yang bahawa setiap yang diharamkan itu pastinya mempunyai hikmah yang tersembunyi walaupun Rasullullah SAW tidak menyebutkan secara saintifik semasa ayat Allah diturunkan, berkat kesungguhan saintis, sarjana, usaha penyelidikan yang dilakukan amat memberi impak yang positif kepada umat manusia. Usaha ini perlu di perluaskan lagi agar mereka dapat mendedahkan rahsia yang ditemui untuk kemaslahatan ummah. Kemudhoratan yang ada pada khinzir tidak dapat disangkalkan lagi.
Oleh itu, penulis menyeru kepada pembaca agar menitik beratkan perkara tersebut samada dalam pemakanan atau keperluan harian yang digunakan kerana ia memeberi kesan kepada ibadah, akhlak, kehidupan seseorang. Berilah makanan kepada tubuh dengan makanan yang baik kerana dengan makanan yang baik akan memudahkan seseorang melakukan perintah Allah SWT dan manusia akan terhindar dari pengaruh yang mazmūmah. Mudah-mudahan kertas kerja ini dapat memberi manfaat kepada semua pembaca.
Wa llahu a’lam
RUJUKAN
Al-Qur’an
Abd Rauf Dato’ Haji Hasan. 2005. Kamus. Shah Alam: Fajar bakti
Ahmad H.Sakr. 2005. Daging Babi (pork) sebab penolakannya. Kuala Lumpur: Saba Islamic media.
al-Kailani, 1996. al –Haqāiq Tabibah fī al-Islām. Dār kalām
al -Shacrāwi. T.th. Tafsīr al- Shacrāwi. Mesir: ahbar al- yaum
al-Māwardi, Abi Hasan Ăli bin Muhammad .th. al Nukat wa al-ūyūn Tafsir al-
Māwardi.Bil 1. Beirut: Dar al-Kūtūb al Īlmīah
al-Nasā’i, 1993 Sunan al Nasā’i (terj) Ustaz Bey Arifin Yunus Ali. Bil 4. Semarang: CV Asy
Syīfa’
al-Termīzī 1999. Sunan al-Termizi. Bil 3. Kaherah:Dār al Hadīs Sunān
Awang Hj Ismail .2001. Fatwa mufti kerajaan 1962-1969. Brunei: Jabatan Mufti
kerajaan.
Ensiklopedia Dunia. 2005. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka.
Ensiklopedia Global. 2005. Kuala Lumpur: SmartGenie Corporation Sdn. Bhd.
HAMKA. Profesor Dr. Abdul Malik Abdul Karim. 1999. Tafsir Al- Azhar. Jil 1.
Singapura: Pustaka Nasional.
http://berita.perak.gov.my/mei05/muka5.htm[15/8/07]
http://suarajumaat.kym.edu.my[15/8/07]
Hussain Mat Din. 1999. Nyamuk, babi, dan Japanese encephalitis dalam Majalah
Agromedia. Bil 6. Kuala Lumpur: Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian
Malaysia (MARDI)
Ibn Kathīr. 2004.Tafsir Ibnu Kathīr .terj. Abdul Ghaffar . Jil 1. Bogor : Pustaka Imam
al-Syafie .
Kamal Ahmad, 1999. Pencemaran dari darat ancam sumber perikanan.Berita Harian .
11Feb dalam http://www1.moh.gov.my/fsq/warta/2005/wartaBM.pdf[15/8/07]
Kamus Dewan. 1997. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Maszlee Malik .2005. Babi oh Babi : JAKIM dan badut bulan Mac 2005 dalam
http://archives.myfikrah.com[15/8/07]
Mohamed Yosri Mohamed Yong. 2007 dlm webmaster portal Hospital Bentong [3 Jun]
PANDUAN(Persatuan Pengguna Pulau Pinang) .2006. Halal haram. Pulau Pinang:
Persatuan Pulau Pinang.
Syiekh Atiyah Saqr. Ahsān al-Kalām fi al-Fatāwa wa al-ahkām - Jil 3. Kaherah : Dar
al-Ghad al-cArabi, dalam http://www.al-ahkam.net
PENDAHULUAN
Islam adalah agama yang syumul. Ia telah menetapkan kepada umatnya apa yang dibolehkan dan apa yang diharamkan dalam kehidupan sesorang muslim.Apa yang ditetapkan itu adalah bagi menjaga kesihatan, kesejahteraan dan kesempurnaan hidup. Khinzir adalah binatang yang diharamkan kepada umat Islam memakan atau mengunakannya ia merupakan dosa besar dan perbuatan yang tidak beriman.(Ahmad H. Sakr 2005:1) Kini makanan dan barangan yang dijual di supermarket, pasar-pasar dan digunakan seharian tanpa disedari adalah daripada bahan yang diharamkan iaitu mengandungi daging khinzir atau produk sampingannya semakin meluas di pasaran. Ini amat membahayakan kepada umat Islam.
Al-Quran sebagai perlembagaan yang mesti diyakini pada setiap insan dan menjadi panduan umat Islam telah menerangkan kepada manusia pengharaman khinzir dengan dalil yang jelas. Di dalam kertas kerja ini secara ringkas, penulis akan membincangkan beberapa perkara mengenai latar belakang khinzir, permasalahannya, isu-isu, perbahasan ulama mengenainya dan hikmah pengharaman agar masyarakat lebih faham dan peka dengan keadaan yang melanda masyarakat muslim kini.
BAB 1
PENGENALAN KHINZIR
1.1 Takrif khinzir
Khinzir adalah daripada perkataan arab yang bermaksud babi. Jamaknya khanazir (Abdul Rauf Dato’ Haji Hasan et al 2005:15) tetapi perkataan ini telah dimelayukan dan digunakan oleh masyarakat di Malaysia.Ia adalah sejenis binatang mamalia yang tergolong dalam famili Suidae. (Ensiklopedia Global 2001:59) Istilah – istilahnya yang digunakan seperti khinzir jantan ialah khinzir jantan pada semua peringkat umur. Khinzir kembiri pula khinzir jantan yang dibuang melalui pembedahan. Khinzir muda ialah anak khinzir yang berumur kira-kira 8 minggu yang telah bercerai susu. Gerompok adalah kumpulan khinzir. Seperanak adalah kumpulan anak khinzir yang dilahirkan serentak oleh ibunya. (Ensiklopedia Dunia. 2005:5)Lemaknyanya di sebut dengan perkataan shortening atau animalfat iaitu minyak yang diperolehi dari khinzir. Manakala dagingnya pula kebiasaannya ditulis dengan perkataan pork atau porc atau ham atau baeon. (al Kailani 1996:246)
1.2 Latar belakang khinzir
Khinzir terdiri daripada khinzir jinak dan hutan (Ensiklopedia Global. 2001:5). Ia mempunyai banyak jenis yang jinak dan diternak di seluruh dunia iaitu baka utama ia mempunyai 8 baka khinzir yang biasanya diternak termasuk landrace, Amerika, berkhire, putih chester, duroc, hampshire, cina poland, swine bertompok dan yorkshire. Khinzir liar pula, ia adalah haiwan yang garang dan yang kuat tinggal di hutan. Ia termasuk khinzir hutan (razor-back), khinzir kutil (phacochoerus aethiopicus), khinzir rusa (babyrousa). (Ensiklopedia Dunia. 2005:3-9) Khinzir hutan ini seakan-akan khinzir jinak namun muncungnya lebih tajam dan bulunya lebih panjang, ekornya berbulu dan bertaring. Khinzir yang dipercayai dipelihara oleh manusia dipercayai dari keturunan khinzir hutan eropah. Di Malaysia terdapat khinzir hutan yang berjanggut dinamakan Sus barbatus dan Sus scrofa ia selalunya di jumpai di kampung-kampung (Ensiklopedia Global. 2001:59).
Secara umumnya khinzir mempunyai badan yang tegap, gempal, bulat dan berat. Ia diliputi bulu yang kasar dan keras. Berkulit tebal penuh kelenjar yang tiada pada mamalia lain, berkaki pendek.( Kamus Dewan 1997: 81)Kepala dan lehernya pendek dan tebal. Seekor khinzir tidak boleh disembelih pada lehernya kerana ia sendiri sebenarnya tidak mempunyai leher jika dilihat dari anatomi semulajadinya. Bagi orang Muslim sekiranya khinzir itu boleh disembelih dan sesuai untuk keperluan manusia, maka Tuhan tentunya akan menjadikan khinzir itu mempunyai leher. Ia gemar berkubang di dalam lumpur untuk membantunya menyejukkan badan. Ia mempunyai penglihatan yang lemah disebabkan matanya yang kecil. Ekornya pendek dan bergelung, berdengus dan meringking apabila sakit. Berat khinzir jantan dewasa sekitar 160-230 kg, manakala khinzir betina pula antara 140-200 kg. Muncungnya amat peka pada sentuhan dan kebiasaannya digunakan untuk menggali dan mendapatkan akar-akar tumbuhan. Ia mempunyai 34 atau 44 batang gigi. (Ensiklopedia Dunia. 2005:3-9).
Khinzir mempunyai kitaran pembiakan yang cepat dan boleh mengawan pada umur 8 bulan. Khinzir mempunyai anak yang banyak kebiasaannya ia melahirkan anak dari 8 hingga 12 ekor dalam satu masa (al Kailani 1996:246) dan ia mampu melahirkan sehingga 27 atau lebih setelah bunting 4 bulan. Pertumbuhan sepenuhnya pada umur setahun setengah hingga 2 tahun. Jangka umurnya sekitar 9-15 tahun. Khinzir adalah ¼ daripada daging yang di makan oleh penduduk dunia. Terdapat 840 juta di ladang seluruh dunia. China mempunyai 40% daripada jumlah khinzir yang terbanyak didunia kemudian diikuti oleh Amerika. Khinzir adalah sumber utama pendapatan bagi kebanyakan negara. Khinzir boleh diternak di tanah yang kecil. Penternak menumpukan usaha untuk mengeluarkan baka pembiakan. Pembiakan yang terpilih memakan makanan yang berkhasiat, kandang yang lebih baik menghasilkan kinzir yang lebih baik. (Ensiklopedia Dunia. 2005:4). Penternakan khinzir adalah bahagian penting daripada ekonomi negara China. Khinzir kini lebih cepat membesar daripada khinzir dahulu. Makanannya ialah bijirin, jagung, sampah-sarap, cacing, tikus, serangga dan haiwan-haiwan kecil . Di ladang-ladang sekarang ia diberi makan samapah sarap yang dimasak dan sisa makanan manusia. (Ensiklopedia Global. 2005:5)
Ia adalah haiwan yang mudah diserang penyakit dan penyakit tersebut akan menjangkiti pemakannya antara penyakitnya ialah ‘penyakit taun’ ia mempunyai virus taun dalam darah dan najisnya, ‘penyakit khinzir ersipelas’ menjangkiti manusia dan membunuh haiwan lain terutamanya ayam belanda dan ‘penyakit bang’ iaitu penyakit yang menyebabkan keguguran anak, luka-luka pada sendi, tulang belakang dan zakar (Ensiklopedia Global. 2005:5).
1.3 Kegunaan khinzir
Kebanyakan penduduk dunia menjadikan khinzir sebagai makanan iaitu potongan daging, tulang rusuk, daging betis dan sebagainya. Lemaknya dibuat masakan, daging betis dan daging kaki dibuat jeruk. Setengah agama di dunia ini mengharamkan memakan haiwan ini terutamanya agama Islam melarang keras pengunaannya.Ia akan diterangkan selepas ini.
Kulitnya diproses di kilang dan dijadikan pelbagai kegunaan harian manusia seperti tali pinggang, sarung tangan, kasut, bulu berus, bahan penebat dan sebagainya. Firma farmaseutikal membuat insulin dan ubat lain yang dinuat daripada kelenjar khinzir. Darahnya dijadikan baja, makanan haiwan dan ubat. Lemaknya dibuat sabun, lilin, minyak pelincir, krim pencukur, bahan letupan dan tulangnya pula apabila dikisar dijadikan minyak tulang, glu, baja, bahan makanan haiwan dan lain-lain. (Ensiklopedia Dunia 2005:6)
BAB 2
PENGHARAMAN KHINZIR
Allah SWT menjelaskan pengharaman memakan khinzir kepada umat Islam berdasarkan dalil-dalil tersebut. Dalil pengharaman termaktub dalam al-quran dan al – Sunnah.
2.1 Dalil dari al-Quran
Terdapat empat tempat di dalam al-Quran yang berbicara mengenai pengharamannya iaitu sepertimana firman Allah SWT:
• •
Maksudnya: Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging khinzir dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah (haram juga menurut ayat Ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah) tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(al-Qur’an al-Baqarah 2: 173)
• • •
Maksudnya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,daging babi, (daging haiwan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu menyembelihnya (binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati) dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah (Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu setelah ditulis masing-masing iaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam ka'abah. Apabila mereka hendak melakukan sesuatu. Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi) (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan pada hari ini, (masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh nabi Muhammad s.a.w.) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksadibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa (kerana kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa) sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Qur’an al-Maidah 5: 3)
• •• • •
Maksudnya: Katakanlah:"Tiadalah Aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - kerana Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha penyayang.
(al-Qur’an al-An’am 6:145)
•
Ertinya:Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(al-Qur’an al-Nahl 16:115)
2.2 Dalil ini disokong oleh hadis Nabi SAW antaranya ialah:
Daripada Abu Hurairah r. a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Demi Allah! Sesungguhnya telah hampir masanya Nabi Isa bin Mariam turun kepada kamu untuk menjadi hakim secara adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi serta tidak menerima cukai dan harta akan melimpah sehinggalah tidak ada seorangpun yang ingin menerimanya.(riwayat daripada Bukhari. Muslim, Termizi, Ibn Majah, Ahmad Ibn Hambal) Hadis ini adalah sohih.
Daripada Jabir bin Abdullah bahawanya Rasululullah SAW telah berkhutbah pada hari pembukaan Mekah: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya telah mengharamkan penjualan arak , khinzir, berhala untuk sembahan. Seorang sahabat telah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah pendapatmu mengenai lemak bangkai kerana ia dapat digunakan untuk mengecat perahu dan meminyak kulit serta digunakan untuk menyalakan lampu? Jawab Rasulullah SAW: Tidak, ia tetap haram, kemudian Rasulullah SAW telah bersabda Allah SWT telah memerangi orang-orang yahudi kerana ketika Allah SWT mengharamkan lemak ke atas mereka, mereka tetap mengambil lemak tersebut kemudian menjualnya lalu memakan hasil penjualan itu.(Hadis hasan ) (Riwayat Termizi dan Ibn Majah)
Daripada Abu Hurairah R.A bahawanya Rasulullah SAW telah bersabda: Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan arak dan harganya (wang hasil jualannya) mengharamkan bangkai dan harganya serta mengharamkan khinzir dan harganya. ( Riwayat Darulqutni)
2.3 Perbahasan ulama mengenai pengharaman khinzir
Terdapat sepuluh makanan yang diharamkan kepada umat Islam iaitu bangkai, khinzir, haiwan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, haiwan yang tercekik, dipukul, terjatuh dari tempat yang tinggi, ditanduk dan diterkam oleh binatang lain serta yang disembelih untuk berhala. Ini meninterperetasikan bahawa khinzir adalah salah satu yang diharamkan oleh Islam kepada umatnya. Penjelasan ulama berkaitan khinzir seperti berikut:
Menurut al Tabarī dalam tafsirnya (1992) bahawa Allah SWT mengharamkan kepada kamu memakan makanan yang sudah menjadi bangkai, darah dan daging khinzir. Selain itu tidak diharamkan kepada umat Islam. Ibnu Kathīr (2004: 324) menjelaskan pengharaman ini adalah kepada daging yang disembelih atau mati sendiri .al-Marāghī (2001: 331)menyebut dalam tafsirnya berkaitan pengharaman khinzir kerana khinzir membahayakan manusia terutama negeri-negeri tropika sebagaimana yang dibuktikan dari pengalaman hasil kajian. Menurut ahli tafsir al-Qurthubi pula menyebut ijma’ ulama bahawa semuanya diharamkan kecuali bulunya kerana ia tidak dimakan oleh manusia. ( Profesor Dr. Hj Abdul Malik Abdul Karim. 1999: 385)
al-Māwardi (t.th) pula menafsirkan daging khinzir kepada dua pendapat iaitu pengharaman ke atas dagingnya sahaja kerana ringkasan daripada nas tersebut. Pendapat itu adalah pendapat daripada Dāud bin Ăli manakala pendapat kedua, mengatakan pengharamannya adalah umum kepada keseluruhan khinzir, nas yang menerangkan daging tersebut adalah kepada keseluruhan khinzir kerana dagingnya adalah kebanyakan daripada anggota khinzir tersebut, pendapat ini adalah pendapat daripada jumhūr culama. Menurut Profesor Haji Bustam A. Ghani dalam al-Quran dan tafsirnya menyebut bahawa pengharaman khinzir termasuklah semua anggotanya kerana ia mengandungi kuman yang berbahaya dan suka memakan bangkai tikus dan zat-zat yang kotor dan sukar dicernakan.
Syiekh Atiyah Saqr dalam Ahsān al-Kalām fi al-Fatāwā wa al-ahkām (t.th. 236 – 237) pula menjelaskan pengharaman memakan daging termasuklah semua bahagian dari lemak, hati, limpa,atau tulang yang di dicincang bersama daging samada khinzir yang liar, khinzir jinak ( Profesor Dr. Hj Abdul Malik Abdul Karim. 1999: 385) dan lain-lain . Sesungguhnya gantinama (damīr) di dalam firman Allah "sesungguhnya ia adalah kotor" merujuk kembali kepada perkataan khinzir dan bukan kepada perkataan daging kerana pengharaman dagingnya di ketahui pada teks ayat tersebut, maka jika kembali kepada damīr, ia memerlukan kebebasan perkataan lebih dari faedah pembentukannya, maka menjadi wajib kalimat 'khinzir' memberi faedah kepada perkataan yang mengharamkan keseluruhan bahagiannya dan dengan pengharaman mana-mana bahagiannya menunjukkan ia adalah najis kerana sesungguhnya Allah telah mensifatkannya sebagai kotor dan kotor adalah najis, Jumhūr fuqaha' menyatakan kenajisan yang hidup dan yang mati berdasarkan dalil ayat-ayat ini dan jika dalil ini dibincangkan, maka najis itu dikelaskan sebagai najis hukum iaitu haram di makan, dan bukan najis cain (najis material) sebagaimana kenajisan kaum Musyrikin sebagaimana firman Allah swt : "Sesungguhnya orang Musyrikin itu najis", maka ia adalah kenajisan ictiqad dan bukan najis material, maka tidaklah dikatakan setiap seorang Musyrikin itu najis contoh lagi di dalam firman Allah swt :"Bahawa sesungguhnya arak dan judi dan pemujaan berhala dan mengundi nasib dengan batang-batang anak panah adalah (semuanya) kotor (keji) dari perbuatan Syaitan", maka kenajisan penyembah berhala dan meramal nasib adalah dari segi hukum dan ianya haram, dan bukanlah najis cain (material).
Justeru, apabila dilihat daripada pelbagai pandangan ulama maka penulis menyimpulkan bahawa pendapat jumhūr yang menyatakan pengharaman khinzir adalah secara umum iaitu apa-apa sahaja yang berkaitan dengan khinzir samada dagingnya, kulitnya, lemaknya, bulu atau sebagainya yang jinak mahupun yang liar ada manfaat atau sebaliknya. Ia digunakan untuk perubatan atau keperluan harian ia tetap diharamkan kepada umat Islam kerana pengharamannya sudah jelas oleh Allah SWT kepada penganutNya.
BAB 3
ISU-ISU KHINZIR
3.1 Sosej usus dan enzim khinzir
Isu sosej keluaran sebuah syarikat yang digembar gembur bahawa syarikat tersebut telah mengeluarkan sosej bersalutkan usus khinzir dengan cop halal JAKIM. Ini menunjukkan JAKIM telah memberikan pengiktirafan HALAL pada usus khinzir yang menyaluti sosej. Kaum Muslimin di Malaysia kurang perihatin terhadap isu tersebut. Bukan sekadar tiada tindakan undang-undang dari pihak rakyat Malaysia beragama Islam yang ditipu oleh pihak-pihak Kapitalis yang tidak bertanggung jawab, mereka sibuk dengan satu ritual yang tidak pernah diajar oleh Rasulullah S.A.W. malah tidak pernah dilakukan oleh umat Islam semenjak Rasulullah S.A.W. menerima wahyu di gua Hira sehinggalah apa yang berlaku di Malaysia ini. Sudahlah hak mereka di sisi undang-undang tidak mereka perjuangkan, mereka muncul di kaca televisyen dengan aktiviti yang hanya akan menjauhkan bukan Islam dari agama Islam yang mulia (Maszlee Malik 2005) dan di Indonesia pada 10 Januari 2001 pula di kejutkan dengan berita mengenai penghasilan serbuk perisa Ajinomoto daripada enzim berasaskan sumber khinzir dengan menggunakan Bactosoytone iaitu zat makanan yang dijadikan ibu dalam proses penapaian. Ia terhasil daripada protein kacang soya yang dipecahkan dengan menggunakan enzim yang diekstrak daripada penkreas khnizir. ( PANDUAN.2006:158)
3.2 Virus selsema burung
Virus ini bukan sahaja pada burung, itik dan ayam tetapi ia juga dikesan di dalam ternakan khinzir di Lembah Gelders, Belanda. Berasaskan pengetahuan semasa, tidak terdapat kes jangkitan virus H5N1 kepada manusia melalui ayam mentah, dibekukan atau makanan beku berasaskan ayam. Oleh kerana virus H5N1 mudah musnah apabila dipanaskan, jangkitan selsema burung tidak merebak melalui daging ayam yang dimasak dengan sempurna.
Kerisauan terhadap jangkitan selsema burung. Terdapat beberapa sebab kekhuwatiran terhadap jangkitan selsema burung.
1. Jangkitan selsema burung mengakibatkan banyak kes kematian.
2. Influenza A yang menyebabkan selsema burung mempunyai keupayaan dan kecenderungan untuk berubah dan bergabung dengan virus sub-jenis influenza dalam manusia, menghasilkan sub-jenis Influenza A yang baru. Sub-jenis baru ini mampu mempunyai ciri-ciri virus selsema manusia yang mudah menjangkiti sesama manusia. Ketiadaan daya ketahanan kepada virus jenis baru ini disebabkan tiadanya jangkitan lepas dan ketiadaan vaksin kepada virus ini untuk mengawal wabak selsema burung, mampu menyebabkan kes jangkitan dan kematian yang tinggi di kalangan penduduk dunia.(Mohamed Yosri Mohamed Yong. 2007.)
3.3 Tiga pengusaha ternakan khinzir dikesan bermasalah
Jawatankuasa penyiasat telah mengesan tiga ladang ternakan khinzir iaitu sebuah di Tapah Road, sebuah di Bidor dan sebuah lagi di kawasan Air Kuning yang menimbulkan masalah pencemaran bau busuk. Faktor yang dikesan berlakunya masalah pencemaran ini adalah kerana kedudukan ladang-ladang terbabit yang jaraknya hampir dengan kawasan kediaman, jalan raya dan tidak menguruskan ladang penternakan mereka dengan baik. Sementara itu, Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Ayer Kuning, Dato’ Samsudin Hasan telah mengadakan dialog tujuh pengusaha penternakan khinzir dalam DUN Ayer Kuning bagi mencari jalan dan menangani masalah pencemaran bau busuk najis khinzir yang melibatkan kawasan berhampiran perkampungan Melayu. Beliau juga telah meninjau kawasan pembuangan sisa khinzir di Kampung Pulau Tiga untuk melihat secara dekat bagaimana air kolam yang mengandungi sisa najis khinzir mengalir keluar ke dalam parit sebelum menyusuri ke Sungai Batang Padang (http://berita.perak.gov.my/mei05/muka5.htm)
Penerokaan hutan bakau dan sisa ternakan khinzir juga adalah antara punca kepupusan sumber perikanan yang kritikal. Kepupusan ikan di Pulau Mutiara itu dikaitkan dengan pemusnahan atau pembangunan hutan bakau seperti di kuala Sungai Pinang dan Sungai Chenaam di Seberang Prai. Difahamkan kira-kira 140 hektar kawasan bakau di Kuala Sungai Pinang sudah dimajukan menjadi kolam ternakan udang manakala bakinya hanya kira-kira 200 hektar. Rantaian ekosistem marin musnah apabila paya bakau musnah.Turut membimbangkan ialah pelepasan sisa industri dan ternakan khinzir termasuk ternakan secara komersil di Gertak Sanggul. Pihak berkuasa mengesan kewujudan antibiotik dalam perairan di situ daripada najis khinzir yang dibuang. Keadaan ini turut mengancam kesihatan orang ramai. Penemuan bahan itu dibuat hasil kajian makmal baru-baru ini.(Kamal Ahmad, 1999)
3.4 Kasut kulit khinzir
Kasut kulit yang dibuat daripada kulit khinzir banyak terdapat di pasaran. Harganya juga murah. Kebiasaannya peniaga-peniaga tidak mempamerkan tanda amaran kulit khinzir untuk mengelakkan kerugian kerana orang Islam secara khususnya tidak berminat untuk masuk ke premis-premis yang terdapat barangan daripada kulit khinzir. Kulit khinzir biasanya digunakan untuk membuat kasut, tali pinggang dan beg.(akmanizam online)
3.5 Kapsul gelatin
Pada 1991 CAP mendapati 3 buah syarikat farmaseutikal telah membekalkan ubat-ubatan dan suplimen vitamin yang berada di pasaran Malaysia adalah diperolehi daripada kulit khinzir dari Amerika. Kira-kira 60% daripada gelatin digunakan oleh Syarikat Parke-Davis di Kanada setiap tahun ialah daripada kulit khinzir. Ia didedahkan dalam buku yang berjudul Gelatine: An Overview of the World Market with Special Referance to the potiential for developing countries( PANDUAN.2006:104)
3.6 Wabak JE (Japanese Encephalitis)
Wabak JE yang merebak pada 1998 beberapa negeri di Malaysia telah meragut banyak nyawa. Kerajaan telah memperuntukkan sebanyak jutaan ringgit untuk kos vaksin iaitu RM 25juta untuk penduduk dan RM 7.5 juta pula untuk 500 000 khinzir.Virus ini merebak dalam ternakan khususnya khinzir. Penyakit ini dikesan di Jepun ada tahun 1935 dan di Malaysia pertama berlaku terhadap tahanan British ada tahun 1951. Virus ini menyebabkan demam-demam, kejang otot, dan boleh membawa maut. Badan Kesihatan sedunia (WHO) menganggarkan lebih kurang 50 000 kes berlaku di seluruh dunia setiap tahun dan 10 000 daripadanya telah maut. Wabak ini memberi amaran agar manusia mematuhi perintah Allah SWT. (Hussain Mat Din 1999: 60-61)
BAB 4
PERMASALAHAN KHINZIR DAN FATWA
4.1 Memelihara khinzir dan berniaga khinzir di negara Islam
Menurut fatwa yang dikeluarkan oleh Mufti Brunei menyatakan bahawa perkara ini tiada kena mengena dengan ekonomi orang Islam tetapi ada juga yang mengambil kesempatan untuk mengaut keuntungan walaupun melanggar aturan agama, adat dan kesihatan. Islam membenarkan non-muslim memelihara khinzir, meminum arak dan merayakan perayaan asalkan tidak menzahirkan perkara tersebut kepada umat Islam. Ini telah disebut dalam al-Minhāj karangan Imam Nawawi. Islam melarang meyakiti umatnya dengan khinzir dan kandang-kandangnya kerana ia adalah haiwan yang kotor dan najis. Ini dapat dilihat bahawa Islam amat memelihara kebersihan dan kesihatan penganutnya dan tidak menggalakkan memelihara dan membiakkan khinzir.(Awang Hj Ismail .2001.244)
4.2 Penjualan daging khinzir secara terasing
Apabila penjual menjual secara terasing dan tidak dilihat oleh orang-orang Islam serta tidak mengganggu mereka, maka adalah harus bagi kerajaan Islam memberi kemudahan tapak tanah khas untuk orang-orang bukan Islam menjual daging khinzir itu. Ini supaya daging khinzir itu tidaklah terdedah sehingga dapat dilihat oleh orang-orang Islam, pada masa yang sama ia merupakan satu cara mengawal kesihatan dan juga mengelakkan fitnah (kekacauan) yang berpunca daripada kegelisahan orang ramai sekiranya daging-daging khinzir itu mudah dilihat dan dijumpai di kalangan orang ramai itu.
Jikalau berbangkit perkara fitnah yang boleh menimbulkan dua mudarat di dalam sesuatu masalah seperti masalah tiada kemudahan bagi orang-orang bukan Islam menjalankan urusan mucamalahnya, maka kerajaan Islam bolehlah mengambil mudarat yang lebih ringan, tambahan lagi tindakan ketua negara Islam itu ialah berdasarkan maslahah, sebagaimana kaedah menyebutkan:
تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة.
Ertinya: "Tindakan ketua negara ke atas rakyat terikat dengan maslahah. "
Dalam pada itu, apabila kerajaan memberi kemudahan yang dimaksudkan, ia perlu diingat bahawa apa yanag dilakukan hanyalah untuk memenuhi hajat atau keperluan semata-mata tanpa menjejaskan orang Islam sendiri seperti terjejas aqidah atau lain-lain kepentingan mereka, hatta sekadar kepentingan duniawi sekalipun. Maka kerana itulah pemilihan tapak tanah contohnya, jenisnya bukanlah yang bermutu (prime land) sehingga boleh merugikan umat Islam samada dalam jangka pendek mahu pun jangka panjang. Kerajaan harus mengambil sewa yang munasabah sepertimana sewa kepada kemudahan yang lain iaitu sekiranya ia disediakan oleh kerajaan. (Awang Hj Ismail 1998:102-114)
4.3 Menyentuh tin yang mengandungi khinzir
Apabila seseorang hanya menyentuh tin yang tiada terdapat zat khinzir tersebut sekiranya sama-sama kering, tidak perlu samak cukup sekadar membasuh anggota yang terkena najis dengan sabun. Apabila merasa ragu-ragu yang salah satu daripadanya basah maka hendaklah disamak.Tersentuh barangan tin yang di dalamnya mengandungi daging khinzir tidak perlu disamak. (http://www.muftiselangor.gov.my)
BAB 5
HIKMAH DAN BUKTI PENGHARAMANNYA.
Sebab musabab pengharaman sebenarnya hanyalah diketahui oleh al-Khalik sahaja, namun umat Islam perlulah yakin bahawa setiap sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT pasti ada hikmah yang tersirat disebaliknya, kadang-kala manusia tidak mengerti hikmah tersebut lalu mereka melanggar perintah Allah SWT. Sejak mutakhir ini, banyak kajian saintifik dilakukan dan manusia yang diberi akal yang baik oleh Allah SWT ini mampu menerokai hikmah tersebut. Oleh itu, kajian tersebut dapat menguatkan lagi keimanan umat Islam tentang pengharaman khinzir.
Antara hikmah diperolehi ialah seseorang yang tidak memakan khinzir dapat menjaga kesihatan fizikal, pendidikan moral, agar mereka dapat membangunkan kehidupan yang sejahtera dan mangajar umatnya hidup dalam keadaan persekitaran yang bersih. (PANDUAN. 2006: 78) Justeru Allah SWT telah menggariskan kepada umatNya agar meninggalkan dari memakan dan menggunakan apa-apa yang berkaitan dengan khinzir. Islam menggalakkan supaya umat IslamNya berfikir, mengingati, mengkaji dalam setiap aspek kehidupan. Pengharaman ini juga untuk menunjukkan kepada manusia bagaimana seseorang memajukan dirinya dengan cara yang benar ke arah menjadikan satu unit yang sihat dalam struktur keluarga, masyarakat dan ummah seluruhnya.(PANDUAN. 2006: 79). Ini terbukti membawa kemudhoratan kepada manusia melalui beberapa aspek antaranya ialah:
5.1 Bukti dari aspek agama
Pengharaman memakan khinzir bukan sahaja kepada umat Islam namun ia juga diharamkan kepada agama yahudi dan agama kristian. Ia telah di jelaskan sejak zaman Nabi Musa.
( Profesor Dr. Hj Abdul Malik Abdul Karim. 1999: 385). Memang tidak dinafikan bahawa penganut kristian, mereka menganggap memakan daging khinzir tidak salah dari segi undang-undang kerana Bible tidak menghalang pengambilannya tetapi apabila diamati dari kandungan hasil sastera menunjukkan Nabi Isa tidak memakan daging khinzir sepanjang hidupnya. Perkara ini dibuktikan oleh Bible sendiri dalam Perjanjian Lama Kitab Imamat Leviticus fasal 11, ayat 7-8 berkaitan dengan daging khinzir ini, kata Bible: Dan khinzir sesungguhnya mempunyai kuku tapaknya terbahagi, mempunyai dua belahan tetapi tidak memamah , khinzir bagimua itu adalah tidak bersih, janganlah kamu makan, dan bangkainya janganlah kamu sentuh , ia adalah tidak bersih untuk kamu.
H.L Hasting pula menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Will The Old Book Stand” halaman 92:“Khinzir telah dijadikan untuk pemakan bangkai untuk memakan benda-benda yang kotor dan menjijikkan tetapi apabila ia telah makan tidak diperuntukkan kepada manusia untuk memakan mereka.”
Rev C.L Vories menyatakan dalam “The Hog” halaman 26”:
Kitab Bible telah pasti dan terang melarang memakan daging khinzir kepada semua yang menyayangi kata-kata tuhan mereka dan akan mentaati ajaranNya tidak akan langsung bertanya soalan kenapa dan patutkah mereka manahan diri dari mamakan makhluk yang kotor itu.
Apabila dilihat pada pandangan Islam sendiri, kedatangan Nabi Muhammad SAW untuk menyucikan agama kristian dan yahudi dan melengkapi ajaran – ajaran agama sebelumnya. Oleh itu jelaslah kepada seluruh manusia bahawa Islam datang mangkukuhkan lagi larangan keras memakan khinzir seperti yang telah dijelaskan pada bab 2.
5.2 Bukti dari aspek perubatan
Memakan daging khinzir menyebabkan pelbagai penyakit kerana khinzir memakan benda-benda yang menjijikkan(al-Kailani 1996: 246).Orang bukan Islam yang lain dan ateis akan hanya bersetuju jika mereka dapat diyakinkan melalui sebab, logik dan sains. Allah SWT membuka rahsia pengharamannya, ulama telah mengemukakan terdapat pelbagai penyakit yang tidak diketahui oleh manusia sebelum ini(al -Shacrāwi. T.th) bahwa boleh menyebabkan tidak kurang daripada tujuh puluh jenis penyakit yang pelbagai. Terdapat beberapa parasit-parasit dan bakteria yang mengerumuni khinzir dan hidup dalam dagingnya yang akan memindah kepada seseorang yang memakannya dengan pelbagai penyakit kepada manusia seperti cacing pipih/pita, cacing gelang, cacing kerawit, faciolopis buski, paragonimus, clinorchis senesis dan ersyipelothorix rhnsiphayhiae.(Ahmad H.Sakr 2005:13)
Antara yang berbahaya adalah Taenia Solium, iaitu menurut istilah umum, cacing pita. Ia tersimpan di dalam usus dan sangat panjang. Ovumnya, iaitu telur memasuki aliran darah dan mampu mencapai hampir ke semua organ tubuh. Bagi menyempurnakan kitaran hidupnya, ia akan membentuk risa kista/pundi (lihat lampiran A) , jika ia memasuki otak, boleh mengakibatkan hilang ingatan, kekejangan urat, hesteria, kegilaan. Jika memasuki jantung, boleh menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.(Ahmad H.Sakr 2005:14) jika memasuki mata akan menyebabkan buta, jika memasuki hati akan mengakibatkan kerosakan hati. Ia boleh merosakkan hampir ke semua organ tubuh. (http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat) Setelah risa kista memasuki badan manusia, suatu yang mustahil untuk menghancurkannya dengan ubat.
Dr Muhammad Jaffer menulis dalam rencananya Januari 1967 menyenaraikan 16 jenis kuman berbahaya yang ditemui dalam daging kinzir. Jumlah pesakit yang menghidapi penyakit cacing pita yang tertinggi di dunia adalah penduduk yang memakan daging khinzir. (PANDUAN 2006:80)Tanggapan salah paling umum mengenai daging babi ialah jika ianya dimasak dengan betul, ovum-ovum tersebut akan mati. Dalam satu projek penyelidikan yang dijalankan di Amerika, didapati daripada 24 orang yang menghidap Trichura Tichurasis, 22 telah memasak daging babi tersebut dengan betul. Ini menunjukkan bahawa ovum yang terkandung di dalam daging khinzir tidak mati pada suhu masakan yang normal. (http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat)
Menurut Rizvi dalam bukunya ‘Pork’ halaman 30 menyebut berkaitan dengan khinzir, ianya pembawa banyak penyakit yang serius dan boleh membawa maut seperti disenteri, trikinosis ( lihat lampiran B ), penyakit kuning, kelemasan, sekatan usus, demam kuat, demam kepialu, ketempangan, keguguran, mandul, cirit birit, kematian secara mengejut dan lain-lain. (Ahmad H.Sakr 2005:14)
Dr Ebrahim Kazim telah menukilkan dalam rencananya yang berjudul ‘Medical aspect of forbidden food in Islam’ telah menerangkan bahawa khinzir ialah binatang yang memakan apa sahaja yang mendatangkan pelbagai penyakit kepada manusia, penyelidikan tertumpu kepada penyakit nyanyuk. Usia yang meningkat mempunyai pengerasan lapisan saluran darah ke jantung dan otak dalam proses yang dinamakan aterosklerosis. Apabila berlakunya pembekuan darah ia mengakibatkan trombosis koronari (serangan jantung) dan trombosis serebrum (strok) (PANDUAN 2006:80)
5.3 Bukti dari aspek kajian kimia
Khinzir mempunyai bahan pembina lemak. Daging babi mempunyai sangat sedikit bahan membina otot dan mengandungi lemak berlebihan. Suatu yang mustahil untuk memisahkannya lemak-lemak tersebut daripada dagingnya. Tahap lemak yang tinggi mengakibatkan hipertensi (tekanan darah yang terlalu tinggi) dan serangan jantung, cirit birit jika iklimnya panas, seriwan (sprue) di daerah-daerah lain (Ahmad H. Sakr 2005: 22)
Tidak menghairankan bahawa lebih 50% rakyat Amerika menghidap hipertensi. (http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat)Pakar khasiat makanan menasihati pesakit agar mangurangkan penggunaan daging khinzir kerana ia mengandungi 67% asid-asid lemak polyun saturated fatty asid (PUFA), 1/3 daripada jumlah asid lemak adalah asid tepu yang tidak boleh dihidrolisiskan. Keadaan ini menyebabkan tahap trigliseraid (TG) dalam plasma dan kolestrol yang tinggi (Ahmad H.Sakr 2005:14). Mengikut hasil penyelidikan menyatakan lemak khinzir melebihi kandungan lemak daging-daging lain seperti daging lembu, kambing, dan lain-lain dan mengambil masa yang sama untuk dihadamkan. (PANDUAN 2006:80) Ia diakui oleh Profesor HAMKA bahawa makan kotor yang dimakan oleh khinzir tersebut menggemukkan badan dan tidak sepatutnya badan manusia dipergemukkan oleh perkara tersebut.
5.4 Bukti dari segi tingkahlaku
Segala karekter dan tindakannya seseorang insan akan dipengaruhi oleh makanan yang dimakannya contohnya eksperimen yang dijalankan kepada kanak-kanak untuk melihat kekurangan zat makanan mengikut pencapaian intelektual dan integrasi deria rasa dan didapati mekanisme memberi pengaruh secara langsung dan tidak langsung kepada kanak-kanak tersebut. Ini menunjukkan jenis makan memberi kesan kepada tubuh dan mempengaruhi seseorang. Contoh eksperimen yang lain pula pernah dilakukan di Maryland, Amerika Syarikat telah mendapati kanak-kanak yang tidak memakan daging , mereka tidak mempunyai protein haiwan. Ini menyebabkan kanak-kanak tersebut tidak boleh bertoleransi, tidak bersosial, tidak agresif dan hyperaktif selepas itu mereka diberi diet yang mempunyai protein haiwan keadaan sikap dan kelakuan mereka dapat kembali normal.
Khinzir adalah satu-satunya haiwan yang merelakan pasangannya mengawan dengan khinzir yang lain di hadapannnya . Khinzir betina mendapat kebenaran dan tiada malu untuk mengawan dengan mana-mana khinzir jantan sekalipun, sedangkan pasangannya tidak cemburu terhadap apa yang dilakukan. Keadaan ini seolah-olah khinzir betina itu sebagai pelacur yang paling teruk manakala khinzir jantan pula tidak mempunyai moral yang baik dengan membiarkan pasangannya mengawan dengan khinzir jantan mana yang diingini. Justeru, seseorang yang memakan daging khinzir akan mempengaruhi personalitinya termasuklah melakukan zina dan homoseksual (Ahmad H.Sakr 2005:19-20)
Di Amerika, kebanyakan orang memakan daging babi sering kali selepas majlis tari menari, mereka akan bertukar-tukar isteri, dan berkata"Anda tidur bersama isteri saya dan saya tidur bersama isteri anda." Mungkin budaya memakan daging babi menggalakkan budaya babi. Rakyat India menganggap Amerika sebagai sebuah negara yang paling maju dan canggih. Apa sahaja yang mereka lakukan, akan menjadi ikutan beberapa tahun kemudian. Menurut rencana di dalam majalah Island, amalan bertukar-tukar isteri telah menjadi kebiasaan di kawasan mewah(http://suarajumaat.kym.edu.my/suarajumaat)
Ia merupakan pembangkai ciptaan Allah (S.W.T.) terbaik misalnya di perkampungan India, kebiasaan penduduknya tidak mempunyai tandas moden dan penduduk kampung membuang najis di tempat terbuka. Selalunya najis tersebut dimakan oleh khinzir. Mungkin ada yang berhujah bahawa di negara-negara maju seperti Australia, babi diternak ditempat yang bersih. Walaupunpun kawasan tersebut bersih, realitinya ia tetap haiwan yang kotor kerana khinzir itu ditempatkan bersama di dalam kandang. Khinzir memakan dan menikmati najis mereka sendiri serta najis khinzir lain.
Di dalam buku yang ditulis oleh Profesor Biokimia dan pakar pemakanan Ahmad H.Sakr, beliau ada mengatakan bahawa khinzir juga mengikuti lembu di ladang untuk memakan najis haiwan tersebut kemudian khinzir ini diambil dagingnya lalu dipasarkan di pasar-pasar awam. Rev.Vories menyebut dalam bukunya The Hog “Lihatlah khinzir itu apabila ia berkubang dalam lumpur. Lihatlah di setiap kemuncak kemegahannya di atas baja dengan kepalanya dimasukkan ke dalam longgokan najis dan menunjukkan keseronokan dan kepuasan yang dinikmatinya dengan bunyi rengus yang berturut-turut (Ahmad H.Sakr 2005:21-22)
5.5 Bukti dari segi sejarah
Apabila diimbau sejarah terdahulu, bangsa Israel yang dimaklumi sebagai bangsa yang sentiasa melanggar perintah Allah SWT dan dilaknat oleh Allah SWT dengan sikap tersebut.Ada di kalangan mereka yang dungu dan penyembah berhala dan ada juga yang hilang matlamat hidup dan bertukar pemikiran mereka menjadi seperti kera dan cimpanzi. Mereka menjadi kotor , gelojoh dan mengikut cara hidup khinzir. Perkara ini telah disebutkan dalam Bible iaitu iblis dihantar menjadi khinzir:
“Apabila Nabi Isa telah sampai ke suatu tempat (Gergesenes) beliau telah berjumpa dengan dua manusia yang dirasuk syaitan, keluar dari kubur dalam keadaan sangat garang supaya tiada manusia dapat melalui kawasan tersebut tiba-tiba mereka berkata: “Apa yang harus kami lakukan dengan kamu Isa, adakah kamu datang untuk menyiksa kamu sebelum waktunya?” tidak jauh dari tempat tersebut terdapat sekumpulan khinzir sedang makan.Maka syaitan itu merayu kepada Isa lalu berkata: “Jika kamu menghalau kami, benarlah kami mengikut kumpulan khinzir itu” dan berkata Nabi Isa kepada mereka “pergilah”. Apabila mereka telah keluar dari tempat itu mereka menyertai kumpulan khinzir tersebut dan tiba-tiba seluruh kumpulan khinzir itu berlari dengan ganas ke arah tempat yang curam menghala ke laut dan binasakan di dalam air laut tersebut.” (Matthew. Bab 8:28-32)
Dalam surah al Maīdah pula Allah SWT telah berfirman:
•
Katakanlah: "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, iaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan khinzir dan (orang yang) menyembah thaghut?". mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus (al-maidah 5:60)
Abdullah Yusuf Ali telah menyatakan terdapat kemungkinan kedua-duanya kera dan khinzir telah diqiaskan mereka telah memalsukan kenyataan yang telah disebutkan oleh Allah SWT akan menjadi penderhaka seperti kera dan telah kehidupan yang gelojoh dan berubah menjadi khinzir. Seseorang manusia boleh memikirkan tentang hikmah pengharaman khnizir kerana manusia akan turun kedudukannnya ke peringkat binatang disebabkan perbuatan tersebut.Oleh yang demikian tidak wajarlah kepada umat manusia memakan khnizir.
(Ahmad H.Sakr 2005:8-9)
PENUTUP
Dalam pembahasan secara ringkas di atas, penulis dapat menyimpulkan bahawa kejadian khinzir yang diharamkan oleh Allah SWT kepada umat menunjukkan bahawa Islamlah agama yang terbaik, syumul lagi benar di sisi Allah SWT . Ia amat menitik beratkan penganutnya agar sentiasa mendapat kesihatan yang baik, tidak memakan haiwan yang buruk perangainya yang dapat mempengaruhi seseorang yang memakannya. Allah SWT mengangkat martabat manusia ke peringkat yang terpuji bukannya hamba yang rendah martabatnya sepertmana Firman Allah dalam surah al-Tīn ayat 4 yang bermaksud: Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Masalah yang berlaku dapat diselesaikan dengan fatwa yang dikeluarkan dan isu-isu yang timbul perlulah di selesaikan segera agar ia tidak menjadi barah kepada masyarakat muslim. Banyak hikmah yang diperolehi apabila kajian-kajian yang dilakukan mutaakhir ini menambahkan keimanan kepada umat Islam yang bahawa setiap yang diharamkan itu pastinya mempunyai hikmah yang tersembunyi walaupun Rasullullah SAW tidak menyebutkan secara saintifik semasa ayat Allah diturunkan, berkat kesungguhan saintis, sarjana, usaha penyelidikan yang dilakukan amat memberi impak yang positif kepada umat manusia. Usaha ini perlu di perluaskan lagi agar mereka dapat mendedahkan rahsia yang ditemui untuk kemaslahatan ummah. Kemudhoratan yang ada pada khinzir tidak dapat disangkalkan lagi.
Oleh itu, penulis menyeru kepada pembaca agar menitik beratkan perkara tersebut samada dalam pemakanan atau keperluan harian yang digunakan kerana ia memeberi kesan kepada ibadah, akhlak, kehidupan seseorang. Berilah makanan kepada tubuh dengan makanan yang baik kerana dengan makanan yang baik akan memudahkan seseorang melakukan perintah Allah SWT dan manusia akan terhindar dari pengaruh yang mazmūmah. Mudah-mudahan kertas kerja ini dapat memberi manfaat kepada semua pembaca.
Wa llahu a’lam
RUJUKAN
Al-Qur’an
Abd Rauf Dato’ Haji Hasan. 2005. Kamus. Shah Alam: Fajar bakti
Ahmad H.Sakr. 2005. Daging Babi (pork) sebab penolakannya. Kuala Lumpur: Saba Islamic media.
al-Kailani, 1996. al –Haqāiq Tabibah fī al-Islām. Dār kalām
al -Shacrāwi. T.th. Tafsīr al- Shacrāwi. Mesir: ahbar al- yaum
al-Māwardi, Abi Hasan Ăli bin Muhammad .th. al Nukat wa al-ūyūn Tafsir al-
Māwardi.Bil 1. Beirut: Dar al-Kūtūb al Īlmīah
al-Nasā’i, 1993 Sunan al Nasā’i (terj) Ustaz Bey Arifin Yunus Ali. Bil 4. Semarang: CV Asy
Syīfa’
al-Termīzī 1999. Sunan al-Termizi. Bil 3. Kaherah:Dār al Hadīs Sunān
Awang Hj Ismail .2001. Fatwa mufti kerajaan 1962-1969. Brunei: Jabatan Mufti
kerajaan.
Ensiklopedia Dunia. 2005. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka.
Ensiklopedia Global. 2005. Kuala Lumpur: SmartGenie Corporation Sdn. Bhd.
HAMKA. Profesor Dr. Abdul Malik Abdul Karim. 1999. Tafsir Al- Azhar. Jil 1.
Singapura: Pustaka Nasional.
http://berita.perak.gov.my/mei05/muka5.htm[15/8/07]
http://suarajumaat.kym.edu.my[15/8/07]
Hussain Mat Din. 1999. Nyamuk, babi, dan Japanese encephalitis dalam Majalah
Agromedia. Bil 6. Kuala Lumpur: Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian
Malaysia (MARDI)
Ibn Kathīr. 2004.Tafsir Ibnu Kathīr .terj. Abdul Ghaffar . Jil 1. Bogor : Pustaka Imam
al-Syafie .
Kamal Ahmad, 1999. Pencemaran dari darat ancam sumber perikanan.Berita Harian .
11Feb dalam http://www1.moh.gov.my/fsq/warta/2005/wartaBM.pdf[15/8/07]
Kamus Dewan. 1997. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Maszlee Malik .2005. Babi oh Babi : JAKIM dan badut bulan Mac 2005 dalam
http://archives.myfikrah.com[15/8/07]
Mohamed Yosri Mohamed Yong. 2007 dlm webmaster portal Hospital Bentong [3 Jun]
PANDUAN(Persatuan Pengguna Pulau Pinang) .2006. Halal haram. Pulau Pinang:
Persatuan Pulau Pinang.
Syiekh Atiyah Saqr. Ahsān al-Kalām fi al-Fatāwa wa al-ahkām - Jil 3. Kaherah : Dar
al-Ghad al-cArabi, dalam http://www.al-ahkam.net
Thursday, April 24, 2008
ANALISIS IMPAK PENDEKATAN EKSTREMISME DALAM DAKWAH
Oleh: Bintu Ismail
1.0 PENDAHULUAN
Pasca 11 September dan serangan yang telah berlaku di beberapa tempat seperti di Bali, Madrid, Jakarta, Casabalanca, London menyebabkan Islam terus ditohmoh dan menjadi sasaran utama polis dunia (AS) dan melabelkan Islam dengan pelbagai nama seperti Islam ekstrim, Islam Radikal, fundamentalis Islam, Islam militan dan sebagainya,
Analisis AS Amos Perlmutter(1992)dalam Wishful Thinking About Islamic Fundamentalisme mengatakan Islam sebuah gerakan yang agresif sama militan dan kejamnya dengan gerakan Nazi, Bolshevik pada masa lalu.Oleh itu Amerika perlulah melumpuhkan semua gerakan kebangkitan Islam yang lahir. (Kusman Sadik 2006: 52)
Fahaman ekstrim telah pun dikenalpasti mempunyai hubungan dengan gerakan-gerakan Islam yang telah muncul (Emad al-Din Shahin 2005: 93)seperti Hizbullah,HAMAS,Jamaah Islamiyah, Taliban, Ikhwan al-Muslimin dan sebagainya.
Gambaran yang salah tentang pergerakan Islam bertujuan untuk memainkan peranan melalui penekanan dan fokus mereka kepada puak-puak ekstrim dan juga melalui paparan mereka sebagai contoh untuk semua pergerakan Islam.Gambaran salah ini juga berlaku melalui tanggapan terhadap puak pertengahan pergerakan Islam sebagai parti pembangkang politik yang objektifnya untuk memperoleh kuasa dan memusnahkan dua pengaruh iaitu yang memerintah rejim dan pengaruh barat dalam negara. (Emad al-Din Shahin 2005: 93)Dalam kertas kerja ini,penulis akan mengupas dan menghuraikan fahaman ekstim adakah ia dibenarkan oleh Islam atau sebaliknya, faktor-faktor berlakunya ektrim, isu-isu yang berkaitan dan adakah ia memberi impak yang positf atau negatif dalam pendekatan dakwah kepada masyarakat sesebuah negara .
2.0 DEFINASI EKSTREMISME
Menurut Kamus Dewan ekstremisme bermaksud fahaman yang sangat radikal , melampaui batas dalam sesuatu hal seperti politik dan sebagainya.(Dr. Tengku Iskandar 1970) ekstemist adalah orang yang mempunyai pandangan yang keterlaluan terutama sekali dalam politik(Hornby 2000).Ghuluw pula dalam bahasa arab bererti melampaui had sempadan yang dibenarkan.Istilah lain bermaksud sama dengannya adalah Ifrad, al-Tafrit, al-Tasydid, al-Tanatu’ Ini dijelaskan bahawa Ghuluw bermaksud melampaui had dan dan terkeluar dari sempadan yang ditetapkan(Ibnu Manzur) Tatharruf diniy iaitu melampaui batas dalam agama, fikiran atau kelakuan. Gerakan eksrem yang bersifat keagamaan ini sering dikaitkan dengan sifat yang agresif, kuat perjuangan, berkelahi, bertempur atau berperang terutamanya untuk memperlihatkan pengabdian mereka secara keseluruhannya terhadap sesuatu cita-cita. Mereka dilabelkan secara perseorangan, kelompok, atau perbuatan sebagai ekstrim terutamanya untuk mengubah status quo.
Eksremisme selalunya dikaitkan dengan fundamentalis, radikal, militan. Penonjolan mereka jelas mempengaruhi aktiviti yang dilakukan dalam sesuatu masyarakat. Segala aktiviti yang dilakukan itu menimbulkan ketegangan dalam kehidupan masyarakat.(Zainuddin Fananie et al 2002: 13-14)Menurut Ensiklopedia Global Eksrimisme adalah suatu fahaman yang mengancam corak, tindakan dan sokongan proses demokrasi. Faktor agama, bangsa dan ketegangan berlaku di dalam persatuan menghasilkan fahaman ini. (2001:2)Yusuf al-Qardawi telah mengtakrifkan ekstremisme ialah mengambil suatu langkah secara melulu, terburu-buru dan melampaui batas serta mendadak yang mana semuanya adalah terang-terangan bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Ia juga membawa maksud pembawaan mereka yang membuat sesuatu kerana mengejar nama atau supaya kepentingan dirinya tidak terluput dengan sebab ditakuti ketibaan ajalnya dengan mengejut atau terjadi sesuatu perkara yang di luar dugaan.
Definasi ektrimisme boleh dirumuskan bahawa suatu fahaman individu, kelompok, gerakan yang melampaui batas pada sesuatu yang telah ditetapkan tanpa had sempadannya. Ia menunjukkan sikap golongan tertentu yang keterlaluan dalam mengamalkan sesuatu perkara atau tuntutan samada politik, agama, amalan, sosial, ekonomi dan lain-lain.Fahaman ini telah wujud pada semua agama, namun ia lebih dikaitkan dengan Islam
3.0 PANDANGAN ISLAM MENGENAI EKSTREM
Menurut undang-undang sharak Islam, fahaman ekstrem berkait dengan perkara-perkara yang ditambah dalam agama, fahaman-fahaman fanatik dan radikal, iaitu meningkat ke satu kedudukan di luar jangkauan manusia. Semua aspek ini adalah dilarang keras dalam Islam. Islam juga melarang fahaman ekstrem dalam agama dan kekerasan melampau sama ada pada diri sendiri mahupun orang lain. Firman Allah bermaksud : ”Janganlah kamu melampaui batas dalam perkara agama kamu” (al-Nisa 4: 171) dan sabda Rasulullah s.a.w bermaksud : ” berhati-hatilah terhadap fahaman ekstrem dalam agama, kepada manusia sebelum kamu dimusnahkan oleh mereka yang ekstrem dalam agama”. ”Dan janganlah kamu terlalu tegas dengan dirimu sendiri”. Fahaman Radikal dan Ekstrem mempunyai kaitan ke arah memusnahkan sesuatu. Maksud kemusnahan ialah keputusan daripada puak ekstrem terhadap perkara yang tidak dapat dielakkan dan kekerasan yang tidak wajar.(Emad al-Din Shahin 2005: 96)
Apabila dilihat dalam Islam, Allah SWT telah memberi rukhsah kepada hamba-hambanya supaya mereka dapat melakukan ibadah dengan mudah dalam keadaan tertentu misalnya dibolehkan memendekkan solat ketika bermusafir.Ini menunjukkan bahawa Islam tidak memeberatkan kepada umatNya. Sabda Rasulullah saw :
يسروا ولا تعسروا وبشروا ولا تنفروا
Maksudnya: “Mudahkanlah dan jangan kamu memayahkan, gembirakanlah dan jangan kamu meliarkan”.Namun begitu boleh juga diterima sikap seseorang yang memberatkan dirinya sendiri dalam soal-soal agama dengan hanya mengamalkan fardhu pada asalnya tanpa mengamalkan kelonggaran-kelonggaran yang dibenarkan (rukhsah) asalkan tidak memaksa orang ramai mengikutinya, tanpa menghiraukan bahawa tindakannya itu mendatangkan kesukaran kepada mereka dalam soal-soal agama dan duniawi mereka. Sedangkan sifat yang menjadi amalan baginda Saw menghalalkan benda-benda yang baik dan mengharamkan benda-benda yang tidak baik dan meringankan beban-beban dan merungkai belenggu yang dahulunya mengikat mereka. Rasul pernah bersabda: Aku berpuasa tetapi berbuka, tidur dan berjaga, makan daging dan berkahwin. (Yusuf al-Qardhawi 2002:6)Islam adalah agama yang sederhana yang menyeru ke arah penerapan sederhana dalam semua perkara dalam pengabdian yang mengawal hubungan antara manusia dengan Tuhan dalam mengawal hubungan manusia dengan manusia dan dalam perundangan yang mengawal hubungan masyarakat. Cara sederhana ini membezakan antara satu negara Islam dengan satu negara Islam yang lain. Firman Allah bermaksud : ” Kami telah memimpin kamu wahai umat Muhammad satu umat pilihan lagi adil, supaya kamu layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia” (al-Baqarah 2 : 143.)
4.0 FAKTOR-FAKTOR MENYEBABKAN LAHIRNYA EKSTREMIS
Banyak faktor yang menyebabkan munculnya sikap ekstremis ini samada bersifat keagamaan, politik, ekonomi, sosial, gabungan semuanya atau sebahagiannya. Antara faktor-faktornya ialah:
i.Faktonya adalah disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan, lemah pemikirannya terhadap agama, sejarah, hukuman kehidupan, mengutamakan masalah sampingan dan melupakan masalah pokok, berlebihan dalam mengharamkankan sesuatu dan sebagainya menyebabkan seseorang akan terdedah dengan kesalahan, mudah terpelesong dari landasan sebenar. Ini menimbulkan kesan buruk kepada diri dan masyarakat dan muncullah fahaman rosak , berpegang pada sebahagian syariat, menyimpulkan makna yang tidak tepat, mudah tertipu dengan pemikiran yang salah, selalu mentafsirkan dengan pemikiran yang keliru(Yusuf al-Qardhawi 2002)
ii.Menurut hawa nafsu, tidak mahu menerima pendapat orang lain adalah faktor ekstrim kerana boleh membawa seseorang melakukan sesuatu yang ditegah oleh agama. Mereka meletakkannya di atas segala-galanya. Pada kebiasaannya mereka meletakkan keinginan mereka lebih tinggi daripada syarak. (Dr Johari Mat 1996) Allah SWT telah menerangkan bahaya nafsu dalam firmanNya yang bermaksud: Tetapi orang-orang yang zalim mengikut hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan maka siapakah yang akan menunjuki orang yang disesatkan oleh Allah? tidak ada bagi mereka sesiapa yang dapat menolong melepaskan mereka dari azab.(al-Quran,al-Rum :29)
iii.Mengikut nas-nas yang tidak jelas dalam menetapkan pelbagai pengertian seterusnya membuat kesimpulan pada masalah tersebut yang membawa padah ada diri mereka sendiri sedangkan nas-nas yang jelas ditinggalkan. (Yusuf al-Qardhawi 2002)
iv. Islam itu asing di negara orang Islam sendiri kerana masyarakat tidak mengamalkan ajaran Islam sedangkan kemungkaran bermaharajalela, sekularisme menular dalam kehidupan masyarakat, kristian giat dalam usaha mengkristian umat Islam, media menonjolkan gambar lucah yang menghairahkan, wanita mendedahkan aurat, arak, kelab malam tersebar di sana sini tanpa ada sekatan, pemimpin mengikut telunjuk barat dan tidak mengamalkan Islam di samping itu menghalang seruan yang berbau Islam. Pemerintah bertindak zalim kepada mereka yang menyeru kepada kebaikan. (Yusuf al-Qardhawi 2002,Zainuddin Fananie et al 2002: 14)
v.Tekanan, kezaliman (Dr Johari Mat 1996: 94)dan serangan yang ditujukan pada Islam samada peperangan secara tersembunyi atau terang-terangan seperti sekularisme, zionisme, salibisme, komunisme dan sebagainya yang bersatu dalam menghancurkan Islam apabila mereka melihat dakwah Islam mulai berkembang. Umat Islam memprotes terhadap keditaktoran musuh Islam, penginayaan dan penghinaan terhadap Islam namun tiada tindakan daripada pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut. (Zainuddin Fananie et al 2002: 14, Rauben Azizian, Elizabeth 2006:149-150, Ahmad Rashid 2002) Bertepatan dengan pendapat Profesor Wael Hallaq dalam syarahannya pada seminar yang bertajuk Islamic Law, Terorrism and Current International Political Turmoil pada 17 Ogos 2004 di Kanada. Beliau berkata:“What is happening today is a product of conolialism which started 200 years ago, until it cause the muslim community to fell oppressed in all aspect of life, and what happening in Iraq,is a reflection of real situation of colonolism, which give rise to a lot of dissatisfaction toward the oppressors” (Abdul Rahman Mohammed t.th:123)
Kuffar menjadikan umat Islam sebagai kuda tunggangan yang boleh diperlakukan mengikut kehendak mereka (Yusuf al-Qardhawi 2002:68) dan timbulnya kesedaran untuk menjalankan apa yang mereka fahami agar ajaran Islam dapat diamalkan dalam hidup serta semangat pembelaan Islam yang kuat .(Zainuddin Fananie et al 2002: 35))
5.0 ISU EKSREMISME
Dalam isu ini penulis membatas beberapa isu besar untuk di koreksi. Ekstremisme telah
berlaku dalam beberapa bentuk antaranya ialah
1.Ekstrem dalam sesuatu amalan seperti isu di bawah iaitu:
Isu sunnah nabi
Apabila seseorang muslim cuba mengamalkan sunnah dalam kehidupannya secara sukarela iaitu memberatkan dirinya dan berpegang kepada pendapat fiqh menurutnya adalah lebih diberkati dan diredhoi Allah SWT contohnya dengan menyimpan janggut, memakai serban, makan dan minum cara nabi, berjubah, tidak bersalam dengan wanita mahram dan bagi wanita muda dan tua pula mengikut pakaian ummahat al-mukminin dengan memakai purdah dan lain-lain. Masyarakat menganggap amalan yang dilakukan itu suatu yang tidak menepati keadaan semasa. Ramai orang yang berfikiran barat menganggap mereka yang berpegang teguh dengan agama sebagai ekstrimis dan keterlaluan. (Yusuf al-Qardhawi 2002: 10-11)Sedangkan mereka hanya mengajak tanpa memaksa masyarakat mengikuti cara mereka.
2.0 Radikal melalui idea dan pemikiran
Radikal melalui idea dan pemikiran seseorang adalah satu cara tersebarnya sikap ekstrim iaitu isunya berkaitan:
Isu Takfir
Isu ini berpunca semasa zaman Saidina Ali iaitu golongan Khawarij yang kuat beribadah tetapi terjerumus dengan pemikiran yang rosak (Yusuf al-Qardhawi 2002:26)dengan mengkafirkan para sahabat kerana tidak berhukum dengan perintah Allah SWT.Mereka telah memesong dari landasan yang sebenar dan membantah Saidina Ali sebagai khalifah serta menganggap semua yang tidak menganut fahaman mereka adalah kafir (Syed Hussin al-Attas:101,Mohd Shauki Abd Majid: 27) selepas itu wujud pula Jamacat Takfir wa al-Hijrah di Mesir. Mereka mengkafirkan setiap orang yang melakukan maksiat dan tidak segera bertaubat, mereka mengkafirkan ulama yang tidak mengkafir pemimpin dan rakyat yang dikuasainya.(Abdul Rahman Hj Abdullah 1998:342)sehingga al-Shahid Hasan al-Banna juga dianggap seleweng kerana tidak sependapat dengan mereka. Perbuatan tersebut menggambarkan sikap eksremis dalam pemahaman agama.(Mohd Shauki Abd Majid:28) Ini merupakan perkara yang merbahaya kerana ia melibatkan nyawa dan harta (Yusuf al-Qardhawi 2002:27)
3.0Radikal melalui tindakan
Melalui isu-isu ini, Islam telah dikatakan sebagai pengganas, teroris global atau ekstrimis keganasan.Walau bagaimanapun tidak dinafikan berlakunya ekstrimis keganasan ini ada hubung kaitnya dengan pemikiran seseorang, kelompok dan sesuatu gerakan Islam.Isunya adalah berkaitan:
3.1 Isu WTC
Apabila berlakunya pengeboman World Trade Centre(WTC) New York-Amerika. Amerika terus menuduh Usamah b Laden sebagai dalang dalam pengeboman tersebut. (Zainuddin Fananie et al 2002:22)Pelbagai serangan yang dilakukan di Afghanistan kononnya menjadi tempat persembunyian Usamah(Shahrom TM Sulaiman 2002:112) Beliau menjadi buruan utama mereka dengan nilai USD5 bilion sekiranya sesiapa yang dapat menumpaskannya.(Luis s.r.v 2001:11)
Seluruh ulama dan pimpinan Islam di serata dunia mengecam perbuatan pengeboman ini kerana ia bertentangan dengan ajaran Islam dan merosakkan imej Islam antaranya adalah Yasir Arafat, Hosni Mubarak. Ulama yang membantah keras perbuatan itu ialah Yusuf al-Qardhawi, beliau telah berkata bahawa haram membunuh sesama manusia yang tidak memerangi dan mengusir umat Islam. Peperangan tidak membenarkan manusia bertindak sewenang-wenangnya.Ada juga dikalangan bangsa Barat yang mengkritik AS berkaitan Tragedi ini iaitu David Long,beliau merupakan ahli di pejabat Pertahanan AS dan menyarankan agar pemerintah AS memperbaiki hubungannya dengan pemerintah Arab terutamanya berkaitan kelompok Usamah(Panji 26 September 2001)
3.2.Isu Amaliyah Istisyhadiah
Amaliyah Istisyhadiah atau dikenali bom berani mati. Ia adalah salah satu kaedah yang digunakan untuk melakukan penentangan terhadap Zionis. Itulah yang mampu dilakukan oleh rakyat Palestin dengan mencipta bahan letupan sebagai senjata untuk melawan musuh dengan terpaksa mengorbankan diri. Satu nyawa dikorbankan untuk membunuh sejumlah besar kuffar. Ia dilakukan dengan niat untuk membunuh musuh-musuh Islam yang menduduki tempat mereka dan tujuannya untuk mendapatkan syahid(Ibnu Ismail 2002: 53-56)Ia dilakukan pada Intifadah kedua yang dipelopori oleh pejuang HAMAS. Gerakan ini menjadi kuat disebabkan oleh asas keagamaan dan ditegakkan atas prinsip keagamaan.(Mark Juegensmeyer 2003:115)
Dalam perkara ini kebanyakan ulama mengharuskankan operasi ini diantaranya ialah Prof Dr Wahbah Zuhaili, Dr Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, Syekih al-Azhar Syed Tantawi, Dr Fathi Yakan, Syeikh Mutawali Syacrawi, Dr Yusuf al-Qardawi, Imam al-Ghazali, Ibnu Taimiyah,(Ibnu Ismail 2002: 58) al-Qurtubi (Hafidz Abdurrahman: 2006:42) Kerana penyerangan itu untuk mempertahankan diri, menentang kuffar yang merampas negara mereka dan melakukan penindasan terhadap rakyat yang tidak berdosa. Umat Islam melakukan perkara tersebut agar dapat menggerunkan musuh bukannya untuk mati tetapi memberi kemenangan pada Islam dan mempertahankan tanah mereka dari terus dijajah. Pendapat Ulama semestinya berbeza dengan pandangan musuh Islam. Bagi pihak Barat, mereka mengatakan operasi berani mati ini seperti aksi-aksi tentera Jepun(kamikaze)yang meledakkan diri sendiri dengan bom ketika berhadapan dengan Tentera Bersekutu semasa Perang Dunia Kedua.
Pada pandangan Haji Abdul Hadi Awang dalam kitabnya Uslub Dakwah, mengatakan cara kekerasan adalah cara terakhir apabila orang yang keras itu sudah menjadi penghalang dadi hadapan perjalanan dakwah.(1986) Keganasan perlu diselesaikan dengan perdebatan yang melalui pemikiran bukannya melalui keganasan juga kerana ia akan merugikan kedua-dua belah pihak.Keganasan bukanlah sifat Islam kerana Islam adalah agama yang sukakan keamanan,kaesjahteraan ,keharmonian bukanlah penindasan, kekejaman, tetapi apabila musuh menyerang umat islam maka wajiblah mementang dan memeranginya.( Abd Rahman Hj Abdullah,1998:339)
6.0 ANALISIS IMPAK YANG DIPEROLEHI MELALUI PENDEKATAN INI DALAM DAKWAH
Impak yang diperoleh melalui konsep ekstrem dalam menyeru masyarakat samada umat Islam itu sendiri mahupun kepada masyarakat bukan Islam boleh dibahagi kepada beberapa bentuk seperti berikut:
1.Impak dalam bentuk amalan
Sikap ini amat menyusahkan kepada kebanyakan manusia kerana tidak dapat bersabar dengannya seperti imam yang memanjangkan solat jemaah . Perkara tersebut dilarang oleh Saidina Umar, beliau pernah berkata” janganlah kamu membuat Allah membenci hambanya kerana memanjangkan bacaan dalam solat menyebabkan makmum yang mengikutinya membenci solat yang dilakukan”Dengan mengamalkan sifat ini menyebabkan manusia cepat bosan dan kemampuan mereka terbatas. Kemungkinan dia dapat melakukan suatu waktu tertentu dan akan meninggalkkan amalan tersebut kerana bosan dan merasakan ia suatu yang menyusahkan.
Oleh itu, Islam menyeru umatnya agar memudahkan sesuatu amalan asalkan dia mampu istiqamah dalam melakukannya(Yusuf al-Qardhawi 2002:7)seperti sabda Rasulullah:”Bebankanlah olehmu perbuatan yang mampu dilakukan kerana Allah tidak akan jemu kepadamu sehingga kamu jemu dan sesungguhnya amal yang disukai Allah ialah yang dilakukan secara berpanjangan walaupun sedikit”(Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i) seperti muallaf yang baru memeluk islam usahlah dipersulitkan dengan amalan Islam secara mendadak. Ini menyebabkan seseorang yang baru berjinak dengan Islam menjadi fobia, biarlah perubahan kepada mualaf tersebut sedikit demi sedikit. Kuatkan akidah terlebih dahulu kemudian pengamalan syariat pasti menyusul.
Sikap ini akan merosakkan kewajipan lain hakikatnya perkara tersebut perlu dipelihara dan dilaksanakan(Yusuf al-Qardhawi 2002:7).Rasulullah pernah menegur cAbdullah b cAmru yang telah melakukan ibadah dan mengabaikan kewajipannya kepada keluarga: Berpuasa dan berbukalah, berjaga dan tidurlah kerana jasmani, kedua matamu, isterimu mempunyai hak ke atas dirimu.”(Riwayat Bukhari) Manusia mempunyai hak-hak tertentu ,maka berilah hak kepada diri dan sesama manusia. Jangan disebabkan terlalu asyik dengan ibadat, perkara-perkara yang menjadi tanggungjawabnya di tinggalkan tanpa pembelaan
.
Kesan yang baik apabila seseorang melaksanakan sunnah dan menjaga akhlak mulia dilakukan dengan bijaksana melalui ucapan yang lemah lembut dan penuh kasih sayang,beramah mesra tanpa mengabaikan kualiti dakwah yang disampaikan.Ia akan melembutkan hati madcu(Yusuf al-Qardhawi 2003:46)contohnya Dr Yusuf al-Qardhawi, Syed Syed Tantawi, Syeikh cAtiah Sakhar, Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat, Tuan Guru Haji Hadi Awang, Ustaz Uthman Muhammadi mereka dapat menyampaikan dakwah walaupun memakai jubah, serban dengan kemas.Tidak mengongkong seseorang mengikut apa yang diamalkan kerana bukan semua manusia mampu melakukan sepertinya dan seseorang itu pasti mendapat ketenangan dan mencapai apa yang diinginkan (lebih taqarub kepada Allah). Ramai dikalangan masyarakat telah tertarik dengan dakwah mereka tanpa mempertikaikan serban atau janggut yang dimiliki. Indahnya Islam pada hakikatnya namun ramai masyarakat yang masih mempertikaikan keadaan ini
2.Impak dalam pemikiran
Melalui pemikiran karya-karya, ceramah atau, risalah dan sebagainya daripada mereka yang berfahaman ekstrim. Buktinya mereka telah menghasilkan banyak buku-buku yang mempengaruhi orang lain seperti karya-karya Maududi dapat mempengaruhi Syed Qutb dan beliau memperincikan konsep tersebut dalam kitab tafsirnya Fi Zilal al-Quran, Muhammad Qutb dan lain-lain.
Apabila dilihat dari isu takfir, ia dibahagikan kepada dua keadaan iaitu tindakbalas terhadap penjajah oleh ulama. Dalam keadaan ini, mereka dapat meyemarakkan semangat Jihad fi sabilillah di kalangan umat islam seperti Tok Ku Paloh, Haji Abdul Rahman Limbong, Haji Mustafa Minangkabau khusus dalam memerdekan Malaysia dan ulama dalam dunia Islam seperti Ahmad Yasin, Hasan Nasrullah, Mullah Umar, Hasan Hudaibi dan sebagainya.Keadaan kedua iaitu mengkafirkan sesama Islam memberi kesan yang negatif kerana berlakunya pepecahan dikalangan umat Islam seperti tidak mahu solat jemaah bersama, kubur berasingan,berlakunya perceraian, tidak membayar zakat dan memakan sembelihan disebabkan berbeza fahaman.( Abd Rahman Hj Abdullah. 1998:345-346)
Apabila berlakunya kontraversi karikatur hina nabi, pengkritiknya yang dianggap radikal iaitu Ahmad Abu Laban telah berjaya membuka mata umat Islam untuk terus bangkit memprotes penghinaan tersebut dan beliau juga yang menyatukan umat Islam di Denmark.(Utusan 3 Feb) Setelah Ayatullah Khomeini menyeluarkan fatwa Salman Rushdie mestilah dibunuh disebabkan beliau menghina Islam melalui bukunya Satanic Verses telah mempengaruhi pemikiran yang dominan terhadap Islam di Britain.(Dr Abdul Ghafar Don) Perjuangan pembebasan yang dilakukan oleh gerakan Islam terdahulu dan kini telah banyak mencapai kejayaan yang dapat dimanfaat oleh umat Islam. (Muhammad Abu Bakar 1986:26)
Pada pandangan al-Maududi pelaksanaan dakwah hendaklah ditekankan untuk membangun masyarakat dan merupakan lanjutan dari perjuangan rasul-rasul terdahulu. Ijtihad di peringkat pemikiran perlulah dipadukan dengan jihad secara praktikal untuk mencapai kejayaan yang hakiki. (Mohamad Abu Bakar, 1982: 20-21)
3.0 Kesan tercetusnya ekstrimis-keganasan
Apabila seseorang atau golongan yang tidak dapat mengawal keadaan maka lahirlah ekstrimis keganasan ini. Ia adalah satu unsur kepada fahaman yang perlu dititik beratkan dalam perbahasan ini kerana ia memberi kesan yang besar pada masyarakat muslim dan non-muslim. Dua kesan dari isu yang telah dibincangkan iaitu:
3.1 Tragedi 11 September
Setelah berlakunya Tragedi 11 September, kuasa Barat yang diketuai oleh AS telah menuding kepada Islam dan terus menuduh Islam sebagai Teroris(Pengganas) global dan menjadikan Islam adalah musuh utama mereka. Ini memberi kesan kepada muslim seluruh dunia dan juga kepada non-muslim. Kesannya kepada umat Islam ialah lahirlah sikap Islamfobia yang diwar-warkan dalam media terutamanya kepada masyarakat minoriti islam di Amerika, Australia dan Eropah di tuduh sukakan keganasan, dipandang sinis oleh kuffar, masyarakat Islam menjadi khuatir untuk menegakkan Islam secara kaffah, perkataan jihad sering dikaitkan dengan teroris sedangkan dalam Islam ia amat berbeza.(Kusman Sadik 2006:49-52), berlakunya pencabulan asasi manusia.Perkara ini telah dilaporkan oleh Coucil on American Relation bermula dari berlakunya tragedi tersebut sehingga Oktober 2001 iaitu 959 kes di Amerika.(eramuslim) Jenayah benci terhadap umat Islam meningkat sebanyak 600% . Pihak pemerintah telah bertindak secara kuku besi dan memusnahkan asas-asas kebebasan. AS dan Britain memberi kuasa kepada polis untuk membunuh sesiapa sahaja yang disyaki sebagai’pengebom berani mati. (Prof.Dr.Abdul Rahman Embong 2005:50) Sebenarnya umat Islam sendiri marah dan benci dengan keganasan yang berlaku.
Usamah menjadi buruan utama AS dengan nilai USD5 bilion sekiranya sesiapa yang dapat menumpaskannya.(Luis s.r.v 2001:11)Di samping itu Kit Gate ketua National to Protect Political Freedom(NCPPF) di Washington telah mengatakan bahawa AS juga menangkap lebih 1000 yang disyaki terlibat dalam kes 11 September itu, 173 adalah dikalangan warga Arab Saudi dan Kerajaan Arab Saudi membantah keras tindakan tersebut kerana pelbagai ancaman dan tindakan buruk telah dilakukan kepada mereka sehingga ada yang terpaksa meninggalkan AS disebabkan fitnah, kezaliman , penindasan yang dialami dan Laman Web Jihad ditutup seperti azzam.com, qoqaz.com, stcom.net, afghan_ie.com dan taleban.com kerana ia dianggap penyebar maklumat yang dapat menggugat kestabilan AS.(eramuslim)
Kesan yang positif dapat dilihat iaitu Usamah menjadi sebagai wira baru dan terkenal dimana sahaja kerana poster gambarnya dipaparkan kepada pelbagai media.(Elly Burhaini Faizal 2001:23)Ia juga memberi kesan kepada non-muslim seperti peningkatan mendadak mahasiswa Amerika terhadap pengajian arab dan Islam kerana ingin mengetahui maklumat yang tepat dan merasakan maklumat yang perolehi tidak lengkap contohnya di Universiti Havard pendaftaran dalam jurusan sosial Timur Tengah meningkat empat kali ganda lebih besar daripada biasa. Universiti Chicago pendaftaran sebanyak dua atau tiga kali ganda. Buktinya peyelaras Program Akademik Pusat Pengajian Arab Kontemporer,Universiti Georgetown,Liz Kepferle menyebut bahawa permohonan mendaftar melaui e-mel, dan telefon meningkat dua kali ganda. (eramuslim)
Ramai non-muslim yang memeluk agama Islam setelah peristiwa ini.
3.2 Intifadah
Di Palestin, jihad yang dilakukan dalam Intifadah seperti amaliyah Ishtisyadiyyah memberi kesan yang mendalam pada masyarakat. Ini dapat menimbulkan kegerunan di hati musuh-musuh agar tidak dapat melakukan sewenang-wenangnya kepada rakyat Palestin. Kestabilan politik dan ekonomi Zionis tergugat.Ia memberi satu kemenangan moral kepada Islam bahawa Islam bukannya umat yang pengecut tetapi mereka adalah umat yang sanggup berkorban walaupun terpaksa mengorbankan nyawa.(Ibnu Ismail 53-56) Intifadah yang dilakukan juga dapat memberi ruang yang luas dan sokongan dari seluruh dunia dengan mempromosi melalui media elektonik dan dikenali sebagai eletronic Intifadah. . Ulama-ulama memberi sokongan terbuka kepada pejuang melalui amaliyyah istisyadiyyah, fatwa boikot, menyeru umat Islam sedunia menyertai misi pembebasan Palestin .Ini menimbulkan semangat kebangkitan Rakyat palestin (Maszlee Malik 2006: 75-79)Penghijrahan yahudi dari Israel ke tempat lain kerana mereka tidak mendapat keamanan di sana, buktinya apa yang diperkatakan oleh jeneral tentera Israel bahawa terdapat 25% yahudi yang berasal dari Barat telah pergi meninggalkan Israel.70% yahudi dari Timur juga meninggalkan Israel.(eramuslim)
Apabila berlakunya pemberontakan, pertempuran, bantahan, demontrasi di sesuatu tempat, ia dapat memberi peringatan kepada para pemimpin agar melakukan keadilan dan kesedaran kepada pimpinan sekular agar mengambil berat hak-hak kepada umat Islam. Ia juga dapat memberi kesedaran agar mereka menjadikan prinsip Islam adalah yang terbaik perlu diprkatikkan dalam kehidupan dan mereka lebih mengenali agama –agama lain serta dapat bertoleransi satu sama lain. (Zainuddin Fananie et al 2002:22)contohnya apa yang telah dilakukan oleh Ikhwan al-Muslimin di Mesir dan Sudan, Jamaah Islami di Pakistan ramai dikalangan pimpinan dan pengikutnya dipenjara termasuklah al-Maududi, Syed Qutb, akhirnya mereka berjaya mempengaruhi kerajaan mereka ke arah cita-cita Islam dan juga revolusi Iran yang dapat mengalahkan tentera Soviet dan berjaya mentadbir Iran di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini.(Mohamad Abu Bakar, 1982:16)
7.0 PENUTUP
Dalam dakwah melalui pendekatan ini ada pro dan kontranya. Maka para intelektual Islam mestilah meneruskan dakwah melalui perkataan dan tindakan dengan penuh hikmah dan berterusan agar dakwah yang disampaikan dapat memberi kesan yang mendalam kepada semua masyarakat. Semua panganut Islam perlulah memeperbaiki keadaan dari sekarang, tonjolkan akhlak mahmudah, tidak suka kepada keganasan, kekerasan, penghinaan dan sebagainya kerana perkara tersebut bukanlah sifat Islam yang sejati. Islam menganjurkan umatnya agar mengikut jalan tengah sepertimana sabda Rasulullah yang bermaksud “sebaik-baik jalan adalah mengikut jalan tengah.
Pada pandangan penulis, umat Islam perlu bersikap ekstrim apabila musuh Islam melakukan ektrim pada kepada mereka seperti apabila musuh melakukan penghinaan, kezaliman,penindasan dan pencabulan pada agama itu sendiri, adakah umat Islam hanya berdiam diri tanpa memprotes atau melakukan tindakan untuk menanganinya?Umat Islam bukanlah boneka yang menjadi pak turut kepada kekejaman kuasa barat. Oleh itu, seluruh umat Islam perlu bangkit mengembalikan keizzahan Islam. Pada waktu tertentu mereka perlu moderate. Jalan pertengahan tersebut perlulah diambil apabila ianya bersesuaian dengan kehendak Islam sekiranya perkara tersebut adanya kemaslahatan kepada semua pihak. Dakwah melalui pendekatan ini memberi kesan yang besar kepada umat seandainya ia sesuai pada tempatnya. Apabila salah menggunakan pendekatan tersebut ia akan merugikan Islam dan seluruh umatnya.
.
RUJUKAN
Al-Qur’an
Abd Rahman Abdullah. 1998. Pemikiran Islam di Malaysia. Kuala Lumpur: Dewan
Bahasa dan Pustaka: USM Pulau Pinang, Pusat Pendidikan Jarak Jauh.
Abdul Rahman Embung. 2005. Umat Islam selepas peristiwa 7 Julai. Dewan
Masyarakat, November : 48-50
Abdul Rahman Mohamed. t.th. 30 Extemist characteristics Mentioned in al-Qur’an.
Singapore: Fiqh Consultancy&Services.
Abdul Ghafar Don. Dakwah menangani persoalan fundamentalis dan radikal, kertas
kerja,
al-Din Shahin Emad . 2005. Extrism and Moderation in Islamic Movement:Causes,
Motives and Repercussions . Jurnal Islam Movement its Impact on True Political
Stability of the Arab World.
al-Qardhawi, Yusuf. 1991. Islamic awakening between rejection and extremism. U.S.A:
The International Institute of Islamic Thought.
al-Qardhawi, Yusuf . 2002. Islam Ekstrem Suatu Analisis & Cabaran Terhadap
Kebangkitan Islam. Selangor: Penerbitan Darul Iman Sdn.Bhd.
al-Qardhawi,Yusuf. 2004. Antara pengganas dan mujahidin sejati. Selangor: Synerymate
Sdn Bhd.
Elly Burhaini Faizal, 2001. Panji . September : 23
Ensiklopedia Global. 2001. Kuala Lumpur: SmartGenie Corporation Sdn. Bhd.
Hafidz Abdurrahman. 2006. Bagaimana Islam memandang aksi bunuh diri dan mati syahid. Al-Wac ie: 43
Hornby A.S . 2000. English-Malay dictionary: Penerbit Fajar
Ibnu Ismail . 2002 . Nostalgia Syuhada Palestin . Kaherah : PMRAM
Johari Mat. 1996. Ghuluw dalam Akidah Islam: Satu Pengenalan Ringkas.Jurnal
Usuluddin 5 : 87-94.
Kamus Dewan. 1970. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Kusman Sadik. 2006. Al-Wac ie: 52
Luis S.R. 2001. Osama bin Laden King of Terror or Saviour of Islam? Delhi: Pustak
Mahal.
Mark Juergernsmeyer. 2003. Terror in the Mind of God, terj Terorisme Para Pembela
Agama. Yogyakarta: Tarawang Press.
Mohamad Abu Bakar. 1982. Idea Kemajuan dalam Pemikiran dan Perjuangan
Golongan Fundamentalis Islam. monograf Islamika 2, Fakulti Sastera dan Sains
Sosial. Kuala Lumpur: Universiti Malaya
Mohd Izani B Mohd Zain, 2002, Fundamentalis Islam:Konflik antara Islam dan Barat.
Jurnal Yadim 3:13-19
Mohd Shauki Abd Majid. t.th. Pelampau Agama Keliru Tentang Kebaikan dlm Wacana
Hadhari dalam Islam, iBook Publication Sdn.Bhd.
Rashid. 2002. Jihad: The rise Militant Islam in Central Asia. London: Yale University
Press . Journal of Islamic Studies 14,Oxford University Press.
Rouben Azizian, Elizabeth Van Wie Davis. 2006. Terorism, Geopolitic and
Multinational Security cooperation in Central Asia. American Journal of
Islamic Social Sciences 23(3): 149-151
Shahrom TM Sulaiman. 2002. Terorisme Global dan pengganas agama. Kuala
Lumpur: Utusan Publications& Distributors Sdn Bhd.
Syed Hussin al-Attas, 2002, ke mana dengan Islam 22 artikel pilihan, wacana pemikir,
Utusan Pubications&distributors Sdn.Bhd.
________.2007. Pengkritik karikatur hina nabi meninggal dunia.. Utusan, 3 Febuari:17
Zainuddin Fananie et al. 2002. Radikalisme Keagamaan dan perubahan sosial.
Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Oleh: Bintu Ismail
1.0 PENDAHULUAN
Pasca 11 September dan serangan yang telah berlaku di beberapa tempat seperti di Bali, Madrid, Jakarta, Casabalanca, London menyebabkan Islam terus ditohmoh dan menjadi sasaran utama polis dunia (AS) dan melabelkan Islam dengan pelbagai nama seperti Islam ekstrim, Islam Radikal, fundamentalis Islam, Islam militan dan sebagainya,
Analisis AS Amos Perlmutter(1992)dalam Wishful Thinking About Islamic Fundamentalisme mengatakan Islam sebuah gerakan yang agresif sama militan dan kejamnya dengan gerakan Nazi, Bolshevik pada masa lalu.Oleh itu Amerika perlulah melumpuhkan semua gerakan kebangkitan Islam yang lahir. (Kusman Sadik 2006: 52)
Fahaman ekstrim telah pun dikenalpasti mempunyai hubungan dengan gerakan-gerakan Islam yang telah muncul (Emad al-Din Shahin 2005: 93)seperti Hizbullah,HAMAS,Jamaah Islamiyah, Taliban, Ikhwan al-Muslimin dan sebagainya.
Gambaran yang salah tentang pergerakan Islam bertujuan untuk memainkan peranan melalui penekanan dan fokus mereka kepada puak-puak ekstrim dan juga melalui paparan mereka sebagai contoh untuk semua pergerakan Islam.Gambaran salah ini juga berlaku melalui tanggapan terhadap puak pertengahan pergerakan Islam sebagai parti pembangkang politik yang objektifnya untuk memperoleh kuasa dan memusnahkan dua pengaruh iaitu yang memerintah rejim dan pengaruh barat dalam negara. (Emad al-Din Shahin 2005: 93)Dalam kertas kerja ini,penulis akan mengupas dan menghuraikan fahaman ekstim adakah ia dibenarkan oleh Islam atau sebaliknya, faktor-faktor berlakunya ektrim, isu-isu yang berkaitan dan adakah ia memberi impak yang positf atau negatif dalam pendekatan dakwah kepada masyarakat sesebuah negara .
2.0 DEFINASI EKSTREMISME
Menurut Kamus Dewan ekstremisme bermaksud fahaman yang sangat radikal , melampaui batas dalam sesuatu hal seperti politik dan sebagainya.(Dr. Tengku Iskandar 1970) ekstemist adalah orang yang mempunyai pandangan yang keterlaluan terutama sekali dalam politik(Hornby 2000).Ghuluw pula dalam bahasa arab bererti melampaui had sempadan yang dibenarkan.Istilah lain bermaksud sama dengannya adalah Ifrad, al-Tafrit, al-Tasydid, al-Tanatu’ Ini dijelaskan bahawa Ghuluw bermaksud melampaui had dan dan terkeluar dari sempadan yang ditetapkan(Ibnu Manzur) Tatharruf diniy iaitu melampaui batas dalam agama, fikiran atau kelakuan. Gerakan eksrem yang bersifat keagamaan ini sering dikaitkan dengan sifat yang agresif, kuat perjuangan, berkelahi, bertempur atau berperang terutamanya untuk memperlihatkan pengabdian mereka secara keseluruhannya terhadap sesuatu cita-cita. Mereka dilabelkan secara perseorangan, kelompok, atau perbuatan sebagai ekstrim terutamanya untuk mengubah status quo.
Eksremisme selalunya dikaitkan dengan fundamentalis, radikal, militan. Penonjolan mereka jelas mempengaruhi aktiviti yang dilakukan dalam sesuatu masyarakat. Segala aktiviti yang dilakukan itu menimbulkan ketegangan dalam kehidupan masyarakat.(Zainuddin Fananie et al 2002: 13-14)Menurut Ensiklopedia Global Eksrimisme adalah suatu fahaman yang mengancam corak, tindakan dan sokongan proses demokrasi. Faktor agama, bangsa dan ketegangan berlaku di dalam persatuan menghasilkan fahaman ini. (2001:2)Yusuf al-Qardawi telah mengtakrifkan ekstremisme ialah mengambil suatu langkah secara melulu, terburu-buru dan melampaui batas serta mendadak yang mana semuanya adalah terang-terangan bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Ia juga membawa maksud pembawaan mereka yang membuat sesuatu kerana mengejar nama atau supaya kepentingan dirinya tidak terluput dengan sebab ditakuti ketibaan ajalnya dengan mengejut atau terjadi sesuatu perkara yang di luar dugaan.
Definasi ektrimisme boleh dirumuskan bahawa suatu fahaman individu, kelompok, gerakan yang melampaui batas pada sesuatu yang telah ditetapkan tanpa had sempadannya. Ia menunjukkan sikap golongan tertentu yang keterlaluan dalam mengamalkan sesuatu perkara atau tuntutan samada politik, agama, amalan, sosial, ekonomi dan lain-lain.Fahaman ini telah wujud pada semua agama, namun ia lebih dikaitkan dengan Islam
3.0 PANDANGAN ISLAM MENGENAI EKSTREM
Menurut undang-undang sharak Islam, fahaman ekstrem berkait dengan perkara-perkara yang ditambah dalam agama, fahaman-fahaman fanatik dan radikal, iaitu meningkat ke satu kedudukan di luar jangkauan manusia. Semua aspek ini adalah dilarang keras dalam Islam. Islam juga melarang fahaman ekstrem dalam agama dan kekerasan melampau sama ada pada diri sendiri mahupun orang lain. Firman Allah bermaksud : ”Janganlah kamu melampaui batas dalam perkara agama kamu” (al-Nisa 4: 171) dan sabda Rasulullah s.a.w bermaksud : ” berhati-hatilah terhadap fahaman ekstrem dalam agama, kepada manusia sebelum kamu dimusnahkan oleh mereka yang ekstrem dalam agama”. ”Dan janganlah kamu terlalu tegas dengan dirimu sendiri”. Fahaman Radikal dan Ekstrem mempunyai kaitan ke arah memusnahkan sesuatu. Maksud kemusnahan ialah keputusan daripada puak ekstrem terhadap perkara yang tidak dapat dielakkan dan kekerasan yang tidak wajar.(Emad al-Din Shahin 2005: 96)
Apabila dilihat dalam Islam, Allah SWT telah memberi rukhsah kepada hamba-hambanya supaya mereka dapat melakukan ibadah dengan mudah dalam keadaan tertentu misalnya dibolehkan memendekkan solat ketika bermusafir.Ini menunjukkan bahawa Islam tidak memeberatkan kepada umatNya. Sabda Rasulullah saw :
يسروا ولا تعسروا وبشروا ولا تنفروا
Maksudnya: “Mudahkanlah dan jangan kamu memayahkan, gembirakanlah dan jangan kamu meliarkan”.Namun begitu boleh juga diterima sikap seseorang yang memberatkan dirinya sendiri dalam soal-soal agama dengan hanya mengamalkan fardhu pada asalnya tanpa mengamalkan kelonggaran-kelonggaran yang dibenarkan (rukhsah) asalkan tidak memaksa orang ramai mengikutinya, tanpa menghiraukan bahawa tindakannya itu mendatangkan kesukaran kepada mereka dalam soal-soal agama dan duniawi mereka. Sedangkan sifat yang menjadi amalan baginda Saw menghalalkan benda-benda yang baik dan mengharamkan benda-benda yang tidak baik dan meringankan beban-beban dan merungkai belenggu yang dahulunya mengikat mereka. Rasul pernah bersabda: Aku berpuasa tetapi berbuka, tidur dan berjaga, makan daging dan berkahwin. (Yusuf al-Qardhawi 2002:6)Islam adalah agama yang sederhana yang menyeru ke arah penerapan sederhana dalam semua perkara dalam pengabdian yang mengawal hubungan antara manusia dengan Tuhan dalam mengawal hubungan manusia dengan manusia dan dalam perundangan yang mengawal hubungan masyarakat. Cara sederhana ini membezakan antara satu negara Islam dengan satu negara Islam yang lain. Firman Allah bermaksud : ” Kami telah memimpin kamu wahai umat Muhammad satu umat pilihan lagi adil, supaya kamu layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia” (al-Baqarah 2 : 143.)
4.0 FAKTOR-FAKTOR MENYEBABKAN LAHIRNYA EKSTREMIS
Banyak faktor yang menyebabkan munculnya sikap ekstremis ini samada bersifat keagamaan, politik, ekonomi, sosial, gabungan semuanya atau sebahagiannya. Antara faktor-faktornya ialah:
i.Faktonya adalah disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan, lemah pemikirannya terhadap agama, sejarah, hukuman kehidupan, mengutamakan masalah sampingan dan melupakan masalah pokok, berlebihan dalam mengharamkankan sesuatu dan sebagainya menyebabkan seseorang akan terdedah dengan kesalahan, mudah terpelesong dari landasan sebenar. Ini menimbulkan kesan buruk kepada diri dan masyarakat dan muncullah fahaman rosak , berpegang pada sebahagian syariat, menyimpulkan makna yang tidak tepat, mudah tertipu dengan pemikiran yang salah, selalu mentafsirkan dengan pemikiran yang keliru(Yusuf al-Qardhawi 2002)
ii.Menurut hawa nafsu, tidak mahu menerima pendapat orang lain adalah faktor ekstrim kerana boleh membawa seseorang melakukan sesuatu yang ditegah oleh agama. Mereka meletakkannya di atas segala-galanya. Pada kebiasaannya mereka meletakkan keinginan mereka lebih tinggi daripada syarak. (Dr Johari Mat 1996) Allah SWT telah menerangkan bahaya nafsu dalam firmanNya yang bermaksud: Tetapi orang-orang yang zalim mengikut hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan maka siapakah yang akan menunjuki orang yang disesatkan oleh Allah? tidak ada bagi mereka sesiapa yang dapat menolong melepaskan mereka dari azab.(al-Quran,al-Rum :29)
iii.Mengikut nas-nas yang tidak jelas dalam menetapkan pelbagai pengertian seterusnya membuat kesimpulan pada masalah tersebut yang membawa padah ada diri mereka sendiri sedangkan nas-nas yang jelas ditinggalkan. (Yusuf al-Qardhawi 2002)
iv. Islam itu asing di negara orang Islam sendiri kerana masyarakat tidak mengamalkan ajaran Islam sedangkan kemungkaran bermaharajalela, sekularisme menular dalam kehidupan masyarakat, kristian giat dalam usaha mengkristian umat Islam, media menonjolkan gambar lucah yang menghairahkan, wanita mendedahkan aurat, arak, kelab malam tersebar di sana sini tanpa ada sekatan, pemimpin mengikut telunjuk barat dan tidak mengamalkan Islam di samping itu menghalang seruan yang berbau Islam. Pemerintah bertindak zalim kepada mereka yang menyeru kepada kebaikan. (Yusuf al-Qardhawi 2002,Zainuddin Fananie et al 2002: 14)
v.Tekanan, kezaliman (Dr Johari Mat 1996: 94)dan serangan yang ditujukan pada Islam samada peperangan secara tersembunyi atau terang-terangan seperti sekularisme, zionisme, salibisme, komunisme dan sebagainya yang bersatu dalam menghancurkan Islam apabila mereka melihat dakwah Islam mulai berkembang. Umat Islam memprotes terhadap keditaktoran musuh Islam, penginayaan dan penghinaan terhadap Islam namun tiada tindakan daripada pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut. (Zainuddin Fananie et al 2002: 14, Rauben Azizian, Elizabeth 2006:149-150, Ahmad Rashid 2002) Bertepatan dengan pendapat Profesor Wael Hallaq dalam syarahannya pada seminar yang bertajuk Islamic Law, Terorrism and Current International Political Turmoil pada 17 Ogos 2004 di Kanada. Beliau berkata:“What is happening today is a product of conolialism which started 200 years ago, until it cause the muslim community to fell oppressed in all aspect of life, and what happening in Iraq,is a reflection of real situation of colonolism, which give rise to a lot of dissatisfaction toward the oppressors” (Abdul Rahman Mohammed t.th:123)
Kuffar menjadikan umat Islam sebagai kuda tunggangan yang boleh diperlakukan mengikut kehendak mereka (Yusuf al-Qardhawi 2002:68) dan timbulnya kesedaran untuk menjalankan apa yang mereka fahami agar ajaran Islam dapat diamalkan dalam hidup serta semangat pembelaan Islam yang kuat .(Zainuddin Fananie et al 2002: 35))
5.0 ISU EKSREMISME
Dalam isu ini penulis membatas beberapa isu besar untuk di koreksi. Ekstremisme telah
berlaku dalam beberapa bentuk antaranya ialah
1.Ekstrem dalam sesuatu amalan seperti isu di bawah iaitu:
Isu sunnah nabi
Apabila seseorang muslim cuba mengamalkan sunnah dalam kehidupannya secara sukarela iaitu memberatkan dirinya dan berpegang kepada pendapat fiqh menurutnya adalah lebih diberkati dan diredhoi Allah SWT contohnya dengan menyimpan janggut, memakai serban, makan dan minum cara nabi, berjubah, tidak bersalam dengan wanita mahram dan bagi wanita muda dan tua pula mengikut pakaian ummahat al-mukminin dengan memakai purdah dan lain-lain. Masyarakat menganggap amalan yang dilakukan itu suatu yang tidak menepati keadaan semasa. Ramai orang yang berfikiran barat menganggap mereka yang berpegang teguh dengan agama sebagai ekstrimis dan keterlaluan. (Yusuf al-Qardhawi 2002: 10-11)Sedangkan mereka hanya mengajak tanpa memaksa masyarakat mengikuti cara mereka.
2.0 Radikal melalui idea dan pemikiran
Radikal melalui idea dan pemikiran seseorang adalah satu cara tersebarnya sikap ekstrim iaitu isunya berkaitan:
Isu Takfir
Isu ini berpunca semasa zaman Saidina Ali iaitu golongan Khawarij yang kuat beribadah tetapi terjerumus dengan pemikiran yang rosak (Yusuf al-Qardhawi 2002:26)dengan mengkafirkan para sahabat kerana tidak berhukum dengan perintah Allah SWT.Mereka telah memesong dari landasan yang sebenar dan membantah Saidina Ali sebagai khalifah serta menganggap semua yang tidak menganut fahaman mereka adalah kafir (Syed Hussin al-Attas:101,Mohd Shauki Abd Majid: 27) selepas itu wujud pula Jamacat Takfir wa al-Hijrah di Mesir. Mereka mengkafirkan setiap orang yang melakukan maksiat dan tidak segera bertaubat, mereka mengkafirkan ulama yang tidak mengkafir pemimpin dan rakyat yang dikuasainya.(Abdul Rahman Hj Abdullah 1998:342)sehingga al-Shahid Hasan al-Banna juga dianggap seleweng kerana tidak sependapat dengan mereka. Perbuatan tersebut menggambarkan sikap eksremis dalam pemahaman agama.(Mohd Shauki Abd Majid:28) Ini merupakan perkara yang merbahaya kerana ia melibatkan nyawa dan harta (Yusuf al-Qardhawi 2002:27)
3.0Radikal melalui tindakan
Melalui isu-isu ini, Islam telah dikatakan sebagai pengganas, teroris global atau ekstrimis keganasan.Walau bagaimanapun tidak dinafikan berlakunya ekstrimis keganasan ini ada hubung kaitnya dengan pemikiran seseorang, kelompok dan sesuatu gerakan Islam.Isunya adalah berkaitan:
3.1 Isu WTC
Apabila berlakunya pengeboman World Trade Centre(WTC) New York-Amerika. Amerika terus menuduh Usamah b Laden sebagai dalang dalam pengeboman tersebut. (Zainuddin Fananie et al 2002:22)Pelbagai serangan yang dilakukan di Afghanistan kononnya menjadi tempat persembunyian Usamah(Shahrom TM Sulaiman 2002:112) Beliau menjadi buruan utama mereka dengan nilai USD5 bilion sekiranya sesiapa yang dapat menumpaskannya.(Luis s.r.v 2001:11)
Seluruh ulama dan pimpinan Islam di serata dunia mengecam perbuatan pengeboman ini kerana ia bertentangan dengan ajaran Islam dan merosakkan imej Islam antaranya adalah Yasir Arafat, Hosni Mubarak. Ulama yang membantah keras perbuatan itu ialah Yusuf al-Qardhawi, beliau telah berkata bahawa haram membunuh sesama manusia yang tidak memerangi dan mengusir umat Islam. Peperangan tidak membenarkan manusia bertindak sewenang-wenangnya.Ada juga dikalangan bangsa Barat yang mengkritik AS berkaitan Tragedi ini iaitu David Long,beliau merupakan ahli di pejabat Pertahanan AS dan menyarankan agar pemerintah AS memperbaiki hubungannya dengan pemerintah Arab terutamanya berkaitan kelompok Usamah(Panji 26 September 2001)
3.2.Isu Amaliyah Istisyhadiah
Amaliyah Istisyhadiah atau dikenali bom berani mati. Ia adalah salah satu kaedah yang digunakan untuk melakukan penentangan terhadap Zionis. Itulah yang mampu dilakukan oleh rakyat Palestin dengan mencipta bahan letupan sebagai senjata untuk melawan musuh dengan terpaksa mengorbankan diri. Satu nyawa dikorbankan untuk membunuh sejumlah besar kuffar. Ia dilakukan dengan niat untuk membunuh musuh-musuh Islam yang menduduki tempat mereka dan tujuannya untuk mendapatkan syahid(Ibnu Ismail 2002: 53-56)Ia dilakukan pada Intifadah kedua yang dipelopori oleh pejuang HAMAS. Gerakan ini menjadi kuat disebabkan oleh asas keagamaan dan ditegakkan atas prinsip keagamaan.(Mark Juegensmeyer 2003:115)
Dalam perkara ini kebanyakan ulama mengharuskankan operasi ini diantaranya ialah Prof Dr Wahbah Zuhaili, Dr Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, Syekih al-Azhar Syed Tantawi, Dr Fathi Yakan, Syeikh Mutawali Syacrawi, Dr Yusuf al-Qardawi, Imam al-Ghazali, Ibnu Taimiyah,(Ibnu Ismail 2002: 58) al-Qurtubi (Hafidz Abdurrahman: 2006:42) Kerana penyerangan itu untuk mempertahankan diri, menentang kuffar yang merampas negara mereka dan melakukan penindasan terhadap rakyat yang tidak berdosa. Umat Islam melakukan perkara tersebut agar dapat menggerunkan musuh bukannya untuk mati tetapi memberi kemenangan pada Islam dan mempertahankan tanah mereka dari terus dijajah. Pendapat Ulama semestinya berbeza dengan pandangan musuh Islam. Bagi pihak Barat, mereka mengatakan operasi berani mati ini seperti aksi-aksi tentera Jepun(kamikaze)yang meledakkan diri sendiri dengan bom ketika berhadapan dengan Tentera Bersekutu semasa Perang Dunia Kedua.
Pada pandangan Haji Abdul Hadi Awang dalam kitabnya Uslub Dakwah, mengatakan cara kekerasan adalah cara terakhir apabila orang yang keras itu sudah menjadi penghalang dadi hadapan perjalanan dakwah.(1986) Keganasan perlu diselesaikan dengan perdebatan yang melalui pemikiran bukannya melalui keganasan juga kerana ia akan merugikan kedua-dua belah pihak.Keganasan bukanlah sifat Islam kerana Islam adalah agama yang sukakan keamanan,kaesjahteraan ,keharmonian bukanlah penindasan, kekejaman, tetapi apabila musuh menyerang umat islam maka wajiblah mementang dan memeranginya.( Abd Rahman Hj Abdullah,1998:339)
6.0 ANALISIS IMPAK YANG DIPEROLEHI MELALUI PENDEKATAN INI DALAM DAKWAH
Impak yang diperoleh melalui konsep ekstrem dalam menyeru masyarakat samada umat Islam itu sendiri mahupun kepada masyarakat bukan Islam boleh dibahagi kepada beberapa bentuk seperti berikut:
1.Impak dalam bentuk amalan
Sikap ini amat menyusahkan kepada kebanyakan manusia kerana tidak dapat bersabar dengannya seperti imam yang memanjangkan solat jemaah . Perkara tersebut dilarang oleh Saidina Umar, beliau pernah berkata” janganlah kamu membuat Allah membenci hambanya kerana memanjangkan bacaan dalam solat menyebabkan makmum yang mengikutinya membenci solat yang dilakukan”Dengan mengamalkan sifat ini menyebabkan manusia cepat bosan dan kemampuan mereka terbatas. Kemungkinan dia dapat melakukan suatu waktu tertentu dan akan meninggalkkan amalan tersebut kerana bosan dan merasakan ia suatu yang menyusahkan.
Oleh itu, Islam menyeru umatnya agar memudahkan sesuatu amalan asalkan dia mampu istiqamah dalam melakukannya(Yusuf al-Qardhawi 2002:7)seperti sabda Rasulullah:”Bebankanlah olehmu perbuatan yang mampu dilakukan kerana Allah tidak akan jemu kepadamu sehingga kamu jemu dan sesungguhnya amal yang disukai Allah ialah yang dilakukan secara berpanjangan walaupun sedikit”(Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i) seperti muallaf yang baru memeluk islam usahlah dipersulitkan dengan amalan Islam secara mendadak. Ini menyebabkan seseorang yang baru berjinak dengan Islam menjadi fobia, biarlah perubahan kepada mualaf tersebut sedikit demi sedikit. Kuatkan akidah terlebih dahulu kemudian pengamalan syariat pasti menyusul.
Sikap ini akan merosakkan kewajipan lain hakikatnya perkara tersebut perlu dipelihara dan dilaksanakan(Yusuf al-Qardhawi 2002:7).Rasulullah pernah menegur cAbdullah b cAmru yang telah melakukan ibadah dan mengabaikan kewajipannya kepada keluarga: Berpuasa dan berbukalah, berjaga dan tidurlah kerana jasmani, kedua matamu, isterimu mempunyai hak ke atas dirimu.”(Riwayat Bukhari) Manusia mempunyai hak-hak tertentu ,maka berilah hak kepada diri dan sesama manusia. Jangan disebabkan terlalu asyik dengan ibadat, perkara-perkara yang menjadi tanggungjawabnya di tinggalkan tanpa pembelaan
.
Kesan yang baik apabila seseorang melaksanakan sunnah dan menjaga akhlak mulia dilakukan dengan bijaksana melalui ucapan yang lemah lembut dan penuh kasih sayang,beramah mesra tanpa mengabaikan kualiti dakwah yang disampaikan.Ia akan melembutkan hati madcu(Yusuf al-Qardhawi 2003:46)contohnya Dr Yusuf al-Qardhawi, Syed Syed Tantawi, Syeikh cAtiah Sakhar, Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat, Tuan Guru Haji Hadi Awang, Ustaz Uthman Muhammadi mereka dapat menyampaikan dakwah walaupun memakai jubah, serban dengan kemas.Tidak mengongkong seseorang mengikut apa yang diamalkan kerana bukan semua manusia mampu melakukan sepertinya dan seseorang itu pasti mendapat ketenangan dan mencapai apa yang diinginkan (lebih taqarub kepada Allah). Ramai dikalangan masyarakat telah tertarik dengan dakwah mereka tanpa mempertikaikan serban atau janggut yang dimiliki. Indahnya Islam pada hakikatnya namun ramai masyarakat yang masih mempertikaikan keadaan ini
2.Impak dalam pemikiran
Melalui pemikiran karya-karya, ceramah atau, risalah dan sebagainya daripada mereka yang berfahaman ekstrim. Buktinya mereka telah menghasilkan banyak buku-buku yang mempengaruhi orang lain seperti karya-karya Maududi dapat mempengaruhi Syed Qutb dan beliau memperincikan konsep tersebut dalam kitab tafsirnya Fi Zilal al-Quran, Muhammad Qutb dan lain-lain.
Apabila dilihat dari isu takfir, ia dibahagikan kepada dua keadaan iaitu tindakbalas terhadap penjajah oleh ulama. Dalam keadaan ini, mereka dapat meyemarakkan semangat Jihad fi sabilillah di kalangan umat islam seperti Tok Ku Paloh, Haji Abdul Rahman Limbong, Haji Mustafa Minangkabau khusus dalam memerdekan Malaysia dan ulama dalam dunia Islam seperti Ahmad Yasin, Hasan Nasrullah, Mullah Umar, Hasan Hudaibi dan sebagainya.Keadaan kedua iaitu mengkafirkan sesama Islam memberi kesan yang negatif kerana berlakunya pepecahan dikalangan umat Islam seperti tidak mahu solat jemaah bersama, kubur berasingan,berlakunya perceraian, tidak membayar zakat dan memakan sembelihan disebabkan berbeza fahaman.( Abd Rahman Hj Abdullah. 1998:345-346)
Apabila berlakunya kontraversi karikatur hina nabi, pengkritiknya yang dianggap radikal iaitu Ahmad Abu Laban telah berjaya membuka mata umat Islam untuk terus bangkit memprotes penghinaan tersebut dan beliau juga yang menyatukan umat Islam di Denmark.(Utusan 3 Feb) Setelah Ayatullah Khomeini menyeluarkan fatwa Salman Rushdie mestilah dibunuh disebabkan beliau menghina Islam melalui bukunya Satanic Verses telah mempengaruhi pemikiran yang dominan terhadap Islam di Britain.(Dr Abdul Ghafar Don) Perjuangan pembebasan yang dilakukan oleh gerakan Islam terdahulu dan kini telah banyak mencapai kejayaan yang dapat dimanfaat oleh umat Islam. (Muhammad Abu Bakar 1986:26)
Pada pandangan al-Maududi pelaksanaan dakwah hendaklah ditekankan untuk membangun masyarakat dan merupakan lanjutan dari perjuangan rasul-rasul terdahulu. Ijtihad di peringkat pemikiran perlulah dipadukan dengan jihad secara praktikal untuk mencapai kejayaan yang hakiki. (Mohamad Abu Bakar, 1982: 20-21)
3.0 Kesan tercetusnya ekstrimis-keganasan
Apabila seseorang atau golongan yang tidak dapat mengawal keadaan maka lahirlah ekstrimis keganasan ini. Ia adalah satu unsur kepada fahaman yang perlu dititik beratkan dalam perbahasan ini kerana ia memberi kesan yang besar pada masyarakat muslim dan non-muslim. Dua kesan dari isu yang telah dibincangkan iaitu:
3.1 Tragedi 11 September
Setelah berlakunya Tragedi 11 September, kuasa Barat yang diketuai oleh AS telah menuding kepada Islam dan terus menuduh Islam sebagai Teroris(Pengganas) global dan menjadikan Islam adalah musuh utama mereka. Ini memberi kesan kepada muslim seluruh dunia dan juga kepada non-muslim. Kesannya kepada umat Islam ialah lahirlah sikap Islamfobia yang diwar-warkan dalam media terutamanya kepada masyarakat minoriti islam di Amerika, Australia dan Eropah di tuduh sukakan keganasan, dipandang sinis oleh kuffar, masyarakat Islam menjadi khuatir untuk menegakkan Islam secara kaffah, perkataan jihad sering dikaitkan dengan teroris sedangkan dalam Islam ia amat berbeza.(Kusman Sadik 2006:49-52), berlakunya pencabulan asasi manusia.Perkara ini telah dilaporkan oleh Coucil on American Relation bermula dari berlakunya tragedi tersebut sehingga Oktober 2001 iaitu 959 kes di Amerika.(eramuslim) Jenayah benci terhadap umat Islam meningkat sebanyak 600% . Pihak pemerintah telah bertindak secara kuku besi dan memusnahkan asas-asas kebebasan. AS dan Britain memberi kuasa kepada polis untuk membunuh sesiapa sahaja yang disyaki sebagai’pengebom berani mati. (Prof.Dr.Abdul Rahman Embong 2005:50) Sebenarnya umat Islam sendiri marah dan benci dengan keganasan yang berlaku.
Usamah menjadi buruan utama AS dengan nilai USD5 bilion sekiranya sesiapa yang dapat menumpaskannya.(Luis s.r.v 2001:11)Di samping itu Kit Gate ketua National to Protect Political Freedom(NCPPF) di Washington telah mengatakan bahawa AS juga menangkap lebih 1000 yang disyaki terlibat dalam kes 11 September itu, 173 adalah dikalangan warga Arab Saudi dan Kerajaan Arab Saudi membantah keras tindakan tersebut kerana pelbagai ancaman dan tindakan buruk telah dilakukan kepada mereka sehingga ada yang terpaksa meninggalkan AS disebabkan fitnah, kezaliman , penindasan yang dialami dan Laman Web Jihad ditutup seperti azzam.com, qoqaz.com, stcom.net, afghan_ie.com dan taleban.com kerana ia dianggap penyebar maklumat yang dapat menggugat kestabilan AS.(eramuslim)
Kesan yang positif dapat dilihat iaitu Usamah menjadi sebagai wira baru dan terkenal dimana sahaja kerana poster gambarnya dipaparkan kepada pelbagai media.(Elly Burhaini Faizal 2001:23)Ia juga memberi kesan kepada non-muslim seperti peningkatan mendadak mahasiswa Amerika terhadap pengajian arab dan Islam kerana ingin mengetahui maklumat yang tepat dan merasakan maklumat yang perolehi tidak lengkap contohnya di Universiti Havard pendaftaran dalam jurusan sosial Timur Tengah meningkat empat kali ganda lebih besar daripada biasa. Universiti Chicago pendaftaran sebanyak dua atau tiga kali ganda. Buktinya peyelaras Program Akademik Pusat Pengajian Arab Kontemporer,Universiti Georgetown,Liz Kepferle menyebut bahawa permohonan mendaftar melaui e-mel, dan telefon meningkat dua kali ganda. (eramuslim)
Ramai non-muslim yang memeluk agama Islam setelah peristiwa ini.
3.2 Intifadah
Di Palestin, jihad yang dilakukan dalam Intifadah seperti amaliyah Ishtisyadiyyah memberi kesan yang mendalam pada masyarakat. Ini dapat menimbulkan kegerunan di hati musuh-musuh agar tidak dapat melakukan sewenang-wenangnya kepada rakyat Palestin. Kestabilan politik dan ekonomi Zionis tergugat.Ia memberi satu kemenangan moral kepada Islam bahawa Islam bukannya umat yang pengecut tetapi mereka adalah umat yang sanggup berkorban walaupun terpaksa mengorbankan nyawa.(Ibnu Ismail 53-56) Intifadah yang dilakukan juga dapat memberi ruang yang luas dan sokongan dari seluruh dunia dengan mempromosi melalui media elektonik dan dikenali sebagai eletronic Intifadah. . Ulama-ulama memberi sokongan terbuka kepada pejuang melalui amaliyyah istisyadiyyah, fatwa boikot, menyeru umat Islam sedunia menyertai misi pembebasan Palestin .Ini menimbulkan semangat kebangkitan Rakyat palestin (Maszlee Malik 2006: 75-79)Penghijrahan yahudi dari Israel ke tempat lain kerana mereka tidak mendapat keamanan di sana, buktinya apa yang diperkatakan oleh jeneral tentera Israel bahawa terdapat 25% yahudi yang berasal dari Barat telah pergi meninggalkan Israel.70% yahudi dari Timur juga meninggalkan Israel.(eramuslim)
Apabila berlakunya pemberontakan, pertempuran, bantahan, demontrasi di sesuatu tempat, ia dapat memberi peringatan kepada para pemimpin agar melakukan keadilan dan kesedaran kepada pimpinan sekular agar mengambil berat hak-hak kepada umat Islam. Ia juga dapat memberi kesedaran agar mereka menjadikan prinsip Islam adalah yang terbaik perlu diprkatikkan dalam kehidupan dan mereka lebih mengenali agama –agama lain serta dapat bertoleransi satu sama lain. (Zainuddin Fananie et al 2002:22)contohnya apa yang telah dilakukan oleh Ikhwan al-Muslimin di Mesir dan Sudan, Jamaah Islami di Pakistan ramai dikalangan pimpinan dan pengikutnya dipenjara termasuklah al-Maududi, Syed Qutb, akhirnya mereka berjaya mempengaruhi kerajaan mereka ke arah cita-cita Islam dan juga revolusi Iran yang dapat mengalahkan tentera Soviet dan berjaya mentadbir Iran di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini.(Mohamad Abu Bakar, 1982:16)
7.0 PENUTUP
Dalam dakwah melalui pendekatan ini ada pro dan kontranya. Maka para intelektual Islam mestilah meneruskan dakwah melalui perkataan dan tindakan dengan penuh hikmah dan berterusan agar dakwah yang disampaikan dapat memberi kesan yang mendalam kepada semua masyarakat. Semua panganut Islam perlulah memeperbaiki keadaan dari sekarang, tonjolkan akhlak mahmudah, tidak suka kepada keganasan, kekerasan, penghinaan dan sebagainya kerana perkara tersebut bukanlah sifat Islam yang sejati. Islam menganjurkan umatnya agar mengikut jalan tengah sepertimana sabda Rasulullah yang bermaksud “sebaik-baik jalan adalah mengikut jalan tengah.
Pada pandangan penulis, umat Islam perlu bersikap ekstrim apabila musuh Islam melakukan ektrim pada kepada mereka seperti apabila musuh melakukan penghinaan, kezaliman,penindasan dan pencabulan pada agama itu sendiri, adakah umat Islam hanya berdiam diri tanpa memprotes atau melakukan tindakan untuk menanganinya?Umat Islam bukanlah boneka yang menjadi pak turut kepada kekejaman kuasa barat. Oleh itu, seluruh umat Islam perlu bangkit mengembalikan keizzahan Islam. Pada waktu tertentu mereka perlu moderate. Jalan pertengahan tersebut perlulah diambil apabila ianya bersesuaian dengan kehendak Islam sekiranya perkara tersebut adanya kemaslahatan kepada semua pihak. Dakwah melalui pendekatan ini memberi kesan yang besar kepada umat seandainya ia sesuai pada tempatnya. Apabila salah menggunakan pendekatan tersebut ia akan merugikan Islam dan seluruh umatnya.
.
RUJUKAN
Al-Qur’an
Abd Rahman Abdullah. 1998. Pemikiran Islam di Malaysia. Kuala Lumpur: Dewan
Bahasa dan Pustaka: USM Pulau Pinang, Pusat Pendidikan Jarak Jauh.
Abdul Rahman Embung. 2005. Umat Islam selepas peristiwa 7 Julai. Dewan
Masyarakat, November : 48-50
Abdul Rahman Mohamed. t.th. 30 Extemist characteristics Mentioned in al-Qur’an.
Singapore: Fiqh Consultancy&Services.
Abdul Ghafar Don. Dakwah menangani persoalan fundamentalis dan radikal, kertas
kerja,
al-Din Shahin Emad . 2005. Extrism and Moderation in Islamic Movement:Causes,
Motives and Repercussions . Jurnal Islam Movement its Impact on True Political
Stability of the Arab World.
al-Qardhawi, Yusuf. 1991. Islamic awakening between rejection and extremism. U.S.A:
The International Institute of Islamic Thought.
al-Qardhawi, Yusuf . 2002. Islam Ekstrem Suatu Analisis & Cabaran Terhadap
Kebangkitan Islam. Selangor: Penerbitan Darul Iman Sdn.Bhd.
al-Qardhawi,Yusuf. 2004. Antara pengganas dan mujahidin sejati. Selangor: Synerymate
Sdn Bhd.
Elly Burhaini Faizal, 2001. Panji . September : 23
Ensiklopedia Global. 2001. Kuala Lumpur: SmartGenie Corporation Sdn. Bhd.
Hafidz Abdurrahman. 2006. Bagaimana Islam memandang aksi bunuh diri dan mati syahid. Al-Wac ie: 43
Hornby A.S . 2000. English-Malay dictionary: Penerbit Fajar
Ibnu Ismail . 2002 . Nostalgia Syuhada Palestin . Kaherah : PMRAM
Johari Mat. 1996. Ghuluw dalam Akidah Islam: Satu Pengenalan Ringkas.Jurnal
Usuluddin 5 : 87-94.
Kamus Dewan. 1970. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Kusman Sadik. 2006. Al-Wac ie: 52
Luis S.R. 2001. Osama bin Laden King of Terror or Saviour of Islam? Delhi: Pustak
Mahal.
Mark Juergernsmeyer. 2003. Terror in the Mind of God, terj Terorisme Para Pembela
Agama. Yogyakarta: Tarawang Press.
Mohamad Abu Bakar. 1982. Idea Kemajuan dalam Pemikiran dan Perjuangan
Golongan Fundamentalis Islam. monograf Islamika 2, Fakulti Sastera dan Sains
Sosial. Kuala Lumpur: Universiti Malaya
Mohd Izani B Mohd Zain, 2002, Fundamentalis Islam:Konflik antara Islam dan Barat.
Jurnal Yadim 3:13-19
Mohd Shauki Abd Majid. t.th. Pelampau Agama Keliru Tentang Kebaikan dlm Wacana
Hadhari dalam Islam, iBook Publication Sdn.Bhd.
Rashid. 2002. Jihad: The rise Militant Islam in Central Asia. London: Yale University
Press . Journal of Islamic Studies 14,Oxford University Press.
Rouben Azizian, Elizabeth Van Wie Davis. 2006. Terorism, Geopolitic and
Multinational Security cooperation in Central Asia. American Journal of
Islamic Social Sciences 23(3): 149-151
Shahrom TM Sulaiman. 2002. Terorisme Global dan pengganas agama. Kuala
Lumpur: Utusan Publications& Distributors Sdn Bhd.
Syed Hussin al-Attas, 2002, ke mana dengan Islam 22 artikel pilihan, wacana pemikir,
Utusan Pubications&distributors Sdn.Bhd.
________.2007. Pengkritik karikatur hina nabi meninggal dunia.. Utusan, 3 Febuari:17
Zainuddin Fananie et al. 2002. Radikalisme Keagamaan dan perubahan sosial.
Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Subscribe to:
Posts (Atom)